Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Peristiwa
Abrasi Hantam Kuala Enok, Empat Rumah Ambruk ke Sungai, Sejumlah Warga Terdampak Mengungsi
Rabu, 17 Juni 2026 - 16:34:25 WIB

SULUHRIAU, Inhil- Ancaman abrasi kembali menghantui kawasan pesisir Indragiri Hilir. Kali ini, longsor yang terjadi di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah.


Peristiwa itu menyebabkan empat rumah warga ambruk dan terseret ke sungai, sementara belasan keluarga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan.


Peristiwa terjadi pada Selasa (16/6/2026) pagi di dua titik berbeda, yakni kawasan Pasar Kuala Enok sekitar pukul 09.45 WIB dan Jalan Kampung Jawa AEC sekitar pukul 10.00 WIB. 


Dalam waktu singkat, tepian sungai yang selama ini terus tergerus abrasi akhirnya runtuh, menyeret bangunan yang berdiri di atasnya.


Data sementara mencatat sedikitnya 14 rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, empat unit rumah tidak dapat diselamatkan karena langsung jatuh ke sungai yang berada tidak jauh dari muara laut.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir, R Arliansah, mengatakan kawasan tersebut memang termasuk wilayah rawan longsor akibat kondisi tanah yang labil dan terus terpapar hantaman gelombang.


"Tim masih berada di lokasi untuk membantu warga sekaligus melakukan pemantauan mengantisipasi kemungkinan longsor susulan," kata Arliansah, Rabu (17/6/2026).


Tak hanya merusak rumah warga, longsor juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum. Beberapa bagian jalan lingkungan mengalami kerusakan, begitu pula pelabuhan dan bangunan vihara yang berada di sekitar lokasi kejadian.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, dampak sosial yang ditimbulkan cukup besar. Belasan kepala keluarga kini mengungsi ke rumah sanak saudara dan kerabat yang dianggap lebih aman dari ancaman abrasi.


Untuk mengantisipasi kebutuhan warga terdampak, BPBD Inhil telah mendirikan posko darurat serta menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan pokok.


Selain melakukan evakuasi, petugas juga tengah mendata kerusakan dan menghitung kebutuhan penanganan lanjutan. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan instansi terkait terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi.


"Untuk bantuan dasar sudah mulai disalurkan. Saat ini yang paling mendesak adalah pengamanan area longsor dan perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti lansia dan balita," ujar Arliansah.


Kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai sekitar Rp320 juta. Namun di balik angka tersebut, tersimpan kekhawatiran yang lebih besar. Warga Kuala Enok kini kembali dihadapkan pada ancaman yang datang hampir setiap tahun: abrasi yang perlahan menggerus daratan dan mengancam permukiman di pesisir.


Bagi sebagian warga, longsor kali ini bukan sekadar bencana alam. Ia menjadi pengingat bahwa kawasan pesisir Kuala Enok membutuhkan penanganan yang lebih serius agar rumah-rumah yang tersisa tidak menjadi korban berikutnya. (sr2,src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat