Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Ustadz Yahya Waloni Meninggal Dunia Saat Khutbah Jumat di Makassar
Jumat, 06 Juni 2025 - 20:55:01 WIB

SULUHRIAU- Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, kabar duka datang dari Ustazd Muhammad Yahya Waloni atau yang dikenal Ustadz Yahya Yopie Waloni, Sth, Mth (55) meninggal dunia.

Ustadz Yahya Waloni meninggal dunia saat menyampaikan khutbah shalat Jumat Mesjid di Darul Falah, Jl Aroepala, Minasa Upa, Kelurahan Gunung Sari, Rappocini, Kota Makassar, Sulsel Jumat (6/6/2025) siang.

Ustadz yang dikenal karena latar belakangnya sebagai mantan pendeta itu sempat terduduk hingga tak sadarkan diri saat menyampaikan khotbah Jumat kedua.

"Usai khutbah kedua, jatuh dan langsung lemas," tutur Yusran Uccang (43), warga Minasa Upa.

Peristiwa itu sempat membuat prosesi salat Jumat tertunda.

Ustadz Yahya segera dilarikan ke Rumah Sakit Bahagia di Minasa Upa, yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi masjid. Namun nyawanya tidak tertolong.

Wafatnya tokoh kontroversial ini mengejutkan masyarakat, terlebih karena terjadi di tengah suasana perayaan Idul Adha.

Kronologi

Menurut Harfan Jaya Sakti (39), Sekretaris Pengurus Masjid Darul Falah, Ustadz Yahya terjatuh sebelum menyampaikan doa penutup khutbah kedua.

Ia menjelaskan, dalam rukun khutbah Jumat terdapat dua sesi khutbah.
 Khutbah pertama diakhiri dengan doa dan jeda duduk sejenak.

Kemudian khutbah kedua kembali dilanjutkan dengan penegasan tentang ketaqwaan, shalawat, dan intisari khutbah sebelum doa penutup.

Namun sebelum itu, masih sempat berdiri dan mengingatkan pentingnya bertauhid kepada Allah SWT," ujar Harfan yang juga menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Ustadz Yahya, yang lahir di Minahasa, Manado, diketahui sudah dijadwalkan oleh panitia masjid sebagai khatib Jumat sejak pekan lalu.

Pagi harinya, ia memberikan khutbah Idul Adha di sebuah masjid di pusat Kota Makassar.

Bersama istrinya, Sitti Mutmainnah (34), Ustadz Yahya menginap di Hotel Prima, Jalan Dr. SAM Ratulangi, sekitar 9,7 kilometer dari Masjid Darul Falah.

Sekitar pukul 10.30 WITA, panitia menjemput Ustaz Yahya. Ia sempat menyaksikan penyembelihan hewan qurban di halaman timur masjid, sementara sang istri dijamu di rumah salah seorang takmir yang berjarak sekitar 75 meter dari masjid

Pada pukul 11.30 WITA, Ustadz Yahya memasuki masjid dan duduk di shaf pertama, membaca surat Al-Kahfi dan berzikir sebelum memulai khutbah.

Detik-Detik Jatuh Usai Khutbah

Khutbah Jumat dimulai pukul 12.05 WITA setelah azan.

Harfan menuturkan bahwa tema khutbah Ustad Yahya berkisar pada kekuatan iman, menyoroti ujian Nabi Ibrahim yang diperintahkan menyembelih putranya Ismail sebagai bukti ketaatan individu, keluarga, dan umat Muslim.

Khutbah berlangsung sekitar 15 menit dengan jamaah memadati ruangan utama hingga lantai dua.

"Saya berada di lantai dua dan bisa menyimak pesan-pesan beliau dengan jelas," kata Prof. Dr. Syahruddin Usman (61), guru besar Tarbiyah UIN sekaligus jamaah.

Setelah khutbah pertama selesai pukul 12.25 WITA, Ustadz Yahya kembali berdiri untuk menyampaikan khutbah kedua tanpa teks.

Namun, sebelum membacakan doa penutup, ia tiba-tiba memegang dada dan terjatuh di mimbar.

"Saya kira beliau mau minum, tapi tiba-tiba terduduk. Jamaah shaf depan panik. Imam dan pengurus langsung berlari ke depan," ujar Harfan.

Mata Ustadz Yahya sempat terbuka, tetapi Harfan menduga beliau sudah dalam kondisi sakratul maut.

Ustadz Yahya tidak sadarkan diri, dan shalat Jumat pun terhenti sejenak.

Evakuasi dan Kabar Wafat

Tubuh Ustaz Yahya kemudian diangkat dan dibawa ke RS Klinik Bahagia Minasa Upa yang berjarak sekitar 100 meter dari masjid.

"Beliau sudah tidak sadar saat dibawa. Kami tidak tahu apakah meninggal di masjid atau di UGD," ungkap Harfan.

Evakuasi berlangsung sekitar pukul 12.35 WITA.

Shalat Jumat dilanjutkan kembali pada pukul 13.46 WITA setelah panitia dan jamaah yang mengantar pulang dari klinik kembali ke masjid.

Sekitar pukul 14.00 WITA, jamaah bubar dan kabar wafatnya Ustadz Yahya mulai tersebar luas di masjid.

Perjalanan Hidup dan Latar Belakang

Yahya Waloni lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 30 November 1970, dengan nama lengkap Yahya Yopie Waloni.

Ia berasal dari keluarga berdarah Minahasa yang dikenal taat dalam menjalankan ajaran Kristen.

Sebelum memeluk Islam, ia pernah menjabat sebagai tokoh agama dalam struktur Badan Pengelola Am Sinode GKI di Tanah Papua, khususnya di wilayah VI Sorong-Kaimana.

Ia juga pernah menjadi Ketua sekaligus Rektor Sekolah Tinggi Theologia (STT) Calvinis Ebenhaezer di Sorong dari tahun 1997 hingga 2004.

Setelah itu, Yahya pindah ke Balikpapan dan sempat mengajar sebagai dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) hingga 2006.

Perjalanan spiritualnya berlanjut ketika ia hijrah ke Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Di sana, ia mengucapkan dua kalimat syahadat di bawah bimbingan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Kontroversi dan Kasus Hukum

Nama Yahya Waloni cukup sering mencuat di publik karena pernyataan-pernyataannya yang dianggap kontroversial.

Pada 26 Agustus 2021, Yahya ditangkap di kediamannya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Penangkapannya terkait ceramah yang dinilai menyinggung umat agama lain, khususnya ketika ia menyebut kitab Injil sebagai "fiktif" atau palsu.

Ucapan itu dianggap sebagai ujaran kebencian yang bermuatan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Akibat ceramah tersebut, ia dijerat dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya Pasal 45A juncto Pasal 28 ayat (1).

Selain itu, ia juga dikenai pasal 156a KUHP terkait penodaan agama. (serambinews, src)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat