Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Lindungi Tuah Marwah, Polda Riau Rangkul Cipayung Plus dan Mahasiswa Jadi Agen Green Policing
Senin, 04 Agustus 2025 - 10:04:24 WIB
Cipayung Plus dan mahasiswa se-Provinsi Riau menjadi agen 'Green Policing'. (dok. Polda Riau)

SULUHRIAU, Pekanbaru - Polda Riau merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk Cipayung Plus dan mahasiswa se-Provinsi Riau, untuk menjadi agen 'Green Policing' dalam upaya melestarikan lingkungan. 

Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam dan menindak tegas kejahatan lingkungan di Bumi Lancang Kuning.

Hal ini disampaikan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam Apel Bersama Cipayung Plus, Mahasiswa dan Bhabinkamtibmas dalam Rangka Sosialisasi Green Policing di Mapolda Riau, Senin (4/8/2025). 

Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa dan Bhabinkamtibmas atas peran aktifnya dalam menjaga lingkungan.

"Mahasiswa adalah agen perubahan, Bhabinkamtibmas adalah agen keamanan, dan aktivis lingkungan adalah agen kesadaran. Jika kekuatan ini digabung, maka yang berdiri di hadapan saya hari ini adalah agen perubahan untuk mencapai keberlanjutan," ujar Irjen Herry Heryawan.

Irjen Herry Heryawan menyoroti masalah krisis lingkungan, deforestasi, pencemaran dan kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Riau adalah akibat minimnya kesadaran kolektif. 

Untuk itu, selain penegakan hukum, dibutuhkan upaya pendekatan yang berbasis komunitas untuk menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat.

"Oleh karena itu, strategi kita tak bisa semata-mata mengandalkan penegakan hukum yang represif. Kita butuh pendekatan baru yang menyentuh akar, yaitu pendekatan partisipatif, transformatif, dan berbasis komunitas," jelasnya.

Green sebagai respons terhadap berbagai tantangan global, seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga permasalahan sosial yang berakar pada aspek ekonomi dan ekologi. Green Policing juga menjadi semangat ekosipasi, sebuah pendekatan yang menggabungkan ekologi dan partisipasi masyarakat.

"Tanpa partisipasi, keselamatan lingkungan akan berada dalam ambang kritis, karena sejatinya emansipasi kita bersama yang menentukan nyawa dari setiap flora dan fauna," katanya.

Konsep ekosipasi menekankan bahwa keberlanjutan lingkungan tidak akan pernah tercapai tanpa melibatkan masyarakat sebagai aktor utama. Bukan hanya sebagai objek sosialisasi, tetapi sebagai subjek perubahan, tetpi masyarakat juga memiliki ruang, hak, dan tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi.

"Kita semua pada dasarnya adalah perusak alam. Namun, emansipasi kita pada ekologi lah yang menentukan apakah kita tergolong sebagai perusak atau sebagai pelindung alam," lanjutnya.

Irjen Herry Heryawan menjadikan tiga elemen mahasiswa, aktivis, dan Bhabinkamtibmas sebagai kekuatan untuk melindungi alam. 

Dimana, mahasiswa sebagai agen perubahan yang akan membawa energi intelektual dan semangat progresif. Sementara aktivis lingkungan menjadi perwakilan yang akan menyampaikan suara nurani dan advokasi komunitas, dan Bhabinkamtibmas menjadi agen keamanan yang menjadi penghubung antara negara dan masyarakat.

"Kombinasi ini adalah kekuatan sosial yang tidak boleh diremehkan. Kita semua bukan hanya mampu menyampaikan pesan, tapi membangun dialog, menyentuh hati, dan memfasilitasi perubahan dari bawah ke atas," paparnya.

Para agen 'Green Policing' ini diharapkan menyebarkan nilai-nilai kepedulian lingkungan, mendorong partisipasi warga dalam menjaga ruang hidupnya, menghidupkan semangat gotong royong menjaga bumi, dan menjadi jembatan antara institusi negara dan komunitas akar rumput.

Herry Heryawan menekankan Green Policing bukan sekadar kebijakan, akan tetapi sebuah gerakan moral. Begitu halnya dengan ekosipasi yang bukan sekadar konsep, akan tetapi strategi keberlanjutan yang bermakna bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan anak cucu bangsa.

"Akhir kata, saya mengucapkan selamat bertugas kepada para Agen Green Policing. Jadilah penggerak di wilayah masing-masing. Jadilah penyala harapan bagi bumi kita dan jadilah contoh bahwa keamanan dan kelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan," tutupnya. (src, sr5)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat