Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Pendidikan
Jalan Panjang Menuntut Jadi PPPK, Ratusan Honorer Pemrov Non Database Ngadu ke Komisi I DPRD Riau
Senin, 01 Desember 2025 - 20:41:56 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Ratusan tenaga honorer Pemrov Riau yang tidak masuk database mendatangi Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, Senin (1/12/2025). 


Mereka kembali datang ke wakil rakyat untuk mempertanyakan nasib mereka karena tidak masuk dalam daftar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).


Ratusan honorer ini disambut 
Audiensi itu dihadiri langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Riau, Azmi Setiadi, didampingi Sekretaris Komisi Amal Fathullah, serta sejumlah anggota komisi, antara lain Hardianto, Sunaryo, Sumardani, Ayat Cahyadi, dan Andhi Dharma Taufik dalam sebuah audiensi.


Dalam kesempatan itu, pihak Pemrov Riau, hadir Asisten III Setda Riau, Job Kurniawan, dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Indra.


Dalam audiensi tersebut, honorer ini meminta agar dapat diangkat sebagai PPPK paruh waktu. Pihak aliansi honorer non-database tersebut menyatakan, status mereka selama ini tidak memiliki kejelasan, meski telah banyak berkontribusi bagi pembangunan Provinsi Riau.


Ketua Aliansi Honorer Non Database, Zali mengatakan, pihaknya sudah mengabdi sejak lama, namun tidak ada kejelasan. "Kami minta ada kepastian, minimal sebagai PPPK paruh waktu," ungkap Zali.


Ia menambahkan, agar pihak pemerintah dan dewan dapat membantu secara serius aspirasi mereka.


Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPRD Riau Hardianto mengatakan, terdapat masalah terkait regulasi dan anggaran untuk memenuhi permintaan honorer tersebut. Namun, dari DPRD Riau akan berusaha mencari solusi.


"Kami meminta pemerintah daerah mencarikan solusi agar tidak menambah angka pengangguran. Mereka sudah berkontribusi, akan tetapi dihadapkan pada regulasi dan anggaran. Ini yang akan kita carikan jalan keluarnya," kata Hardianto.


Menurutnya, langkah awal yang diperlukan adalah sinkronisasi data antara aliansi dan pemerintah daerah mengenai jumlah pasti tenaga honorer non-database di Riau. Data perlu dipilah sesuai kategori, karena belum sinkron.


Sementara itu, Plt Kepala BKD Riau, Indra, menyoroti perbedaan jumlah data yang disampaikan aliansi dengan catatan resmi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mengklaim data yang dimiliki pemerintah lebih valid.


"Data dari aliansi menyebutkan jumlahnya sangat banyak, sementara laporan dari OPD yang kami pegang  angkanya 1.141 orang. Kita akan bandingkan dan verifikasi ulang sumber data mereka," ujar Indra.


Indra menyebut bahwa pemerintah harus berpegang pada aturan yang berlaku. Saat ini, opsi yang tersedia bagi tenaga non-database hanyalah melalui skema outsourcing, dan itu pun hanya pada posisi seperti sopir, satpam, dan petugas kebersihan. 


Perjuangan para honorer ini tampaknya akan masih menempuh jalan panjang sesuai yang menjadi tututan mereka untuk menjadi PPPK. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat