Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Ekbis
Harga Emas Diprediksi Gagal Tembus Rp 3 Juta Pekan Depan, Ini Penyebabnya
Minggu, 29 Maret 2026 - 22:06:53 WIB

SULUHRIAU -- Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas atau logam mulia tidak akan menembus level Rp 3 juta per gram pada pekan depan (30/3/2026-4/4/2026). 


Namun, level tersebut diproyeksikan akan tercapai pada pekan berikutnya (6/4/2026-11/4/2026), seiring dengan masih bergulirnya peperangan di Timur Tengah dan Eropa Timur.


Tercatat, harga emas dunia pada Sabtu (28/3/2026) pagi ditutup pada posisi 4.495 dolar AS per troy ons, sedangkan harga logam mulia ditutup pada level Rp 2,837 juta per gram. Ibrahim mengatakan, artinya harga logam mulia pada pekan ini yang ditargetkan sebesar Rp 2,8 juta per gram tidak tercapai.


Ia menyebut, jika harga emas terkoreksi, pada Senin (30/3/2026) diprediksi akan mencapai 4.363 dolar AS per troy ons dan harga logam mulia sebesar Rp 2,815 juta per gram. Adapun jika bergerak pada tren penurunan, pada pekan depan kemungkinan besar harga emas dunia mencapai 4.138 dolar AS per troy ons dan harga logam mulia akan tembus di bawah Rp 2,8 juta per gram, tepatnya Rp 2,75 juta per gram.


Sementara itu, jika harga emas naik pada pekan depan, titik resisten pertama harga emas dunia akan menyentuh 4.666 dolar AS per troy ons, sementara harga logam mulia berada pada posisi Rp 2,855 juta per gram. Titik resisten kedua harga emas dunia yakni sebesar 4.912 dolar AS per troy ons, dan harga logam mulia mencapai Rp 2,92 juta per gram.


“Jadi ada kemungkinan besar minggu depan untuk menuju level 5.000 dolar AS per troy ons belum tercapai. Dan logam mulianya pun untuk menyentuh Rp 3 juta per gram kemungkinan besar tidak akan terjadi,” ungkap Ibrahim dalam keterangan suara kepada wartawan, Ahad (29/3/2026).


“Yang akan terjadi itu adalah di minggu berikutnya. Kemungkinan besar logam mulia akan kembali ke Rp 3 juta per gram,” lanjutnya.


Dengan demikian, Ibrahim menekankan harga emas dunia dan logam mulia diprediksi masih akan mengalami kenaikan ke depan. Menurutnya, berinvestasi di aset safe haven tersebut masih menjadi pilihan tepat bagi masyarakat.


“Jadi, bagi masyarakat yang memiliki investasi agar tenang saja, tidak usah takut. Harga emas ini masih terus naik. Target saya tahun ini tetap di 6.000 dolar AS per troy ons, kemudian logam mulianya saya masih optimistis di Rp 4 juta per gram. Tinggal menunggu waktu saja,” jelasnya.


Masalah Geopolitik


Sementara harga emas berfluktuasi, Ibrahim memprediksi pergerakan indeks dolar AS akan menguat. Pada pekan depan, indeks dolar AS diproyeksikan diperdagangkan pada rentang 99,30—101,60.


Adapun harga minyak mentah dunia pada pekan depan juga diperkirakan akan bergerak menguat. Harga crude oil diprediksi berada di kisaran 92,30—112,20 dolar AS per barel. Kemudian harga brent oil diproyeksikan berada pada level 110—116 dolar AS per barel, bahkan diperkirakan pada pekan berikutnya bisa menembus 125 dolar AS per barel.


Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kemungkinan besar akan terus mengalami pelemahan. Pada pekan depan, Ibrahim memprediksi rupiah bisa menembus Rp 17.000 per dolar AS (bahkan berpotensi mencapai Rp 17.100 per dolar AS), dari posisi penutupan perdagangan pada Jumat (27/3/2026) sebesar Rp 16.980 per dolar AS.


“Apa yang memengaruhi pergerakan dolar, rupiah, minyak mentah, emas, dan logam mulia? Utamanya adalah masalah geopolitik,” tutur Ibrahim.


Ia menjelaskan, tensi geopolitik di Timur Tengah masih bergulir hingga saat ini, terutama terkait pembatasan transportasi di Selat Hormuz. Selain itu, penyerangan AS ke pulau-pulau di Selat Hormuz yang ditunda hingga 6 April mendatang juga menjadi faktor.


Sehingga, perang masih akan terus terjadi. Wilayah-wilayah AS di Timur Tengah, seperti Irak, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi, juga terdampak. Iran dan Israel (sekutu AS) terus melakukan aksi saling serang.


Adapun upaya perdamaian yang diprakarsai oleh Pakistan dinilai masih sepihak. Iran tetap menginginkan perjanjian yang menguntungkan baginya karena merasa diserang terlebih dahulu oleh Israel dan AS.


“Di sisi lain, Ukraina juga melakukan penyerangan terhadap instalasi minyak dan gas di Rusia. Sehingga ada kemungkinan besar produksi minyak dan gas mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan di Timur Tengah sendiri sampai saat ini mengalami pengurangan 10 juta barel per hari,” jelasnya.


Perang di Eropa Timur antara Ukraina dan Rusia hingga saat ini masih berlangsung. Ibrahim menuturkan konflik tersebut belum selesai karena adanya pihak ketiga yang memasok senjata ke Ukraina.


“Kemungkinan besar sampai 3—5 tahun ke depan perang Rusia-Ukraina masih akan terjadi,” ungkapnya.


“Berbeda dengan di Timur Tengah yang kemungkinan besar tidak akan begitu lama, mungkin pada akhir April akan segera selesai, dan ini yang akan membuat harga emas kembali mengalami kenaikan,” lanjutnya.


Ibrahim melanjutkan, sentimen lainnya yakni kondisi perpolitikan di AS. Ia menyebut, kepercayaan masyarakat AS terhadap Presiden Donald Trump mengalami penurunan dari sekitar 40 persen menjadi 35-37 persen.


Di sisi lain, terkait kepemimpinan Bank Sentral AS (The Federal Reserve), Kevin Warsh dikabarkan berpeluang menjabat sebagai gubernur The Fed pada April 2026, menggantikan Jerome Powell. Setelah menjabat, diperkirakan pada Mei 2026 Warsh akan mengumumkan kebijakan yang kemungkinan besar mengarah pada penurunan suku bunga.


“Misalnya, saya optimistis bahwa walaupun inflasi tinggi, kemungkinan besar bank sentral akan menurunkan suku bunga di bawah kepemimpinan Kevin Warsh,” ujarnya.


Kondisi lainnya terkait perpolitikan di AS yakni persaingan antara Partai Republik dan Partai Demokrat dalam pemilu yang kemungkinan besar akan dimenangkan oleh Partai Demokrat. Hal itu membuat kepemimpinan Trump akan diuji.


Ibrahim melanjutkan, untuk masalah perang dagang AS, saat ini isu tersebut tidak terlalu menonjol karena perhatian masyarakat tertuju pada konflik di Timur Tengah. Pelaku pasar lebih mencermati dinamika konflik tersebut dibandingkan perang dagang.


“Walaupun sebenarnya sudah diterapkan 15 persen perang dagang dengan negara-negara mitranya, bahkan ada yang lebih dari 15 persen. Dari sisi suplai dan permintaan, kita lihat sampai saat ini bank-bank sentral global masih terus membeli atau memupuk logam mulia sebagai lindung nilai,” ujarnya.


Ibrahim menyebut, walaupun harga emas terkoreksi, hal itu menjadi kesempatan bagi bank sentral global untuk melakukan pembelian dengan harga yang relatif lebih murah. Bank sentral pun optimistis harga emas dunia akan terus mengalami kenaikan.


“Harus diingat bahwa pelemahan logam mulia tertahan oleh pelemahan mata uang rupiah. Sehingga logam mulia tidak akan terlalu jauh pelemahannya dibandingkan emas digital yang menggunakan metode emas internasional,” katanya. (rol)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat