Peristiwa 02 September, Tonggak Kebangkitan Demokrasi Bagi Riau
Selasa, 02 September 2025 - 12:21:21 WIB
 |
| Alm Ismail Suko |
SULUHRIAU- Tanggal 02 September merupakan hari bersejah bagi Riau. Di tanggal 02 September tahun 1985 atau 40 tahun silam, Provinsi Riau menancapkan sejarah bagi kebangkitan Demokrasi Riau di tengah otoritarian Soeharto dengan Orde Baru.
Peristiwa 02 September 1985 itu merupakan monumental bentuk perlawanan Riau terhadap kesewenang-wenangan Pusat.
Pemilihan Gubernur Riau melalui parlemen (DPRD) Riau yang saat itu masih berkantor tepatnya di Perpustakaan Soeman HS, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, terjadi hiruk-pikuk politik.
Diamana, kala itu Ismail Suko (ayah Septina Primawati, istri Gubernur 10 tahun, (Rusli Zainal), terpilih sebagai Gubernur mengalahkan Incumbent (Petahana), Mayjen Imam Munandar, dalam Pemilihan Gubernur di DPRD Riau Periode 1985-1990.
Dari tiga calon gubernur Riau yakni Imam Munandar, Abd. Rachman Hamid dan Ismail Suko, hasil pemilihan Gubernur ini, calon Petahana Imam Munandar meraih 17, Abd 1 suara dan Ismail Suko meraih 19 suara.
Suasana pemilihan berlangsung secara terbuka dan demokratis. Hadir Dirjen Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah (PUOD), kala itu Tojiman Sidikprawiro, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pemilihan ini.
Kepada media kala itu Tojiman mengatakan, bahwa proses tersebut sah. Namun Ismail Suko yang menang dalam pemilihan tidak sempat dilantik sebagai Gubernur Riau. Kemenangan Imam Munandar menjadi gubenur bagi pusat sudah menjadi sesuatu yang mutlak. Imam Munandar tetap dilantik sebagai Gubernur Riau.
Peristiwa ini tidak akan pernah terhapus (melawan lupa) dari ingatan kolektif masyarakat dan tokoh-tokoh Riau.
Tanggal 02 September 1985 sekaligus juga menjadi spirit Riau menegakkan nilai-nilai demokrasi.
Peristiwa 02 September 1985 itu mengguncang seluruh Nusantara. Berbagai media nasional dan lokal memberitakan peristiwa tersebut secara spektakuler.
Bahkan beberapa media asing turut menyoroti susana politik di Riau sehubungan dengan pemilihan Gubernur Riau periode 1985-1990.
Spirit demokrasi itu tetap abadi, mengalir deras dalam benak generasi demi generasi hingga saat ini.
Dalam momentum 02 September ini, nilai-nilai demokrasi yang menggugah pemerintah pusat sejak 40 tahun silam, diharapkan memberikan perhatian lebih kepada Provinsi Riau demi kesejahteraan masyarakat.
Saat ini Provinsi Riau Bumi Lancang tengah merangkul kebulatan tekad menjadi negeri “Riau Istimewa.” Dengan harapan agar Riau dapat terus memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya di tengah perjalanan sejarah bangsa, di mana minyak dan sumber daya alam yang terkandung dalam perut bumi Riau dapat memberirkan kontribusi besar bagi pembangunan Riau dan nasional. (***)
_______
Dikutip dari berbagai sumber
Penulis: Khairul
Komentar Anda :