Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Tewas Serangan AS-Israel, Iran Bersumpah Balas Dendam
Minggu, 01 Maret 2026 - 11:46:16 WIB

SULUHRIAU- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi memberikan respons atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Sabtu (28/2/2026).


Melalui pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars, IRGC menyatakan duka mendalam atas kematian Khamenei dan menyebut dunia telah kehilangan sosok pemimpin besar.


"Kami telah kehilangan pemimpin besar dan kami berkabung untuknya," tulis pernyataan resmi IRGC, seperti dilansir Al Jazeera, Minggu (1/3/2026).


IRGC menyebut kematian Khamenei sebagai bentuk kesyahidan akibat serangan yang dilancarkan oleh aliansi Amerika Serikat dan Israel.


Dalam pernyataannya, IRGC menyampaikan bahwa kesyahidan Khamenei di tangan "teroris paling keji dan eksekutor kemanusiaan" diklaim sebagai bukti nyata legitimasi perjuangannya selama ini.


IRGC menegaskan bahwa "tangan balas dendam bangsa Iran" tidak akan membiarkan para pelaku serangan (AS dan Israel) lolos begitu saja.


Militer elite Iran tersebut berjanji akan tetap berdiri teguh dalam menghadapi segala bentuk konspirasi, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri.


Pernyataan ini muncul di tengah gempuran udara yang masih dilaporkan terjadi di beberapa titik strategis di Iran. 


IRGC mengisyaratkan bahwa struktur komando mereka tetap solid meskipun kehilangan pemimpin tertinggi, dan siap meluncurkan operasi balasan yang lebih luas.


Otoritas Iran sendiri telah mendeklarasikan masa berkabung selama 40 hari usai Ayatollah Ali Khamenei resmi dinyatakan tewas. 


Ayatollah Ali Khamenei sendiri telah memimpin Iran sejak 1989 dan memegang otoritas politik serta agama tertinggi di Negara Republik Islam Irantersebut.


Putri, Menantu hingga Cucu Khamenei Juga Tewas


Selain itu, putri Khamenei, menantunya, dan cucunya turut tewas dalam serangan AS-Israel.


Media pemerintah Iran juga menyatakan, serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan telah menewaskan sedikitnya 108 orang, dan sedikitnya 201 orang tewas di 24 provinsi.


Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. 


Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.


Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah tewas.


Hal tersebut disampaikan Trump dalam platform Truth Social, Minggu (1/3/2026) pagi waktu setempat.


Trump menyebut, kematian Khamenei memberikan keadilan bagi masyarakat Iran dan juga masyarakat dunia yang anggota keluarganya telah dibunuh.


"Dia (Khamenei) tidak dapat menghindari intelijen dan sistem pelacakan kami yang sangat canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang dapat dilakukan dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya," tulis Trump.


Sosok Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei 


Ayatollah Ali Khamenei selama ini dikenal sebagai pemimpin tertinggi negara Republik Islam itu.


Dilansir Aljazeera dan laman Khamenei.ir, Ali Khamenei lahir di kota suci Mashhad pada 19 April 1939. 


Ia adalah putra kedua Sayyed Javad Khamenei, ulama sederhana dan miskin yang mengajarkan keluarganya hidup sederhana dan rendah hati.


Ali Khamenei kecil menempuh pendidikan di maktab, sekolah dasar tradisional pada masa itu, untuk belajar alfabet dan Al-Qur'an. Setelah itu, dia pindah ke sekolah Islam untuk melanjutkan pendidikannya. Setelah lulus, ia melanjutkan studinya di seminari teologi di Mashhad.


Di sekolah agama Soleiman Khan dan Nawwab, Ali Khamenei belajar logika, filsafat, dan yurisprudensi Islam. Ia belajar di bawah pengawasan ayahnya dan bimbingan sejumlah ulama besar.


Saat remaja Khamenei sudah mendengarkan pidato berapi-api dari ulama pemberani, Nawwab Safavi, menentang kebijakan Shah yang anti-Islam dan licik, sebelum akhirnya ia menjadi martir rezim Shah.


Pada 1962, Ayatollah Ali Khamenei bergabung dalam barisan pengikut revolusioner Imam Khomenei--pemimpin politik Revolusi Islam Iran--menentang kebijakan rezim Shah yang dinilai pro-Amerika dan anti-Islam. Tanpa kenal takut, ia mendedikasikan dirinya di jalan ini selama 16 tahun hingga akhirnya rezim Shah jatuh.


Atas keberaniannya itu, Khamenei mendapat kehormatan dari Imam Khomeini untuk misi membawa pesan rahasia Ayatollah Milani dan ulama lainnya terkait cara dan taktik mengungkap sifat rezim Shah.


Dalam perjalanan hidupnya untuk revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamenei menjalani penangkapan dan pengasingan. Dia ditahan di "Penjara Gabungan Polisi-SAVAK" di Teheran selama berbulan-bulan. Setelah bebas, dia dilarang memberikan ceramah atau mengadakan kelas-kelas.


Ayatollah Khamenei juga diasingkan selama tiga tahun karena aktivitas rahasianya terendus oleh SAVAK.


Setelah bebas, ia terus konsisten melanjutkan kegiatan politik-keagamaan, terlibat dalam demonstrasi massal di seluruh Iran.


Jadi Pemimpin Revolusi Islam


Khamenei mengambil alih kepemimpinan Republik Islam pada tahun 1989 setelah kematian Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin karismatik yang telah memimpin revolusi Islam satu dekade sebelumnya.


Khamenei yang membentuk aparat militer dan paramiliter Iran. Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, ia telah memimpin Iran sebagai presiden melalui perang berdarah dengan Irak pada tahun 1980-an. 


Konflik yang berkepanjangan, ditambah dengan rasa isolasi di antara banyak warga Iran karena negara-negara Barat mendukung pemimpin Irak Saddam Hussein, memperdalam ketidakpercayaan Khamenei terhadap Barat secara umum dan Amerika Serikat secara khusus.


Sumber: Vio, CNNIndonesia, detik
Editor: Khairul


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat