Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Riau Masuk 10 Provinsi Prioritas Nasional Penanganan Karhutla, Luasan Capai 15.477 Hektare
Senin, 10 Agustus 2026 - 22:40:15 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Riau sebagai salah satu dari 10 provinsi prioritas penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional.


Penetapan itu disampaikan langsung Kepala BNPB RI Letnan Jenderal TNI Dr Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla, Senin (10/8/2026).


Data yang dirilis mencakup periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026. Dari data tersebut, Riau menempati posisi kedua dengan luasan terdampak paling besar.


"Disusul dengan Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Lampung dan Aceh. Terakhir di Kalimantan Tengah," kata Letnan Jenderal TNI Dr Suharyanto.


Secara rinci, luas Karhutla di Riau mencapai 15.477,95 hektare. Dari jumlah itu, 1.100,71 hektare terjadi di kawasan hutan, dan 14.377,24 hektare berada di area non hutan.


Posisi pertama ditempati Kalimantan Barat dengan total 28.680,47 hektare. Rinciannya 649,43 hektare di hutan dan 28.031,04 hektare di non hutan.


Berikutnya Nusa Tenggara Timur dengan 10.538,30 hektare, terdiri dari 36,40 hektare kawasan hutan dan 10.501,89 hektare non hutan. Maluku menyusul dengan 7.091,07 hektare, dengan 20,71 hektare di hutan dan 7.070,36 hektare di non hutan.


"Di Maluku, Karhutla terjadi 7.091,07 hektare dengan pembagian 20,71 hektare dalam kawasan hutan dan 7.070,36 hektare pada non hutan," katanya.


Posisi kelima Papua Selatan dengan 6.281,81 hektare, terdiri dari 122,27 hektare hutan dan 6.159,54 hektare non hutan.


Kemudian Nusa Tenggara Barat tercatat 5.759,19 hektare, dengan rincian 209,43 hektare hutan dan 5.549,76 hektare non hutan.


"Di Nusa Tenggara Barat, terdapat luasan Karhutla mencapai 5.759,19 hektare dengan pembagian 209,43 hektare pada kawasan hutan dan 5.549,76 hektare pada kawasan non hutan," ungkapnya.


Kepulauan Riau berada di urutan ketujuh dengan 5.709,27 hektare, yakni 63,27 hektare di hutan dan 5.646,00 hektare di non hutan. Lampung mencatat 3.489,42 hektare, dengan 19,82 hektare hutan dan 3.469,61 hektare non hutan.


"Sementara di Aceh, kawasan yang terdampak Karhutla mencapai 3.099,05 hektare dengan pembagian 508,18 hektare pada kawasan hutan dan 2.590,83 hektare pada kawasan non hutan," ungkapnya.


Terakhir Kalimantan Tengah dengan 3.069,52 hektare, terdiri dari 147,16 hektare hutan dan 2.922,36 hektare non hutan.


Dengan masuknya Riau dalam daftar prioritas, BNPB meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat upaya pencegahan serta pemadaman Karhutla di lapangan. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat