Dihadiri Rocky Gerung
Puncak Bakti Religi Bhayangkara ke- 79 di Tj Belit, UAS Sorot Keserakahan Manusia Sebab Rusaknya Lingkungan
Kamis, 19 Juni 2025 - 10:44:33 WIB
SULUHRIAU, Kampar- Malam Puncak Bakti Religi dan Peduli Lingkungan sempena Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, ribuan warga Tanjung Belit Kampar Kiri Hulu antusias hadir di acara itu, Rabu (18/6/2025) malam.
Dalam kesempatan itu, selain Kapolda Riau Irjen Pol Herry Herjawan, Gubernur Riau Abdul Wahid, Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A, Abdul Somad (UAS), Rocky Gerung, Wakapolda Brigjen Pol Jossy Kusumo, Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Bupati/Walikota se-Riau, dan tokoh-tokoh inspiratif Ratusan warga Tanjung Belit pun turut serta dalam kegiatan yang penuh makna ini
Duduk diatas rumput dengan rapi, masyarakat Desa Tanjung Belit Kecamatan Kampar Kiri Hulu sangat menikmati malam puncak Bakti Religi. Selain tusyiah dari tuan guru, Puisi Kapolda, pada malam itu masyarakat bersama Polri juga mengikuti renungan malam atau muhasabah diri.
Acara dibuka dengan pembacaan puisi oleh Kapolda Riau yang menyentuh hati, menekankan pentingnya menjaga alam dan nilai kemanusiaan.
Puisi tersebut kemudian dilanjutkan oleh seniman Remond Damora dan alunan musik dari Prof. Tomy Awe, semakin membangkitkan kecintaan terhadap bumi dan akar budaya Melayu.
Puncak acara adalah ceramah yang disampaikan Ustadz Abdul Somad. UAS menyampaikan pesan mendalam tentang makna penanaman pohon sebagai simbol iman yang hidup dalam tindakan nyata.
UAS menekankan bahwa lingkungan bukanlah warisan, melainkan amanah yang harus dijaga.
"Ini bukan sekedar simbol, ini bukti bahwa kita serius menjaga amanah. Menanam pohon itu perintah agama, bukan sekadar himbauan undang-undang," tegas UAS, menjelaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian integral dari ajaran agama.
Lebih lanjut, UAS menyoroti praktik-praktik merusak lingkungan akibat keserakahan manusia. Ia mencontohkan pergeseran tradisi menangkap ikan yang dulu ramah lingkungan beralih ke metode yang merusak, seperti penggunaan bahan peledak.
"Dulu orang pakai akar tuba, sekarang pakai bom. Semua ikan mati. Anak cucu kita tak lagi makan ikan, malah makan tepung rasa ikan. Ini yang memicu penyakit dan bencana," ujar UAS prihatin.
Gubernur Riau Abdul Wahid yang hadir pada malam itu, menyampaikan apresiasi kepada Polda Riau dan Pemda Kampar yang telah menaja kegiatan Bakti Religi. Ini kegiatan luar biasa, kegiatan lingkungan hidup yang disingkronkan dengan Religi di tengah alam terbuka yang asri.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kapolda Riau. Karena telah memilih kabupaten kampar, atau lebih tepatnya Desa Tanjung Belit Kampar Kiri Hulu sebagai pusat Bakti Religi.
Polda Riau melakukan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan di perairan setempat. Aksi nyata ini menunjukkan komitmen untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
Kegiatan ini memperlihatkan peran Bhayangkara tidak hanya sebagai pengayom dan penegak hukum, tetapi juga sebagai pelestari lingkungan dan budaya. Semangat Hari Bhayangkara ke-79, "Melindungi Tuah, Menjaga Marwah," terwujud dalam setiap aksi nyata untuk menjaga keberlanjutan nilai, alam, dan kemanusiaan di Bumi Melayu. (hpk)
Komentar Anda :