SULUHRIAU, Pelalawan- Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim), tepatnya di Kilometer 37, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Senin (22/12/2025) pagi.
Akibat Insiden tersebut arus lalu lintas sempat membuat sempat macet total. Kecelakaan ini melibatkan satu unit truk pengangkut berondolan sawit dan sebuah mobil pikap.
Peristiwa tabrakan itu terjadi sekitar pukul 04.50 Wib. Truk bermuatan berondolan sawit dilaporkan terguling dan melintang di badan jalan usai menabrak sebuah mobil pikap berwarna hitam yang mengangkut buah cempedak.
Akibat benturan keras, mobil pikap mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian kabin depan yang ringsek.
Sedangkan badan truk dan material berondolan menutup sebagian besar ruas jalan, menyebabkan kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas dan harus diberlakukan sistem buka-tutup.
Kondisi ini memicu antrean kendaraan yang cukup panjang di jalur utama penghubung antarprovinsi itu.
Petugas kepolisian bersama pihak terkait langsung melakukan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, serta proses evakuasi kendaraan.
Material berondolan sawit yang berserakan di badan jalan juga dibersihkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan.
Kasatlantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi, mengatakan pihaknya telah menerjunkan personel ke lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Ia menegaskan bahwa Jalan Lintas Timur merupakan jalur vital dengan intensitas kendaraan yang cukup tinggi, khususnya angkutan barang.
“Material berondolan yang berserakan di badan jalan akibat truk yang terguling sudah berhasil dibersihkan dan kendaraan juga telah dievakuasi. Saat ini arus lalu lintas sudah kembali normal dari kedua arah,” ujar AKP Tatit.
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Identitas kendaraan yang terlibat, termasuk nomor polisi truk dan mobil pikap, serta informasi terkait adanya korban jiwa atau luka-luka masih dalam pendataan.
"Kami mengimbau para pengguna jalan yang melintas di Jalintim, khususnya wilayah Sei Kijang, agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama di musim penghujan yang berpotensi membuat kondisi jalan licin dan jarak pandang terbatas," katanya. (src)
Komentar Anda :