Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Stok Rudal Menipis di Hari Kelima Perangi Iran, AS Mulai Kewalahan?
Rabu, 04 Maret 2026 - 15:03:42 WIB

SULUHRIAU- Amerika Serikat (AS) disebut mulai mengalami kekurangan persediaan rudal penting, termasuk rudal serang darat Tomahawk dan rudal pencegat SM-3, di hari kelima berperang melawan Iran, Rabu (4/3/2026).


Menurut laporan CNN, seorang pejabat senior AS membocorkan bahwa Washington memperkirakan serangan ke Iran akan meningkat dalam 24 jam ke depan. 


Namun, di saat bersamaan pejabat itu juga mengatakan persediaan rudal dan pencegat AS semakin menipis.


Pakar Prediksi Iran Diuntungkan jika Perang Lawan AS Berlangsung Lama
Dilansir The Middle East Monitor (MEMO), serangan gabungan AS-Israel fase pertama ke Iran pada 28 Februari lalu memang berhasil melemahkan pertahanan Iran.


Fase berikutnya diperkirakan akan menargetkan fasilitas produksi rudal, pesawat tanpa awak, serta kemampuan angkatan laut Iran.


Operasi militer AS ke Iran ini berlangsung kala Pentagon memang sudah menghadapi kekurangan rudal Patriot, karena sebagian besar persediaan telah digunakan untuk mendukung pertahanan udara Ukraina selama empat tahun perang dengan Rusia.


Bocoran pejabat AS ini mengindikasikan jika serangan terhadap Iran berlanjut lebih dari 10 hari, persediaan sejumlah rudal penting milik AS bisa benar-benar mulai menipis.


Dikutip Al Jazeera, Pentagon juga disebut telah memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa operasi militer ke Iran yang berkepanjangan akan membawa risiko serius, termasuk tingginya biaya untuk mengisi kembali stok amunisi Washington yang kian menipis.


Sejumlah analis kepada Al Jazeera menyatakan beberapa jenis senjata stok AS mungkin telah menipis jauh sebelum itu, khususnya rudal pencegat (interceptor) yang krusial.


Jika perang dengan Iran berlanjut, kekurangan paling mungkin dialami AS adalah pada amunisi presisi berteknologi tinggi dan sistem pencegat seperti THAAD.


Hal ini mencakup Joint Direct Attack Munitions (JDAM), yakni perangkat pemandu yang menggunakan Global Positioning System (GPS) untuk mengubah bom tanpa pemandu menjadi bom berpemandu presisi, sehingga menjadikan bom "biasa" sebagai bom "cerdas".


Satu baterai THAAD umumnya terdiri dari 95 personel, enam peluncur yang dipasang di truk, 48 rudal pencegat (masing-masing delapan per peluncur), satu sistem radar, serta komponen kendali tembakan dan komunikasi. Hingga pertengahan 2025, terdapat sembilan baterai THAAD aktif di seluruh dunia, menurut Lockheed Martin.


Pada 2024 kalu, koresponden Al Jazeera Mike Hanna melaporkan dari Washington, DC, bahwa satu baterai THAAD menelan biaya antara 1 miliar hingga 1,8 miliar dolar AS.


Rudal pencegat dan amunisi memerlukan waktu berbulan-bulan untuk dirakit, diintegrasikan, dan diuji. Setelah itu, masih dibutuhkan waktu tambahan untuk pengiriman melalui laut dan udara, serta untuk pemasangan dan penempatan operasional.


Para ahli menyebut sistem pertahanan rudal canggih pada dasarnya dirancang untuk menghadapi serangan terbatas dengan intensitas tinggi dari negara seperti Rusia, China, atau Korea Utara, bukan untuk menghadapi rentetan serangan besar dan berkepanjangan dengan rudal yang relatif murah.


Seiring waktu, stok terbatas rudal pencegat canggih akan terkuras dengan biaya sangat tinggi, karena setiap intersepsi bisa menelan ratusan ribu hingga jutaan dolar AS untuk menjatuhkan rudal yang mungkin hanya memerlukan biaya beberapa ribu dolar untuk diproduksi.


Peneliti senior di lembaga pemikir AS Stimson Center, Christopher Preble, mengatakan kepada Al Jazeera meski AS mampu menanggung biaya finansial perang berkat anggaran pertahanan bernilai triliunan dolar, kendala utama terletak pada persediaan rudal pencegat seperti Patriot dan SM-6.


Preble memperingatkan bahwa AS tidak dapat mengandalkan intersepsi rudal selamanya dalam menangkis serangan balasan Iran dan milisi sekutunya.


"Masuk akal untuk berspekulasi bahwa laju operasi saat ini, dalam hal jumlah intersepsi, tidak dapat berlanjut tanpa batas, dan mungkin tidak bisa bertahan lebih dari beberapa pekan," ujarnya.


Produksi pengganti juga tidak bisa dilakukan secara instan. "Rudal Patriot atau SM-6 ... adalah perangkat yang sangat kompleks," tambahnya.


Trump ngotot


Namun, Trump kekeh bahwa AS memiliki persediaan yang cukup untuk melanjutkan kampanye militer di Iran.


"Persediaan amunisi Amerika Serikat, pada tingkat menengah dan atas-menengah, tidak pernah lebih tinggi atau lebih baik-sebagaimana disampaikan kepada saya hari ini, kami memiliki pasokan senjata ini yang nyaris tak terbatas. 


Perang dapat berlangsung 'selamanya', dan sangat berhasil, hanya dengan menggunakan persediaan ini," tulis Trump di platform Truth Social pada Selasa.


Meski Trump pada Senin mengatakan bahwa rencana perang terhadap Iran awalnya "diproyeksikan empat hingga lima pekan" namun bisa berlangsung lebih lama. (bac, cnn, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat