Rekor Dunia Talam Durian Terpanjang Tercipta, Ribuan Warga Gigit Jari tak Kebagian
SULUHRIAU, Pekanbaru– Apa yang semula dirancang sebagai pesta rakyat untuk merayakan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru berubah menjadi lautan manusia yang memadati pusat kota.
Ribuan kendaraan tersendat, ruas jalan lumpuh, dan warga berdesakan demi satu tujuan: menyaksikan sekaligus mencicipi kue Ketan Talam Durian terpanjang di dunia.
Sejak Minggu (21/6/2026) pagi, Jalan Jenderal Sudirman dan sejumlah ruas jalan menuju lokasi acara dipadati masyarakat.
Antusiasme luar biasa itu dipicu oleh festival Talam Durian sepanjang sekitar satu kilometer yang digelar Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi kota.
Namun di balik keberhasilan mencetak rekor dunia, tak sedikit warga yang pulang dengan rasa kecewa.
Banyak pengunjung mengaku berangkat sejak subuh demi mendapatkan kesempatan menikmati sajian khas Melayu tersebut. Namun sesampainya di lokasi, mereka justru terjebak kemacetan panjang dan kepadatan manusia yang sulit ditembus.
Kemacetan mulai terasa dari sejumlah ruas jalan utama menuju pusat kota. Warga yang datang dari kawasan Panam, Rumbai hingga wilayah pinggiran Pekanbaru mengaku membutuhkan waktu berjam-jam hanya untuk mendekati lokasi acara.
Kondisi semakin padat di kawasan sekitar Jalan Pepaya dan sejumlah akses menuju Jalan Sudirman. Ribuan kendaraan nyaris tidak bergerak, sementara pejalan kaki harus berdesakan di tengah kerumunan yang terus bertambah.
Di lokasi utama, suasana tak kalah riuh. Ribuan warga memadati sisi kiri dan kanan hamparan talam durian yang membentang sepanjang jalan.
Rahmah (45), warga Kecamatan Payung Sekaki, mengaku datang bersama keluarganya sejak pagi. Namun setelah berjuang menembus keramaian, ia justru tidak berhasil mendapatkan talam durian yang dibagikan secara gratis.
"Sudah habis. Orang ramai sekali, sebentar saja langsung habis," ujarnya sambil menyeka keringat di tengah kerumunan.
Keluhan serupa terdengar dari banyak pengunjung lain. Sebagian besar mengaku hanya sempat melihat hamparan talam durian tanpa sempat mencicipinya.
Meski demikian, di tengah euforia dan kepadatan pengunjung, Pekanbaru berhasil mencatat sejarah baru.
Museum Rekor Indonesia (MURI) secara resmi menetapkan sajian Ketan Talam Durian yang digelar Pemko Pekanbaru sebagai yang terpanjang di dunia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dalam seremoni di lokasi acara.
Perwakilan MURI, Lutfi Syah Pradana, menyatakan sajian tersebut tidak hanya menjadi yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga yang terpanjang di dunia.
"Sajian Ketan Talam Durian ini resmi menjadi yang terpanjang di dunia," ujarnya saat menyerahkan sertifikat penghargaan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengaku terkejut dengan antusiasme masyarakat yang jauh melampaui perkiraan panitia.
"Jujur di luar ekspektasi. Saya tidak menyangka masyarakat yang hadir sebanyak ini. Antusiasmenya luar biasa," kata Agung.
Menurutnya, pengunjung tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Provinsi Riau, tetapi juga datang dari Sumatera Barat hingga Pulau Jawa.
Festival tersebut melibatkan puluhan pelaku UMKM lokal yang selama ini memproduksi kue talam durian sebagai salah satu kuliner khas Pekanbaru.
Selain membagikan talam durian secara gratis, panitia juga menyediakan ribuan buah durian untuk dinikmati masyarakat.
Di satu sisi, acara ini menjadi panggung promosi budaya dan kuliner lokal yang sukses menarik perhatian publik. Namun di sisi lain, ledakan jumlah pengunjung juga menjadi catatan penting bagi penyelenggara untuk evaluasi ke depan.
Sebab bagi sebagian warga, kenangan tentang hari itu bukan hanya soal rekor dunia yang berhasil dipecahkan, melainkan juga cerita tentang perjuangan berjam-jam menembus kemacetan, berdesakan di tengah lautan manusia, dan pulang tanpa sempat mencicipi talam durian yang menjadi pusat perhatian seluruh kota. (***)
Penulis dan Editor: Khairul
Komentar Anda :