Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Bukti Israel Pakai Senjata Pemusnah Buat Warga Gaza Lenyap Menguap, Ngeri!
Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:04:45 WIB

SULUHRIAU- Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina. Senjata ini membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak.
Dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story", setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023.


Ribuan warga ini disebut merupakan korban serangan bom termal dan termobarik, senjata yang dapat melenyapkan target tanpa meninggalkan jejak selain percikan darah atau potongan kecil tubuh.


Yasmin Mahani, seorang ibu yang tinggal di Gaza City, adalah satu dari ribuan warga Gaza yang menjadi saksi bagaimana manusia hilang tanpa jejak setelah serangan Israel.


Pada dini hari tanggal 10 Agustus 2024, Mahani menyusuri reruntuhan sekolah Al Tabin yang masih berasap usai digempur Israel. Ia mencari anak dan suaminya yang berada di lokasi ketika serangan terjadi.


Di sana, Mahani berhasil menemukan suaminya. Akan tetapi, tak ada jejak putranya, Saad.


Mahani mencari ke sana ke mari, dari rumah sakit hingga pemakaman, namun hasilnya nihil. Saad tak ada di mana pun.


"Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan," ucapnya kepada Al Jazeera, dalam 'The Rest of the Story'.


"Saya masuk ke masjid dan mendapati diri saya [hanya] menginjak daging dan darah," katanya.


Apa itu senjata termal dan termobarik?


Para ahli dan saksi mata mengaitkan fenomena ini dengan dampak dari penggunaan sistematis senjata termal dan termobarik. Senjata yang dilarang secara internasional ini mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat Celsius.


Ahli militer Rusia, Vasily Fatigarov menjelaskan, senjata termobarik tidak hanya membunuh, tetapi juga melenyapkan materi. 


Tidak seperti bahan peledak konvensional, senjata ini menyebarkan gumpalan awan bahan bakar yang menciptakan bola api luar biasa besar dan efek vakum.


"Untuk memperpanjang waktu pembakaran, bubuk aluminium, magnesium, dan titanium ditambahkan ke dalam campuran kimia. Ini meningkatkan suhu ledakan hingga antara 2.500 sampai 3.000 derajat Celsius," kata Fatigarov.


Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Dr. Munir Al Bursh menjelaskan dampak biologis dari panas ekstrem tersebut pada tubuh manusia yang 80 persennya terdiri dari air. Ia menekankan, titik didih air adalah 100 derajat Celsius.


"Ketika tubuh terpancar energi lebih dari 3 ribu derajat Celsius yang dikombinasikan dengan tekanan dan oksidasi yang sangat besar, cairan akan mendidih seketika. Jaringan akan menguap dan berubah menjadi abu. Secara kimiawi, ini tidak bisa dihindari," ucapnya.


Berdasarkan penyelidikan, panas yang sangat tinggi ini sering kali dihasilkan oleh tritonal, campuran TNT dan bubuk aluminium yang digunakan dalam bom buatan Amerika Serikat seperti MK-84.


Al Jazeera mengidentifikasi sejumlah amunisi AS yang digunakan Israel di Gaza, yang terkait dengan hilangnya warga. Amunisi-amunisi itu antara lain MK-84 'Hammer', bom tak berpemandu seberat 900 kilogram (kg) yang berisi tritonal yang menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celsius.


Kemudian BLU-109 bunker buster, bom penghancur bunker yang digunakan dalam serangan di Al Mawasi. Bom ini menewaskan 22 orang.


BLU-109 bunker buster memiliki selongsong baja dan sumbu tunda, yang mengubur dirinya sebelum meledakkan campuran PBXN-109. Kondisi ini menciptakan bola api besar di dalam ruang tertutup, menghanguskan segala sesuatu yang berada dalam jangkauannya.


Selanjutnya ada GBU-39. Bom luncur presisi ini digunakan dalam serangan di sekolah Al Tabin. Bom ini memakai bahan peledak AFX-757 dan dirancang untuk menjaga struktur bangunan tetap utuh namun menghancurkan semua yang ada di dalamnya.


"Bom ini membunuh melalui gelombang tekanan yang merusak paru-paru dan gelombang termal yang membakar jaringan lunak," kata Fatigarov.


Israel Mau Ganti Stampel Paspor State of Palestine jadi Board of Peace
AS Susun Draf Aturan untuk Gaza, Hamas Masih Boleh Bawa Senjata
Pertahanan Sipil Gaza mengonfirmasi temuan pecahan sayap GBU-39 di lokasi tempat jenazah menghilang.


Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal mengatakan, pihaknya menggunakan metode eliminasi untuk mencatat jumlah warga yang lenyap di Gaza.


"Kami memasuki rumah yang menjadi target dan mencocokkan jumlah penghuni yang diketahui dengan jenazah yang ditemukan," tutur Basal.


"Jika sebuah keluarga memberi tahu kami bahwa ada lima orang di dalam, dan kami hanya menemukan tiga jenazah yang utuh, kami menganggap dua jenazah yang tersisa 'menguap'. [Anggapan ini dipakai] hanya setelah pencarian menyeluruh tidak menemukan apa pun selain jejak biologis, seperti percikan darah di dinding atau fragmen kecil seperti kulit kepala," tambahnya.


Senjata termal menggabungkan kamera termografik dan retikel bidik untuk mendeteksi panas (inframerah) target, memungkinkan penembakan akurat dalam kegelapan total, cuaca buruk, atau kabut asap.


Sementara itu, bom termobarik mampu menyedot oksigen dari udara sekitar untuk menghasilkan ledakan bersuhu tinggi.


Dikutip dari The Guardian, muatan tahap pertama menyebarkan aerosol yang terdiri dari material yang sangat halus, mulai dari bahan bakar berbasis karbon hingga partikel logam kecil.


Muatan kedua menyalakan awan tersebut, menciptakan bola api, gelombang kejut yang sangat besar, dan ruang hampa saat menyedot semua oksigen di sekitarnya. (CNNIndonesia.com, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat