Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Orangtua Ngamuk, Data Dapodik dari SD Asal Kacau, Anaknya Terancam tak Bisa Daftar SPMB SMPN
Selasa, 24 Juni 2025 - 16:59:59 WIB
Orangtua siswa yang kecewa anaknya tak bisa masuk SMPB (foto kiri)

SULUHRIAU, Pekanbaru- Emosi salah seorang orangtua siswa yang baru tamat Sekolah Dasar (SD) Taruna Islam Pekanbaru, bernama May (58)  memuncak, tangisnyapun tak terbendung di gerbang sekolah tersebut, Selasa (24/6/2025).

Pasalnya, anaknya tidak bisa mendaftar ke SMP Negeri di sekitar tempat tinggalnya, akibat kesalahan fatal dalam data Dapodik yang dimasukkan oleh pihak sekolah bersangkutan.

Sudah dua hari sejak dibukanya Seleksi Penerimaan Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN. Namun harapan dia dan anaknya pupus karena tak bisa mendaftar melalui jalur zonasi, satu-satunya jalur prioritas bagi siswa berdomisili di dekat sekolah tujuan.

Karena alamat domisili sang anak tercatat berasal dari luar Provinsi Riau,  padahal mereka jelas-jelas tinggal di Pekanbaru. 

“Ini bukan salah anak saya, ini murni kelalaian sekolah. Masa depan anak saya dipertaruhkan karena mereka tak becus input data,” teriak May dengan nada tinggi dan mata berkaca-kaca saat ditemui di dalam ruangan kepala sekolah, Selasa.

Dalam sistem SMPB terdapat lima jalur penerimaan yakni Zonasi, Prestasi, Tes, Afirmasi, dan Mutasi. Namun karena data Dapodik menyebut alamat luar provinsi, sang anak hanya bisa ikut jalur mutasi, jalur ini sangat terbatas dan bukan prioritas utama. Jalur zonasi yang seharusnya menjadi haknya kini tertutup total.

Kekacauan ini terjadi dialamatkan ke kinerja SD Taruna Islam Pekanbaru, karena input Dapodik anaknya dinialainya bermasalah.

Menyikapi protes orangtua siswa yang anaknya tamat dari SD Taruna Islam ini, Kepala Sekolah Maulana, dengan wajah tertunduk, mengakui kesalahan tersebut berasal dari pihak sekolahnya.

“Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. Ini kesalahan kami dalam pengisian data Dapodik. Kami akan lebih teliti ke depannya,” ujar Maulana dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan siang tadi.

Ia juga berjanji membantu mencarikan solusi bagi anak yang akan masuk SMP tersebut dengan memperbaiki input data Dapodik. 

Namun, permintaan maaf itu dinilai orangtua siswa tak cukup. Masa depan siswa dipertaruhkan, dan hanya dalam hitungan hari sebelum pendaftaran ditutup. Orangtua siswa pun menuntut tanggung jawab lebih serius dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

“Jangan hanya bilang maaf. Solusinya apa? Anak saya bisa gagal sekolah hanya karena kesalaha entri data di kompute,” kata May dengan nada marah dan tergambar frustrasi di wajahnya. 

Insiden ini membuka tabir lemahnya pengawasan terhadap input data penting seperti Dapodik. Di tengah sistem zonasi yang kian ketat, satu kesalahan administratif bisa menjadi ancaman bagi calon siswa untuk melanjutkan pemdidikannya.

"Pendidikan adalah hak, bukan korban dari kelalaian sistem," pungkas May yang juga pensiunan ASN. (kim)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat