Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Peristiwa
BBKSDA Riau Perketat Mitigasi Konflik Satwa
Harimau Sumatera Lompat ke Motor Pekerja Sawit di Siak, Korban Lolos dari Maut
Selasa, 21 Juli 2026 - 17:26:59 WIB

SULUHRIAU, Siak – Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di Provinsi Riau. 


Seorang pekerja kebun sawit di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, nyaris menjadi korban serangan Harimau Sumatera setelah satwa dilindungi tersebut tiba-tiba melompat ke bagian belakang sepeda motor yang dikendarainya saat mengangkut hasil panen.


Peristiwa yang terjadi pada 14 Juli 2026 itu langsung mendapat perhatian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. 


Tim konservasi segera diterjunkan ke lokasi guna memastikan kronologi kejadian sekaligus melakukan langkah mitigasi agar konflik antara manusia dan Harimau Sumatera tidak semakin meluas.


Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan interaksi negatif antara Harimau Sumatera dengan seorang warga dan langsung melakukan pemantauan di lapangan.


"Tim segera kami turunkan untuk melakukan pengecekan lokasi, mengumpulkan informasi dari saksi, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait," ujar Supartono, Selasa (21/7/2026).


Berdasarkan hasil penelusuran, korban bernama Agus merupakan pekerja di kebun sawit milik Ahmad Rokani. Sekitar pukul 10.00 WIB, Agus sedang mengangkut tandan buah segar menggunakan sepeda motor dan melintasi jalur kebun seperti biasa.


Namun tanpa diduga, seekor Harimau Sumatera tiba-tiba muncul dan melompat ke bagian belakang sepeda motor. Satwa tersebut sempat mencakar keranjang yang dibawa korban.


Dalam situasi panik, Agus memilih terus memacu sepeda motornya hingga berhasil menjauh dari lokasi. Tindakan cepat itu membuatnya selamat dan terhindar dari kemungkinan serangan lanjutan.


"Korban berhasil menyelamatkan diri dengan terus menjalankan sepeda motornya hingga keluar dari lokasi kejadian," kata Supartono.


Kemunculan Harimau Sumatera di kawasan itu ternyata tidak berhenti sampai di situ. Empat hari kemudian, tepatnya pada 18 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, dua warga bernama Amir dan Dodi kembali melihat seekor harimau di sekitar Kilometer 4 Desa Mengkapan.


Menurut keterangan saksi, harimau tersebut keluar dari parit di sisi jalur pipa dan sempat melangkah menuju badan jalan. Namun saat berpapasan dengan sepeda motor yang dikendarai Amir, satwa itu memilih berbalik arah dan kembali masuk ke area parit.


Dalam perjumpaan tersebut, harimau tidak menunjukkan perilaku agresif maupun upaya menyerang pengendara.


Menindaklanjuti laporan itu, tim BBKSDA Riau kembali menyisir lokasi. Namun hingga proses pemeriksaan selesai dilakukan, petugas belum menemukan jejak kaki maupun tanda-tanda terbaru keberadaan Harimau Sumatera.


Keterangan warga setempat juga mengungkap bahwa kemunculan Harimau Sumatera di kawasan Mengkapan bukan merupakan kejadian pertama. 


Salah seorang warga, Gianto, menyebut satwa itu beberapa kali terlihat melintas di sekitar area kebun dan hutan, tetapi selama ini tidak pernah menyerang masyarakat.


Meski demikian, BBKSDA Riau menilai kondisi tersebut perlu diwaspadai mengingat kawasan tersebut diduga merupakan lintasan alami Harimau Sumatera. 


Karena itu, pemantauan intensif bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat akan terus dilakukan guna meminimalkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar.


BBKSDA Riau juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan yang berpotensi menjadi habitat maupun jalur jelajah Harimau Sumatera. 


Warga diminta menghindari aktivitas seorang diri, terutama pada sore hingga malam hari, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat keberadaan harimau atau satwa liar lainnya.


Selain itu, masyarakat diimbau mengaktifkan kembali patroli keamanan lingkungan sebagai langkah deteksi dini dan menjaga keselamatan bersama.


Seorang pekerja kebun sawit di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, nyaris menjadi korban serangan Harimau Sumatera setelah satwa dilindungi tersebut tiba-tiba melompat ke bagian belakang sepeda motor yang dikendarainya saat mengangkut hasil panen.


Peristiwa yang terjadi pada 14 Juli 2026 itu langsung mendapat perhatian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. 


Tim konservasi segera diterjunkan ke lokasi guna memastikan kronologi kejadian sekaligus melakukan langkah mitigasi agar konflik antara manusia dan Harimau Sumatera tidak semakin meluas.


Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan interaksi negatif antara Harimau Sumatera dengan seorang warga dan langsung melakukan pemantauan di lapangan.


"Tim segera kami turunkan untuk melakukan pengecekan lokasi, mengumpulkan informasi dari saksi, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait," ujar Supartono, Selasa (21/7/2026).


Berdasarkan hasil penelusuran, korban bernama Agus merupakan pekerja di kebun sawit milik Ahmad Rokani. Sekitar pukul 10.00 WIB, Agus sedang mengangkut tandan buah segar menggunakan sepeda motor dan melintasi jalur kebun seperti biasa.


Namun tanpa diduga, seekor Harimau Sumatera tiba-tiba muncul dan melompat ke bagian belakang sepeda motor. Satwa tersebut sempat mencakar keranjang yang dibawa korban.


Dalam situasi panik, Agus memilih terus memacu sepeda motornya hingga berhasil menjauh dari lokasi. Tindakan cepat itu membuatnya selamat dan terhindar dari kemungkinan serangan lanjutan.


"Korban berhasil menyelamatkan diri dengan terus menjalankan sepeda motornya hingga keluar dari lokasi kejadian," kata Supartono.


Kemunculan Harimau Sumatera di kawasan itu ternyata tidak berhenti sampai di situ. Empat hari kemudian, tepatnya pada 18 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, dua warga bernama Amir dan Dodi kembali melihat seekor harimau di sekitar Kilometer 4 Desa Mengkapan.


Menurut keterangan saksi, harimau tersebut keluar dari parit di sisi jalur pipa dan sempat melangkah menuju badan jalan. Namun saat berpapasan dengan sepeda motor yang dikendarai Amir, satwa itu memilih berbalik arah dan kembali masuk ke area parit.


Dalam perjumpaan tersebut, harimau tidak menunjukkan perilaku agresif maupun upaya menyerang pengendara.


Menindaklanjuti laporan itu, tim BBKSDA Riau kembali menyisir lokasi. Namun hingga proses pemeriksaan selesai dilakukan, petugas belum menemukan jejak kaki maupun tanda-tanda terbaru keberadaan Harimau Sumatera.


Keterangan warga setempat juga mengungkap bahwa kemunculan Harimau Sumatera di kawasan Mengkapan bukan merupakan kejadian pertama. 


Salah seorang warga, Gianto, menyebut satwa itu beberapa kali terlihat melintas di sekitar area kebun dan hutan, tetapi selama ini tidak pernah menyerang masyarakat.


Meski demikian, BBKSDA Riau menilai kondisi tersebut perlu diwaspadai mengingat kawasan tersebut diduga merupakan lintasan alami Harimau Sumatera. 


Karena itu, pemantauan intensif bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat akan terus dilakukan guna meminimalkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar.


BBKSDA Riau juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan yang berpotensi menjadi habitat maupun jalur jelajah Harimau Sumatera. 


Warga diminta menghindari aktivitas seorang diri, terutama pada sore hingga malam hari, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat keberadaan harimau atau satwa liar lainnya.


Selain itu, masyarakat diimbau mengaktifkan kembali patroli keamanan lingkungan sebagai langkah deteksi dini dan menjaga keselamatan bersama. (src, mcr)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat