Kapolri Listyo Sigit Prabowo Resmi Terima Anugrah Adat Ingatan Budi dari LAM Riau
Sabtu, 12 Juli 2025 - 12:28:41 WIB
 |
| Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Gubri, Kapoda Riau dan tokoh adat saat menerima anugrah adat Ingatan Budi di gedung LAMR. (Foto: Dok Kominfo Riau) |
SULUHRIAU, Pekanbaru- Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M, Si resmi menerima anugrah Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) melalui prosesi dilaksanakan Sabtu, (12/7/2025) di Balairung Tenas Effendy Balai Adat LAMR, Pekanbaru.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tiba di Balai Adat Melayu, Pekanbaru Sabtu pagi di lokasi dengan berpakaian adat Melayu berwarna hitam.
Jenderal Sigit tiba pukul 10.35 WIB, didampingi istri Ny Juliati Sigit Prabowo beserta Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo, Asisten SDM Polri Irjen Anwar, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho, dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.
Kapolri dan rombongan disambut arak-arakan kompang menuju tangga Balai Adat Melayu dengan diiringi 7 penjawat adat. Sebelum menaiki tangga Balai Adat, Kapolri disambut dengan silat dan gendang panjang.
Kapolri dan rombongan kemudian memasuki balai adat. Jenderal Sigit kemudian duduk di tempat yang sudah disediakan.
Prosesi pemberian Anugerah Adat Ingatan Budi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari LAM Riau berlangsung khidmat. Ia Didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Gubernur Riau Abdul Wahid.
Prosesi diawali dengan pembacaan doa. Selanjutnya, Kapolri mendengarkan syair yang berisi tentang kinerja Kapolri Jenderal Sigit yang dibacakan oleh Puan Siska Armizka.
Prosesi dilanjutkan dengan mendengarkan elu-eluan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil. Taufik Ikram menyampaikan makna dalam pemberian Anugerah Adat Ingatan Budi terhadap Kapolri ini.
"Bahwa budi adalah serangkaian kemampuan kognitif, yang memungkinkan kesadaran, persepsi, pertimbangan, dan ingatan manusia dan organis lain yang menjadi penggerak bagi peradaban," kata Taufik Ikram.
Dalam alam Melayu, budi mengandung tingkah laku yang halus, toleransi, penghargaan, baik, terpuji, empati, bahkan ketika syair bicara ia mewujud bersama-sama. "Jadi dalam budaya Melayu Riau, budi menempati suatu wilayah yang istimewa," katanya.
Kata budi itu sendiri memiliki makna mendalam sebagai sosok yang melewati jangkauan tempat dan waktu. Kata ini mengiringi sesuatu yang nyata dalam kehidupan sehari-hari di mana saja, tetapi kekal mewujud sepanjang waktu.
"Kata budi, termasuk kata asli Melayu yang tidak pernah diubahsuaikan ke dalam bahasa lain, sebagaimana yang banyak ditemukan dalam kosakata Melayu," katanya.
Karena budi bukan hanya tanda, tetapi juga suatu konsep. "Itulah makanya muncul pisang emas bawa berlayar, simpan sebiji di atas peti, hutang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati," ungkapnya.
Kata budi juga menjadi suatu yang istimewa sehingga diungkapkan dalam sejumlah peribahasa, seperti "Mau melihat orang berbangsa lihat kepada budi bahasa" atau istilah "yang berdiri dalam budi" untuk menunjukkan keistimewaan seseorang.
Pemberian anugerah ini dilandasi oleh sejumlah kebijakan dan tindakan Kapolri yang dinilai sebagai bentuk nyata “bertanam budi” di tengah masyarakat, khususnya di Tanah Melayu Riau.
Seniman dan budayawaan Riau yang juga Ketua DPH LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri Syaukani Al-Karim, dalam pidato alas pikir pada prosesi penganugerahan, Sabtu (12/7/2025), menjelaskan bahwa tindakan dan kebijakan Kapolri mencerminkan nilai luhur budi dalam tradisi Melayu, yakni penghormatan, keadilan, dan pengabdian kepada masyarakat. (src,sr5)
Komentar Anda :