Gandeng Provinsi, Pekanbaru Kebut Cek Kesehatan Gratis Lewat Sekolah hingga Perusahaan
SULUHRIAU, Pekanbaru– Dinas Kesehatan Pekanbaru tak jalan sendiri. Untuk mendongkrak capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG), Pemko menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Riau dalam langkah kolaborasi lintas sektor.
Hasilnya mulai terlihat. Kepala Dinkes Riau Zulkifli menyebut Pekanbaru kini berada di posisi ketiga di Riau dengan sekitar 84.000 jiwa yang sudah mengakses CKG, atau mencapai 12,5 persen.
“Kami hari ini menerima teman-teman Dinkes Pekanbaru untuk koordinasi langkah strategis percepatan CKG. Ke depan kami akan libatkan perguruan tinggi kesehatan, rumah sakit, klinik, tenaga kerja, dan perusahaan di Pekanbaru,” ujar Zulkifli, Kamis (18/6/2026).
Ia menambahkan, percepatan perlu digenjot karena masih ada 111 sekolah yang belum masuk ke aplikasi ASIK. Jika sekolah tidak terdaftar, capaian penginputan data akan ikut terdampak.
Zulkifli mengapresiasi kolaborasi dengan Dinkes Pekanbaru. Menurutnya, integrasi data penting untuk memperkuat layanan primer sehingga rujukan pasien dan identifikasi masalah kesehatan masyarakat bisa lebih cepat. Data itu juga memudahkan pemetaan kebutuhan obat, BHP, dan tindak lanjut bagi warga yang sakit.
Sementara itu, Sekdis Kesehatan Pekanbaru Dedy Sambudy menyebut dukungan Dinkes Riau sebagai terobosan besar. Ia meminta kepala puskesmas, terutama yang cakupannya rendah, menindaklanjuti hasil koordinasi agar capaian CKG meningkat.
“Hari ini kami hadirkan kepala puskesmas dengan cakupan rendah agar bisa belajar, melihat kelemahan, dan mengevaluasi kebijakan. Ke depan kami harap cakupannya membaik,” kata Dedy.
Ia menjelaskan, rendahnya cakupan dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya pemeriksaan di sekolah yang belum berjalan. Dedy menegaskan, CKG bukan sekadar pemeriksaan. Dengan deteksi dini, masyarakat bisa terhindar dari sakit berat yang berujung rawat inap atau operasi.
“Harapannya masyarakat patuh melakukan pemeriksaan ke Puskesmas. Kalau terindikasi ada masalah, bisa langsung diobati dan tidak sampai dirawat. Kalau tidak dirawat, biaya jadi lebih ringan,” jelasnya.
Bagi petugas kesehatan, data CKG juga membantu pemetaan kebutuhan obat di tiap puskesmas agar pengadaan lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan warga sekitar. (kim)
Komentar Anda :