Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Gaya Hidup
Mungkin Banyak Orang Merasakan, Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat? Begini Jawaban Psikolog
Senin, 06 Oktober 2025 - 14:05:06 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU - Pernahkah kalian merasa perjalanan pulang lebih cepat daripada berangkat, padahal waktu dan jarak tempuhnya sama? Perasaan itu juga dialami astronot Alan Bean dalam misi Apollo 12 pada 1969. 


Ia merasa pulang ke Bumi lebih cepat, padahal jaraknya sama dengan keberangkatan ke Bulan. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Fenomena ini dikenal sebagai "efek perjalanan pulang".



Sejumlah studi menunjukkan bahwa perasaan tersebut nyata dan dialami banyak orang. Baca juga: Kenapa Jet Tempur dan Senjata Turki Laris Manis di Asia Tenggara, Termasuk Indonesia? 


Dikutip dari NPR, salah satu penjelasan paling populer adalah perjalanan pulang terasa lebih cepat karena rutenya sudah familiar. 


Artinya, seseorang lebih mengenali tempat-tempat yang dilewati sehingga merasa perjalanan berlangsung lebih cepat. 


Namun, teori ini ditanggapi berbeda oleh Niels van de Ven, psikolog dari Universitas Tilburg, Belanda. 


"Ketika saya naik pesawat terbang, saya juga merasakan hal ini, padahal saya tidak mengenali apa pun dalam perjalanan itu,” kata van de Ven.


Melalui pengalamannya itu, ia meragukan bahwa keakraban dengan rute adalah penyebab utama. Ia pun melakukan serangkaian eksperimen untuk memahami lebih jauh efek perjalanan pulang ini. 


Eksperimen dengan bersepeda Lihat Foto Salah satu eksperimen dilakukan dengan melibatkan sejumlah pesepeda yang menuju pekan raya. Para peserta diminta menempuh rute yang sama saat pergi. 


Setelah itu, mereka dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta pulang melalui rute yang sama, sedangkan kelompok kedua mengambil rute berbeda dengan jarak yang persis sama. 


Jika teori keakraban benar, maka hanya kelompok dengan rute sama yang akan merasa perjalanan pulang lebih singkat.


Namun, hasil eksperimen justru menunjukkan kedua kelompok sama-sama merasa perjalanan pulang lebih cepat. 


Menurut van de Ven, penjelasan yang lebih masuk akal terletak pada ekspektasi seseorang sebelum melakukan perjalanan. “Sering kali kita melihat orang-orang terlalu optimistis ketika mereka mulai bepergian,” ujarnya.


"Jadi ketika mereka menyelesaikan perjalanan pergi, mereka merasa perjalanan itu memakan waktu lebih lama dari yang mereka perkirakan.” Sebaliknya, saat akan kembali mereka cenderung tidak berekspektasi sehingga perjalanan pulang terasa lebih cepat. 


“Ini semua tentang ekspektasi Anda, apa yang Anda pikirkan saat tiba,” kata Michael Roy, psikolog dari Elizabethtown College sekaligus rekan penulis dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Psychonomic Bulletin and Review. 


Meski demikian, Roy menyebut bahwa ekspektasi bukan satu-satunya penjelasan atas fenomena ini. “Kami tidak mengatakan ini satu-satunya penyebab. 


Kemungkinan besar ada penyebab lain juga,” katanya. Salah satunya adalah teori dari Richard A Block, psikolog dari Montana State University. 


Ini Kata Psikolog Dia berpendapat bahwa kenapa perjalanan pulang lebih cepat mungkin disebabkan berkurangnya tekanan saat kembali dari tujuan. 


“Ketika Anda memiliki tujuan, Anda ingin tiba tepat waktu,” tulis Block melalui e-mail. “Tetapi ketika Anda pulang, hal itu tidak terlalu penting. 


Ketika perhatian tidak teralihkan, waktu terasa berjalan lebih lambat. Namun, saat pulang, kondisi lebih santai membuat waktu terasa berlalu lebih cepat, ungkapnya. 


Efek perjalanan pulang sejatinya hanyalah ilusi psikologis. Akan tetapi, menurut van de Ven, ilusi ini justru bisa memberi perasaan positif ketika seseorang sampai di rumah. 


“Pada akhirnya, efek pulang ini memberi Anda perasaan positif begitu Anda tiba di rumah, jadi saya tidak yakin apakah Anda ingin efek itu hilang,” ujarnya. (kpc)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat