Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Ekbis
Modal Dana Desa, Kebun Melon Premium Kampung di Siak Jadi Harapan Baru Ekonomi
Senin, 15 Juni 2026 - 09:41:55 WIB
Bupati Siak Dr Afni Zulkifli

SULUHRIAU, Siak– Dana desa kerap dipandang sebatas anggaran pembangunan infrastruktur atau program rutin pemerintahan. Namun di Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, anggaran tersebut justru disulap menjadi usaha produktif yang kini mulai menghasilkan pendapatan bagi desa.


Di atas lahan seluas 1.500 meter persegi, ribuan tanaman melon premium tumbuh subur di dalam greenhouse modern. Hasilnya bukan hanya panen buah berkualitas tinggi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang dikelola langsung oleh masyarakat melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMkam).


Keberhasilan itu terlihat saat panen raya tahap kedua Agro Siak Farm yang digelar akhir pekan lalu. Ribuan buah melon siap dipasarkan setelah melalui masa tanam yang relatif singkat, hanya sekitar dua hingga tiga bulan.


Bupati Siak Afni Zulkifli yang meninjau langsung lokasi tersebut menilai keberhasilan Agro Siak Farm menjadi contoh bagaimana dana desa dapat dikelola menjadi usaha yang menghasilkan nilai ekonomi berkelanjutan.


"Jika dana desa dikelola dengan komitmen yang kuat, manajemen yang baik dan tepat sasaran, maka manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat melalui peningkatan pendapatan desa," ujarnya.


Namun cerita sukses ini tidak lahir dalam semalam. Menurut Penghulu Kampung Buantan Besar, Suwanto, proyek Agro Siak Farm mulai dibangun pada awal 2026 dengan modal awal sekitar Rp163 juta yang bersumber dari dana desa.


Alih-alih dikelola secara konvensional, pemerintah kampung menggandeng kelompok masyarakat melalui pola kerja sama yang difokuskan pada pengembangan usaha pertanian modern.


Hasilnya mulai terlihat dalam waktu kurang dari satu tahun.


Ketua Pengelola Agro Siak Farm, Siswanto, menjelaskan bahwa lahan tersebut saat ini memiliki tiga unit greenhouse dengan total sekitar 3.000 batang tanaman melon.


Teknologi greenhouse dipilih untuk menjaga kualitas tanaman dari gangguan cuaca dan serangan hama sehingga produktivitas dapat lebih terjamin.


"Dari satu greenhouse saja, hasil panennya bisa mencapai sekitar 1,2 ton melon premium. Jika tiga greenhouse panen bersamaan, total produksinya bisa mencapai sekitar 3,6 ton dalam satu siklus panen," jelasnya.


Melon yang dihasilkan bukan sembarang melon. Agro Siak Farm membudidayakan sejumlah varietas premium yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding melon biasa.


Di antaranya Sweet Lavender, Sweet Hami, Honey Globe, hingga Skid Row yang dipasarkan dengan harga berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.


Namun yang membuat usaha ini berbeda bukan hanya soal hasil panennya.


Pengelola juga mengembangkan konsep agro wisata yang memungkinkan pengunjung datang langsung ke lokasi kebun untuk melihat proses budidaya hingga memetik sendiri buah melon yang akan dibeli.


Konsep tersebut mulai menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan pengalaman berbeda dibanding membeli buah di pasar atau toko.


Pengunjung dapat berjalan di antara deretan tanaman melon yang tertata rapi di dalam greenhouse, memilih buah yang diinginkan, lalu langsung menimbang dan membawanya pulang.


Model usaha seperti ini dinilai memberikan nilai tambah karena tidak hanya mengandalkan penjualan hasil pertanian, tetapi juga membuka peluang sektor wisata berbasis edukasi.


Bagi Pemerintah Kabupaten Siak, keberhasilan Buantan Besar menjadi bukti bahwa desa memiliki peluang besar untuk tumbuh mandiri apabila mampu membaca potensi lokal dan mengelolanya secara profesional.


Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, langkah yang dilakukan Kampung Buantan Besar menunjukkan bahwa dana desa tidak selalu berakhir pada pembangunan fisik. 


Dengan pengelolaan yang tepat, anggaran tersebut bisa menjadi modal untuk menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.


Kini, dari balik greenhouse yang berdiri di sudut kampung itu, Buantan Besar mulai memetik hasil dari sebuah gagasan sederhana: menjadikan dana desa sebagai investasi masa depan, bukan sekadar belanja tahunan. (san)


Editor: Khairul


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat