Rabu, 30 September 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Gaya Hidup
Mungkin Banyak Orang Merasakan, Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat? Begini Jawaban Psikolog
Senin, 06 Oktober 2025 - 14:05:06 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU - Pernahkah kalian merasa perjalanan pulang lebih cepat daripada berangkat, padahal waktu dan jarak tempuhnya sama? Perasaan itu juga dialami astronot Alan Bean dalam misi Apollo 12 pada 1969. 


Ia merasa pulang ke Bumi lebih cepat, padahal jaraknya sama dengan keberangkatan ke Bulan. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Fenomena ini dikenal sebagai "efek perjalanan pulang".



Sejumlah studi menunjukkan bahwa perasaan tersebut nyata dan dialami banyak orang. Baca juga: Kenapa Jet Tempur dan Senjata Turki Laris Manis di Asia Tenggara, Termasuk Indonesia? 


Dikutip dari NPR, salah satu penjelasan paling populer adalah perjalanan pulang terasa lebih cepat karena rutenya sudah familiar. 


Artinya, seseorang lebih mengenali tempat-tempat yang dilewati sehingga merasa perjalanan berlangsung lebih cepat. 


Namun, teori ini ditanggapi berbeda oleh Niels van de Ven, psikolog dari Universitas Tilburg, Belanda. 


"Ketika saya naik pesawat terbang, saya juga merasakan hal ini, padahal saya tidak mengenali apa pun dalam perjalanan itu,” kata van de Ven.


Melalui pengalamannya itu, ia meragukan bahwa keakraban dengan rute adalah penyebab utama. Ia pun melakukan serangkaian eksperimen untuk memahami lebih jauh efek perjalanan pulang ini. 


Eksperimen dengan bersepeda Lihat Foto Salah satu eksperimen dilakukan dengan melibatkan sejumlah pesepeda yang menuju pekan raya. Para peserta diminta menempuh rute yang sama saat pergi. 


Setelah itu, mereka dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta pulang melalui rute yang sama, sedangkan kelompok kedua mengambil rute berbeda dengan jarak yang persis sama. 


Jika teori keakraban benar, maka hanya kelompok dengan rute sama yang akan merasa perjalanan pulang lebih singkat.


Namun, hasil eksperimen justru menunjukkan kedua kelompok sama-sama merasa perjalanan pulang lebih cepat. 


Menurut van de Ven, penjelasan yang lebih masuk akal terletak pada ekspektasi seseorang sebelum melakukan perjalanan. “Sering kali kita melihat orang-orang terlalu optimistis ketika mereka mulai bepergian,” ujarnya.


"Jadi ketika mereka menyelesaikan perjalanan pergi, mereka merasa perjalanan itu memakan waktu lebih lama dari yang mereka perkirakan.” Sebaliknya, saat akan kembali mereka cenderung tidak berekspektasi sehingga perjalanan pulang terasa lebih cepat. 


“Ini semua tentang ekspektasi Anda, apa yang Anda pikirkan saat tiba,” kata Michael Roy, psikolog dari Elizabethtown College sekaligus rekan penulis dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Psychonomic Bulletin and Review. 


Meski demikian, Roy menyebut bahwa ekspektasi bukan satu-satunya penjelasan atas fenomena ini. “Kami tidak mengatakan ini satu-satunya penyebab. 


Kemungkinan besar ada penyebab lain juga,” katanya. Salah satunya adalah teori dari Richard A Block, psikolog dari Montana State University. 


Ini Kata Psikolog Dia berpendapat bahwa kenapa perjalanan pulang lebih cepat mungkin disebabkan berkurangnya tekanan saat kembali dari tujuan. 


“Ketika Anda memiliki tujuan, Anda ingin tiba tepat waktu,” tulis Block melalui e-mail. “Tetapi ketika Anda pulang, hal itu tidak terlalu penting. 


Ketika perhatian tidak teralihkan, waktu terasa berjalan lebih lambat. Namun, saat pulang, kondisi lebih santai membuat waktu terasa berlalu lebih cepat, ungkapnya. 


Efek perjalanan pulang sejatinya hanyalah ilusi psikologis. Akan tetapi, menurut van de Ven, ilusi ini justru bisa memberi perasaan positif ketika seseorang sampai di rumah. 


“Pada akhirnya, efek pulang ini memberi Anda perasaan positif begitu Anda tiba di rumah, jadi saya tidak yakin apakah Anda ingin efek itu hilang,” ujarnya. (kpc)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat