Rabu, 30 September 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Nasional
Di Tengah Kritik dan Desakan Mahasiswa, Pemerintah Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan
Minggu, 14 Juni 2026 - 19:07:24 WIB
M Qadari

SULUHRIAU– Tuntutan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuarakan sejumlah mahasiswa dalam aksi demonstrasi di Jakarta tampaknya tidak akan mengubah arah kebijakan pemerintah. 


Di tengah berbagai kritik dan evaluasi yang berkembang, pemerintah justru memastikan program tersebut tetap dilanjutkan sambil dilakukan pembenahan di sejumlah sektor.


Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan memiliki dampak langsung bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.


Menurutnya, program tersebut menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak sekolah yang membutuhkan asupan gizi memadai untuk mendukung tumbuh kembang mereka.


"Kenapa jangan berhenti? Karena yang menerima manfaat ini nyata di lapangan. Ada ibu hamil. Emang hamilnya bisa berhenti? Ada ibu menyusui. Emang bayinya disuruh berhenti menyusu? Emang balita disuruh berhenti makan? Anak sekolah emang nggak boleh makan lagi?" kata Qodari dalam keterangannya dikutip Minggu (14/6/2026).


Pernyataan tersebut muncul setelah Program MBG menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen mahasiswa lainnya di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.


Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih karena dinilai membebani anggaran negara.


Namun pemerintah menilai berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tidak dapat dijadikan alasan untuk menghentikan manfaat yang saat ini sudah dirasakan masyarakat.


Qodari mengakui bahwa setiap program berskala nasional pasti menghadapi tantangan pada tahap pelaksanaan, terlebih ketika diterapkan secara masif di berbagai daerah dengan kondisi yang berbeda-beda.


"Program apa pun pasti mengalami dinamika pada tataran implementasi. Dari sebuah gagasan menjadi program operasional tentu akan ada variasi dan persoalan yang muncul," ujarnya.


Meski demikian, pemerintah memilih jalur evaluasi dan perbaikan dibandingkan penghentian program.


"Tetapi masalah itu bukan berarti membuat kita berhenti. Bukan membuat kita mundur. Kita evaluasi," tegasnya.


Sebagai bagian dari proses pembenahan, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah penataan terhadap pelaksanaan program di lapangan.


Salah satunya dengan menghentikan sementara pembangunan maupun persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang hingga kini belum beroperasi.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengembangan program berjalan lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan yang ada.


"Yang belum operasional itu di-stop dulu. Jadi semua yang statusnya persiapan, berapa persen pun, sejauh belum operasional di-stop dulu," jelas Qodari.


Sementara itu, fasilitas yang sudah berjalan akan menjadi fokus evaluasi pemerintah dalam beberapa waktu ke depan.


Evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari penerima manfaat, kualitas layanan, kondisi operasional SPPG, standar gizi makanan yang disediakan, hingga tata kelola program dan keterlibatan pelaku usaha lokal.


"Nah yang operasional ini akan dievaluasi. Dievaluasi dari penerimanya, kondisi SPPG-nya, segi gizinya, hingga tata kelola dan keterlibatan vendor lokal. Semua akan dievaluasi," katanya.


Pemerintah meyakini Program Makan Bergizi Gratis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dalam menekan angka stunting dan memperbaiki status gizi anak-anak.


Karena itu, di tengah kritik dan tuntutan yang berkembang, fokus pemerintah saat ini bukan menghentikan program, melainkan memastikan pelaksanaannya berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang menjadi target utama.


Perdebatan mengenai Program Makan Bergizi Gratis mungkin masih akan terus berlangsung. Namun untuk saat ini, sinyal dari pemerintah cukup jelas: program tersebut tetap berjalan, sementara evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang ditemukan di lapangan.


Diketahui, penghentian program MBG menjadi salah satu fokus tuntutan utama saat BEM Universitas Indonesia (UI) dan sejumlah mahasiswa lainnya menggelar saat demo di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) lalu. 


Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah, yaitu: 


1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 


2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). 


3. Menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. 


4. Menghentikan militerisme di ranah sipil. 


5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat