Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Metropolis
Dua Warga Meninggal Karena Diare di Rumbai Barat, Setelah Dicek Wawako Pekanbaru Sanitasi Buruk
Jumat, 10 Juli 2026 - 22:17:45 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru– Pemerintah Kota Pekanbaru bergerak cepat merespons kasus diare yang menimpa warga di Jalan Pantau RT 04/RW 05, Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai Barat. 


Dari tujuh warga yang terdampak, dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lima lainnya telah pulih.


Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar langsung turun ke lokasi pada Jumat 10 Juli 2026 untuk meninjau kondisi warga sekaligus memastikan penanganan berjalan.


"Kami datang untuk memastikan kondisi lima korban yang tersisa sudah sehat. Selain itu, kami juga menyerahkan bantuan makanan dan tambahan gizi kepada 15 balita yang berada di lingkungan ini," ujar Markarius.


Hasil Lab: Sumber Bukan dari Air Minum


Pemko Pekanbaru bersama tim kesehatan juga melakukan pemeriksaan lingkungan untuk menelusuri penyebab kasus. Berdasarkan uji laboratorium, air sumur warga dan air galon yang dikonsumsi dinyatakan negatif bakteri.


"Hasil laboratorium menunjukkan sumur warga sudah diperiksa dan hasilnya negatif. Air galon yang digunakan juga negatif. Artinya, sumber bakteri bukan berasal dari air minum," jelas Markarius.


Dugaan sementara mengarah pada buruknya sanitasi lingkungan. Markarius menyebut masih banyak rumah di kawasan tersebut yang belum memiliki fasilitas mandi, cuci, dan kakus MCK yang layak.


"Sanitasi menjadi persoalan utama di sini. Banyak rumah belum memiliki MCK," ungkapnya.


Kondisi itu membuat sebagian warga masih buang air besar di kebun. Hal tersebut dinilai berpotensi memicu penyebaran bakteri melalui lalat yang hinggap pada makanan. Ditambah lagi, pola konsumsi makanan yang kurang higienis diduga turut menjadi faktor penyebaran penyakit.


Akses Air Bersih Jadi Perhatian


Selain sanitasi, keterbatasan akses air bersih juga menjadi perhatian Pemko. Sebagai langkah penanganan jangka menengah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PUPR akan ditugaskan mengkaji kemungkinan pembangunan sumur bor di wilayah tersebut.


"Kami akan menugaskan Dinas PUPR untuk melihat kemungkinan pembangunan sumur bor agar warga memiliki akses air bersih dan fasilitas MCK yang memadai," kata Markarius.


52 KK Tinggal di Lokasi, Sebagian Belum Miliki Dokumen


Ketua RT 04, Saberi, mengatakan di wilayahnya terdapat 52 kepala keluarga. Mayoritas warga bekerja sebagai buruh di Tempat Pembuangan Akhir TPA Muara Fajar, buruh bangunan, pekerja perkebunan sawit, hingga pengrajin batu bata.


Ia mengaku baru mengetahui adanya kasus diare setelah mendapat kabar meninggalnya seorang warga. Tidak lama kemudian, korban kedua juga meninggal dengan dugaan muntah dan diare muntaber.


"Kami baru mengetahui setelah ada warga yang meninggal dunia. Saat itu penyebabnya belum diketahui. Sehingga kami langsung mengimbau apabila ada warga yang sakit agar segera dibawa ke puskesmas," ujar Saberi.


Sejak kasus mencuat, petugas puskesmas, pemerintah provinsi, hingga kader posyandu telah beberapa kali melakukan pemeriksaan kesehatan dan pendataan warga.


Saberi juga mengungkapkan masih ada warga yang belum memiliki dokumen kependudukan sehingga belum terdata dalam pelayanan kesehatan maupun kegiatan posyandu.


"Kami terus mengimbau warga agar segera mengurus administrasi kependudukan. Dengan begitu mereka lebih mudah mendapatkan pelayanan pemerintah, termasuk layanan kesehatan," pungkasnya. (kim)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat