Warga Kesal, Setelah Demo ke Mapolsek Warga Bakar Rumah Diduga Milik Bandar Narkoba
SULUHRIAU, Rohil- Kemarahan warga di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau memuncak, pada Jumat (10/4/2026).
Hampir ribuan warga menyerbu sebuah rumah bertingkat berpagar hitam berbalut plastik biru, yang diduga menjadi pusat aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Rumah itu diduga milik bandar narkoba yang menurut masyarakat sudah lama meresahkan warga dan nyaris tak kunjung ada tindakan terhadap hal ini.
Aksi yang berlangsung spontan itu melibatkan berbagai lapisan masyarakat, laki-laki perempuan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Bahkan, emak-emak pun tampak ikut dalam kerumunan, menandakan besarnya keresahan yang dirasakan warga.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, suasana di lokasi terlihat mencekam. Massa memadati area sekitar rumah sambil berteriak meluapkan emosi. “Ini rumah bandar narkoba, sabu!” teriak seorang warga, memicu sorak dan amarah dari kerumunan lainnya.
Tak lama kemudian, massa mulai melempari bangunan dengan batu secara bertubi-tubi hingga menyebabkan kerusakan serius.
Dari luar warga melempari batu ke arah dalam rumah tersebut. Amukan warga juga merembet ke kendaraan yang berada di teras rumah. Sejumlah sepeda motor dirusak.
Situasi semakin memanas ketika sedikitnya empat unit sepeda motor dibakar. Kobaran api terlihat membumbung, memperparah kerusakan sekaligus menambah kepanikan di tengah kerumunan.
Aksi ini diduga dipicu oleh kekecewaan warga yang telah lama memendam keresahan terhadap maraknya peredaran narkoba di lingkungan mereka. Warga menilai keberadaan rumah tersebut telah merusak tatanan sosial dan mengancam masa depan generasi muda.
Demo ke Mapolsek
Meski aparat kepolisian sempat berada di lokasi untuk melakukan pengamanan, situasi tetap sulit dikendalikan. Massa yang terlanjur tersulut emosi terus melakukan perusakan hingga suasana berubah kacau.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Sabtu (11/4/2026) mengatakan, kericuhan terjadi Jumat (10/4) sekitar pukul 14.30 Wib.
Awalnya, sekitar 150 orang menggelar aksi damai menuntut aparat menindak tegas peredaran narkoba di wilayah tersebut.
"Mereka ini menuntut agar kasus narkoba di wilayah Panipahan ditindak tegas dan dibersihkan," kata Zahwani Pandra Arsyad.
Menurut Pandra, aksi sempat berlangsung kondusif hingga sekitar pukul 16.00 Wib. Namun, situasi berubah setelah massa kembali berkumpul dan bergerak menuju rumah warga bernama Ali di Jalan Bundaran, Kecamatan Pasir Limau Kapas.
"Tidak diketahui siapa provokatornya, massa langsung bergerak ke rumah Ali," ujarnya.
Di lokasi, massa melakukan aksi anarkis dengan melempari dan merusak rumah, lalu membakar bagian depan bangunan. Empat unit sepeda motor milik korban juga ikut dibakar.
"Jumlah massa bertambah saat aksi perusakan berlangsung," lanjut Pandra.
Situasi baru kembali kondusif sekitar pukul 20.00 WIB setelah aparat melakukan pengamanan. Massa kemudian membubarkan diri.
Kapolres Rohil bersama Bupati Rohil turut turun ke lokasi untuk memastikan situasi terkendali.
Polisi mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat.
Foto: Amarah Warga Memuncak, Rumah Diduga Bandar Sabu di Panipahan Diserbu dan Dibakar (src, hsg)
Komentar Anda :