Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Opini
Dahlan Iskan, Rida K Liamsi, Riau Pos Grup
Minggu, 13 Juli 2025 - 14:01:46 WIB
H. Affan Bey Hutasuhut

SOSOK Dahlan Iskan yang di masa tuanya harus berhadapan dengan aparat kepolisian tidak bisa dilepaskan dengan sejarah berdirinya Harian Riau Pos di Pekanbaru. 

Kemudian harian yang dikemudikan oleh H Rida K Liamsi pun terbit 18 Januari 1991. Judul utama yang diusung "George Bush yakin takkan gagal, Saddam janjikan kemenangan”, lantaran hari itu bersamaan dengan meletusnya Perang Teluk antara Irak Vs Amerika Serikat dan sekutunya,

Koran yang dipimpin oleh budayawan yang bergelar Datuk Seri Lela Budaya ini, empat tahun kemudian keluar dari ‘terwongan’ yang gelap, hingga beranak pinak terbit di lima provinsi.

Yakni Pekanbaru sebagai induk, Batam Kepulauan Riau, Medan Sumut, Aceh, dan Sumbar. Jadilah penerbitan yang awalnya merayap-rayap dari bawah ini bersinar menembus jendela Riau menjadi koran terbesar di Sumatera saat itu. 

Dari Suara Karya Bertemu Dahlan Iskan

Sebelum menerbitkan Harian Riau Pos, Pria yang lahir di  Dabo, Singkep, Lingga, Kepulauan Riau tanggal 17 Juli 1943, aktif sebagai Wartawan Majalah TEMPO di Tanjung Pinang Kepri. Namun karena sesuatu hal, mantan guru ini mengundurkan diri sekitar tahun 1983 lalu. 

Dari sini Rida aktif di Mingguan Genta di Pekanbaru dan selanjutnya bergesar ke Harian Suara Karya yang berkantor pusat di Jakarta. Dari harian inilah kemudian Rida K Liamsi berkesempatan bertemu Dahlan Iskan akhir tahun 1980-an yang ketika itu menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Harian Jawa Pos.  

Suatu ketika Rida ditugaskan ke Jakarta menggantikan sementara redaktur yang sedang berhalangan. Dari sini beberapa waktu kemudian Rida turun ke Surabaya untuk suatu penugasan. 

Lantaran Rida satu angkatan dengan Dahlan Iskan saat masih aktif di Majalah TEMPO,  ia pun menemui sejawatnya di kota pahlawan ini.

Singkat cerita, Dahlan mengusulkan pada Rida untuk menerbitkan koran di Pekanbaru. “Masak masih di lapangan terus, saya saja sudah jadi Pemimpin Redaksi,” begitu kira-kira ungkapan Dahlan pada Rida.

Petuah Dahlan masuk akal. Bagi Rida tak mungkin selamanya jadi wartawan di Tanjung Pinang tempat tinggalnya, sementara Dahlan sudah jadi bos. 

Setelah menjajaki peluang yang bisa dimanfaatkan, Rida bertemu jodoh dengan managemen Mingguan Warta Karya di Pekanbaru yang diterbitkan oleh Yayasan Munandar yang belakangan berganti nama menjadi Yayasan Rau Makmur yang dipimpin secara ex officio oleh Gubernur Riau yang ketika itu dijabat oleh Suripto. 

Mafiron (koresponden Pelita di Riau), serta Armawi KH, seorang seniman yang menangani perwajahan yang berkantor di Jalan Kuantan, berasal dari Mingguan Warta Karya yang kemudian bergabung ke Riau pos. 

Untuk memperjuangkan koran ini, Rida harus bolak-balik Tanjung Pinang-Pekanbaru. Selama proses SIUPP belum selesai, Rida sudah siap dengan segala kemungkinan pahit dan getir. 

Ia bahkan rela menginap di losmen yang sederhana di Pekanbaru. Aku pernah menemuinya di losmen yang dibuka masih pakai gembok. 

Namanya koran baru tentu tak seketika membuat masyarakat pembaca jatuh cinta. Sampai ada anekdot waktu itu, jangankan dijual murah, gratis pun orang tak mau. Makanya meski kerja keras Rida sudah maksimal, termasuk berutang ke sana –sini, tapi biaya operasional belum juga tertutupi.

Celah kemudian sedikit menggembirakan setelah Riau Pos melebarkan sayapnya ke Batam. Wartawan di Batam, Marganas Nainggolan dikenal cekatan melakukan pendekatan kepada pihak Otorita Batam dan pengusaha untuk mencari iklan dan menjadikannya sebagai pelanggan Riau Pos.

Sejumlah biaya operasional mulai tertutup. Sayangnya biaya lain masih belum tertutupi, seperti biaya cetak, sebagian gaji karyawan dan lainnya. Gubernur Riau Suripto selaku Ketua Yayasan Riau Makmur, pemilik media ini sudah letih bolak-nalik dipinjamin duit untuk menutupi kebutuhan biaya operasional ini.  

Meski demikian oplah koran yang diharapkan bisa melambung agar pemasukan uang dari oplah koran dan iklan tidak melulu mengandalkan pihak yayasan dan Batam, belum juga tersentuh. Perjalanan masih penuh liku.  

Dari sinilah kemudian masuk Jawa Pos Grup untuk menjalin kerja sama.  Sehingga pada tanggal 1 Juni 1990 sebuah Memorandum of Understanding (MoU) yang di tandatangani di depan notaris. 

Dari kesepakatan tersebut Riau Pos mulai menunjukkan taringnya sebagai koran unggulan di Bumi Lancang Kuning. Kekuatan utama dari manajemen Riau Pos makin tangguh. 

Pak Rais dan Ahmad Rodi ahli pemasaran dari Jawa Pos dari Surabaya pun diBKO kan membantu mendongrak oplah Riau Pos hasilnya meroket, dan seiring dengan itu iklan pun mengalir deras. 

Alhamdulillah, sejak itu Riau Pos berkembang pesat dan masih bertahan meski era media digital menguncang keras. ***


________


Penulis adalah: H. Affan Bey Hutasuhut (Wartawan Majalah TEMPO 1987-1994)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat