Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Peristiwa
Membangun hingga Besar Berujung Masalah Hukum, Rida K Liamsi Curahkan Kekecewaan terhadap Riau Pos Group
Selasa, 30 Juni 2026 - 21:36:57 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru– Tiga puluh lima tahun lalu, Rida K Liamsi bersama sejumlah rekannya membangun sebuah surat kabar dengan segala keterbatasan. 


Dari sebuah media mingguan bermodal sederhana, Riau Pos tumbuh menjadi salah satu kelompok media terbesar di Sumatera. Namun kini, perjalanan panjang itu justru membawanya pada babak yang tak pernah ia bayangkan: berselisih dengan perusahaan yang ikut dibesarkannya hingga harus menghadapi proses hukum.


Melalui pernyataan pers yang disampaikan kepada media, mantan Chairman Riau Pos Group itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap manajemen perusahaan yang menurutnya tidak lagi menghargai jasa para pendiri serta mengabaikan nilai-nilai yang menjadi fondasi berdirinya grup media tersebut.


Rida menuturkan, Riau Pos lahir pada 1991 melalui perjuangan sejumlah jurnalis dan pekerja media yang membangun perusahaan dari bawah. Dalam perjalanannya, perusahaan berkembang pesat di bawah jaringan Jawa Pos Group hingga memiliki puluhan media di Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.


Tak hanya bergerak di media cetak, ekspansi juga merambah ke bidang percetakan, televisi, hingga properti. Menurut Rida, perkembangan tersebut membuat nilai aset perusahaan meningkat signifikan dan pada 2016 diperkirakan mendekati Rp1 triliun.


Di antara aset yang disebutnya menjadi simbol pertumbuhan perusahaan adalah Gedung Graha Pena di Pekanbaru dan Batam serta sejumlah aset milik anak perusahaan di berbagai daerah.


Namun, di balik perjalanan itu, Rida mengaku menyimpan kekecewaan yang mendalam. Ia menilai hubungan yang dahulu dibangun atas dasar kebersamaan kini berubah menjadi konflik yang menyeret para pendiri ke posisi yang tidak lagi dihargai.


"Bukan hanya jasa kami yang dilupakan, tetapi kami juga diperlakukan secara semena-mena," ujar Rida dalam pernyataan tertulisnya.


Dalam keterangannya, Rida juga menyampaikan sejumlah klaim terkait pengelolaan perusahaan, termasuk proses pengambilalihan aset strategis yang menurutnya dilakukan dengan nilai di bawah harga pasar. 


Ia turut mempertanyakan posisi pemegang saham mayoritas yang kini mengendalikan perusahaan melalui PT Jawa Pos Jaringan Media Nusantara (JJMN).


Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan klaim dari Rida K Liamsi. Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan resmi dari manajemen Riau Pos Group maupun PT Jawa Pos Jaringan Media Nusantara terkait pernyataan tersebut.


Selain persoalan aset, Rida juga menyoroti kondisi perusahaan yang menurutnya mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 


Ia mengklaim sejumlah unit usaha tidak lagi beroperasi dari gedung yang selama ini menjadi ikon perusahaan. Ia juga menyebut adanya karyawan yang dirumahkan maupun memasuki masa pensiun dini, serta masih terdapat penyelesaian hak-hak pekerja yang berlangsung secara bertahap.


Di tengah perselisihan tersebut, Rida kini juga menghadapi proses hukum setelah dilaporkan atas dugaan penggelapan dana perusahaan saat masih menjabat sebagai Chairman Riau Pos Group.


Meski demikian, ia menegaskan akan mengikuti seluruh tahapan proses hukum yang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum serta pengadilan.


"Saya serahkan semuanya kepada proses hukum. Biarlah pengadilan nanti yang membuktikan," katanya.


Rida juga berpendapat bahwa perkara yang kini dihadapinya tidak dapat dipisahkan dari perbedaan pandangan dengan manajemen perusahaan mengenai sejumlah kebijakan yang diambil dalam beberapa tahun terakhir. 


Ia bahkan menduga kedekatannya dengan pendiri Jawa Pos, Dahlan Iskan, turut memengaruhi dinamika yang terjadi. Pernyataan tersebut juga merupakan pandangan pribadi Rida.


Dalam refleksinya, Rida menyebut dirinya bukan satu-satunya pendiri yang merasakan kekecewaan. Ia mengenang sejumlah tokoh yang menurutnya ikut membangun Riau Pos sejak awal, seperti almarhum Zulmansyah Sekedang, Sutrianto, Makmur Kasim, dan Asnida Syukur.


Terlepas dari polemik yang berkembang, kisah Rida K Liamsi menjadi potret bahwa perjalanan panjang membangun sebuah institusi tidak selalu berakhir sesuai harapan. 


Di sisi lain, proses hukum yang sedang berlangsung masih berjalan dan seluruh pihak tetap memiliki hak yang sama untuk menyampaikan keterangan serta memperoleh perlakuan yang adil sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Riau Pos Group maupun PT Jawa Pos Jaringan Media Nusantara sebagai tanggapan atas pernyataan Rida K Liamsi. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat