Minggu, 23 Agustus 2026 Coba Buang Barang Bukti, Aksi Pengedar Sabu di Kuok Digagalkan Polisi | Bupati Kampar Serahkan Proposal Lingkungan ke Menteri LHK, Fokus Atasi Karhutla dan Lestarikan Gambut | Tantangan Media Digital, SMSI dan RRI Bangun Ekosistem Informasi yang Sehat | Langit Kampar Berasap, BMKG Sebut Massa Asap Bergerak dari Jambi | Menteri LHK dan Kapolda Riau Tinjau Lahan Terbakar di Tambang Kampar, Pastikan Karhutla Tertangani | Dari Lapangan Kuok, Bupati Yuzar Ingin Lahir Bibit Pemain Kampar untuk Nasional
 
 
☰ Kampar
Bupati Kampar Serahkan Proposal Lingkungan ke Menteri LHK, Fokus Atasi Karhutla dan Lestarikan Gambut
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:04:06 WIB

SULUHRIAU, Kampar - Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UPTT) jadi titik temu penting Sabtu (23/8/2026). 


Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat hadir langsung ke Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar.


Ia disambut Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar. Kunjungan diawali dengan penanaman pohon bersama di kawasan kampus.


Momen itu dimanfaatkan Pemkab Kampar untuk menyampaikan aspirasi. Bupati Ahmad Yuzar secara langsung menyerahkan proposal bidang lingkungan kepada Menteri LHK.


Proposal itu berisi harapan dukungan pemerintah pusat. Fokusnya pada pelestarian lingkungan dan penanganan persoalan lingkungan di Kampar.


"Selamat datang di Kabupaten Kampar. Ini momentum tepat bagi kami menyampaikan kondisi dan persoalan lingkungan di daerah secara langsung," kata Ahmad Yuzar.


Bupati menyebut Kebun Raya UPTT sebagai kebanggaan daerah. Ia menegaskan dukungan penuh Pemkab terhadap pengembangan kawasan hijau milik kampus itu.


Menteri LHK Muhammad Jumhur Hidayat menyambut baik. Ia menyatakan kesiapan kementerian mendukung upaya pelestarian yang dilakukan UPTT.


"Kami siap memberikan dukungan. Ini tidak lepas dari kesungguhan pemerintah daerah dan seluruh pihak agar kebun raya ini terus kita jaga," ujarnya.


Dalam kesempatan itu Menteri LHK juga menyinggung Karhutla. Ia menyebut kondisi kebakaran hutan dan lahan di Riau saat ini sudah jauh membaik.


"Secara umum kondisinya sudah berkurang drastis. Tapi ini harus terus kita jaga bersama melalui kolaborasi dan langkah nyata," katanya.


Rektor UPTT Prof. Dr. Amir Lutfi menyebut kunjungan tersebut sebagai kehormatan. Ia memaparkan komitmen kampus di bidang lingkungan.


Saat ini UPTT mengelola Taman Kehati 10 hektare. Ada juga Kebun Raya 30 hektare dan kawasan preservasi sekitar 2.900 hektare.


"Ini tanggung jawab kami sebagai institusi pendidikan," ujar Amir Lutfi.


Komitmen itu sudah berbuah. UPTT mendapat penghargaan dari BRIN sebagai salah satu universitas pengelola kebun raya.


Ke depan, Kebun Raya UPTT ditargetkan berkembang dari 30 hektare menjadi 100 hektare. Fungsinya tidak hanya konservasi.


Kawasan itu juga jadi pusat edukasi, penelitian, wisata alam, dan penyelamatan keanekaragaman hayati.


Sebagai bagian dari keseriusan itu, UPTT akan menggelar Simposium Lingkungan Internasional pada 8 Oktober 2026. Peserta direncanakan datang dari akademisi empat benua.


Bupati Kampar berharap kunjungan ini memperkuat sinergi. Antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.


Tujuannya satu, menjaga kelestarian lingkungan dan mewariskan kekayaan alam untuk generasi mendatang.


"Pendidikan, kepedulian, kolaborasi dan sinergi jadi kunci menjaga keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya di Kampar," pungkas Ahmad Yuzar. (hpk)


 




 
Berita Lainnya :
  • Coba Buang Barang Bukti, Aksi Pengedar Sabu di Kuok Digagalkan Polisi
  • Bupati Kampar Serahkan Proposal Lingkungan ke Menteri LHK, Fokus Atasi Karhutla dan Lestarikan Gambut
  • Tantangan Media Digital, SMSI dan RRI Bangun Ekosistem Informasi yang Sehat
  • Langit Kampar Berasap, BMKG Sebut Massa Asap Bergerak dari Jambi
  • Menteri LHK dan Kapolda Riau Tinjau Lahan Terbakar di Tambang Kampar, Pastikan Karhutla Tertangani
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Coba Buang Barang Bukti, Aksi Pengedar Sabu di Kuok Digagalkan Polisi
    02 Bupati Kampar Serahkan Proposal Lingkungan ke Menteri LHK, Fokus Atasi Karhutla dan Lestarikan Gambut
    03 Tantangan Media Digital, SMSI dan RRI Bangun Ekosistem Informasi yang Sehat
    04 Langit Kampar Berasap, BMKG Sebut Massa Asap Bergerak dari Jambi
    05 Menteri LHK dan Kapolda Riau Tinjau Lahan Terbakar di Tambang Kampar, Pastikan Karhutla Tertangani
    06 Dari Lapangan Kuok, Bupati Yuzar Ingin Lahir Bibit Pemain Kampar untuk Nasional
    07 Tolak LMK dan Link Tax, LMC Dorong Skema B2B untuk Royalti Jurnalisme
    08 Kemenkum Riau Perkuat Responsivitas Layanan Lewat Forum
    09 Apel Jumat Pagi, Kakanwil Kemenkum Riau Kebut Persiapan WBBM dan Rapikan Administrasi
    10 Perkuat Kualitas Regulasi, Kemenkum Riau Dalami Uji UU di Mahkamah Konstitusi
    11 Dua Hari Dicari, Remaja 17 Tahun yang Tenggelam di Sungai Kuantan Ditemukan Meninggal
    12 Kebakaran Hanguskan 3 Rumah di Silam Kuok, Bupati Kampar Tinjau Lokasi
    13 Keramat Jubah Merah, Pangeran STM, dan Tigo Pusako Bawa Nama Sentajo Raya di Hari Ke-3, Pemenangnya?
    14 Remaja 17 Tahun Terseret Arus Sungai Kuantan, Pencarian Hari Kedua Tim SAR Gabungan Sisir hingga 2 KM
    15 Padamkan Karhutla di Rimbo Panjang, Helikopter Water Booming dan 27 Personel Gabungan Diterjunkan
    16 Tak Ada Bayangan, Ini 10 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW yang Menakjubkan tak Banyak Diketahui
    17 Tim Ombudsman Riau Lakukan Penilaian Pelayanan Publik Imigrasi Pekanbaru
    18 Bupati Kampar Serahkan 2 Unit Combine Harvester dari Kementan Genjot Produktivitas Pangan
    19 DLHK Pekanbaru Tetapkan 3 Kelurahan Teladan, 3 Lainnya Masih Pembinaan
    20 UI Alkifayah dan KAMUS Riau Bedah Buku Transformasi Hukum Pidana Islam ke Hukum Positif
    21 Bupati Ahmad Yuzar Serahkan Bantuan Baznas Kampar Cerdas untuk 90 Siswa
    22 Pelajaran dari Pilkada 2024 Dibahas, KPU Riau Perkuat Literasi Pemilu Anak Muda Melalui Sekolah Hijau
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat