Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Opini
Sempena Hari Santri
Harapan dan Tantangan Pesantren Pasca Terbentuknya Ditjen Pesantren
Senin, 27 Oktober 2025 - 21:47:37 WIB
H Abdul Wahid

PEMBENTUKAN Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama, yang disetujui Presiden Prabowo pada semperna Hari Santri, tanggal 22 Oktober 2025, membawa harapan besar sekaligus tantangan signifikan bagi masa depan pesantren di Indonesia. 


Harapan bagi pesantren
Konsolidasi nasional dan pendataan yang lebih baik, Ditjen Pesantren diharapkan dapat melakukan konsolidasi data pesantren secara nasional. 


Ini akan membantu pemerintah menjangkau pesantren yang sebelumnya belum terdata atau belum tersentuh oleh bantuan pemerintah.


Pengembangan sumber daya dan tata kelola, dengan adanya Ditjen yang berfokus pada pesantren, tata kelola dan pengembangan sumber daya di lembaga-lembaga ini diharapkan akan meningkat. 


Hal ini mencakup peningkatan kualitas pengajar, pengembangan kurikulum yang relevan, dan peningkatan fasilitas pendidikan.


Pemberdayaan ekonomi pesantren, Ditjen diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi pesantren, menjadikan mereka pusat pemberdayaan umat. 


Inisiatif program kemandirian pesantren dapat disinergikan dan dikolaborasikan secara lebih efektif.


Optimalisasi peran strategis, Pemerintah dapat memastikan bahwa seluruh pesantren dapat menjalankan peran strategisnya, bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai agen kerukunan umat dan pembangunan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.


Modernisasi tanpa kehilangan identitas, Pesantren diharapkan dapat bertransformasi dan menjawab tantangan modernitas serta tuntutan global tanpa kehilangan jati diri dan tradisi keislaman khas Indonesia.


Apresiasi dan pengakuan Negara, Pembentukan Ditjen Pesantren adalah bentuk pengakuan negara terhadap peran historis dan strategis pesantren dalam pembangunan bangsa.


Transformasi pendidikan, Ditjen ini dapat menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di pesantren, memastikan bahwa tradisi terjaga dan inovasi terus dikawal. 


Tantangan bagi pesantren
Validasi dan sertifikasi, setelah Ditjen Pesantren terbentuk, sistem sertifikasi dan pendataan pesantren perlu diintensifkan. 


Ini merupakan tantangan untuk memastikan validitas data, sehingga pelaksanaan program pembinaan dapat lebih tertib dan tepat sasaran.
Adaptasi terhadap modernisasi, pesantren perlu beradaptasi dengan modernisasi dan teknologi.


Memasukkan ilmu-ilmu umum seperti sains, teknologi, dan bahasa ke dalam kurikulum menjadi tantangan untuk membentuk santri yang berdaya saing di era modern.


Menghadapi tantangan global, pesantren menghadapi tantangan dari arus globalisasi yang dapat memengaruhi pemikiran santri dan komunitas pesantren. Penting untuk menyerap hal-hal positif dari globalisasi sambil mempertahankan identitas keislaman.


Kemandirian pesantren, meskipun Ditjen Pesantren diharapkan dapat mendorong kemandirian, menjaga kemandirian pesantren dari intervensi pemerintah yang berlebihan tetap menjadi tantangan penting.


Tantangan terkait kasus kekerasan, pembentukan Ditjen Pesantren sebagian dipicu oleh insiden tragis di beberapa pesantren. Ini menandakan tantangan untuk mengatasi kekerasan dan memastikan keselamatan serta perlindungan santri.


Pemisahan dengan Ditjen Pendidikan Islam, Ditjen Pesantren harus bekerja sama dengan Ditjen Pendidikan Islam sambil menjaga perbedaan fokusnya, yaitu pelayanan yang lebih spesifik dan intensif bagi pesantren.


Integrasi dengan sistem pendidikan nasional, tantangan lain adalah memastikan bahwa pesantren, dengan sistem pendidikannya yang khas, dapat terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional tanpa kehilangan karakternya. (***)
__________
Penulis Abdul Wahid (Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kabupaten Pelalawan)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat