Kamis, 27 Agustus 2026 Harga Ayam Potong di Tembilahan Meroket ke Rp65.000 per Kg, Pedagang dan UMKM Kelimpungan | Dari Jakarta untuk Desa, SMSI Luncurkan Pokja Newsroom di 5 Provinsi | 5 Pelaku Sindikat Curanmor Pekanbaru-Kampar Ditangkap Polda Riau dan Amanka 44 Motor | | Kemenkum Riau Dampingi UMK, Empat Pelaku Usaha Berhasil Jadi Perseroan Perorangan | Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Pengumuman Perseroan dan Yayasan, Perkuat Layanan BNRI dan TBNRI
 
 
☰ Peristiwa
Karhutla di Rimbo Panjang Masuk Hari ke 11, Angin Jadi Kendala Pemadaman Total
Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:45:23 WIB

SULUHRIAU, Kampar— Sudah 11 hari api di Rimbo Panjang belum benar-benar padam. Selasa (25/8/2026) pukul 08.30 WIB, operasi pemadaman kembali digeber di Jalan Keluarga, Dusun II, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang. Titik koordinatnya 0.426282, 101.318764.


Lahan yang terbakar sekitar 13 hektare. Medannya berat. Tanah gambut dalam tertutup semak rapat. Api sering bersembunyi di bawah permukaan dan bisa menyala lagi kapan saja.


Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang memimpin langsung operasi. Kekuatan dibagi menjadi 10 regu. Masing-masing regu ditugaskan di 10 titik kritis.


Total 283 personel gabungan diterjunkan. Rinciannya, Polri 153 orang, Brimob 45 orang, TNI 30 orang, BPBD 18 orang, Manggala Agni 18 orang. 


Dukungan juga datang dari swasta. PT SBAL 9 orang, PT Tasma Puja 4 orang, dan PT Rama Jaya Pramukti 6 orang. Mereka membawa alat dan kendaraan sendiri.


Peralatan disesuaikan dengan kondisi gambut. Brimob membawa pompa ministriker, nosel, selang, mesin Robin. Polres Kampar mengerahkan 7 unit ministriker dan 1 unit Robin. 


TNI menyiapkan tangki air. BPBD membawa mesin pompa bertekanan. Manggala Agni datang dengan peralatan khusus gambut. Perusahaan swasta menurunkan mobil damkar dan pompa jinjing.


Tantangan terbesar bukan hanya api. Arah angin kencang membuat penyemprotan sulit diarahkan ke pusat api. Angin juga berpotensi menyebarkan percikan dan asap ke titik baru.


Karena itu strateginya diubah. Selain memadamkan api yang terlihat, tim membuat blokade di lahan yang belum terbakar. Tujuannya mencegah penjalaran. Penyiraman menyeluruh juga dilakukan untuk pendinginan.


Garis polisi dipasang di sekeliling lokasi. Ini untuk keamanan dan mengatur lalu lintas warga yang melintas.


Menjelang pukul 12.00 WIB api sudah bisa dikendalikan. Tapi asap tipis masih mengepul dari lapisan bawah gambut. Itu tanda masih ada panas di dalam tanah.


Operasi pendinginan pun diperpanjang. Tim tidak akan mundur sebelum dipastikan benar-benar aman.


Kepada seluruh personel, Kapolres Boby menekankan keselamatan. 


"Saya tegaskan, keselamatan dan kesehatan Personil adalah prioritas utama. Medan gambut dan angin kencang adalah musuh berat, namun semangat kebersamaan kita tak tergoyahkan. Bekerjalah dengan hati-hati, saling menjaga rekan sejawat, dan gunakan perlengkapan pelindung diri dengan benar," ujarnya.


Ia juga mengimbau warga Kampar, khususnya di Tambang, untuk tetap waspada. Hindari aktivitas yang memicu api. Jika berada dekat lokasi, gunakan masker.


"Kami akan terus berjuang hingga api benar-benar padam dan wilayah kembali aman," tegas Boby.


Identitas pemilik lahan masih ditelusuri. Sementara itu, fokus utama tetap satu: memadamkan total dan mencegah kebakaran susulan. (hpk)


 




 
Berita Lainnya :
  • Harga Ayam Potong di Tembilahan Meroket ke Rp65.000 per Kg, Pedagang dan UMKM Kelimpungan
  • Dari Jakarta untuk Desa, SMSI Luncurkan Pokja Newsroom di 5 Provinsi
  • 5 Pelaku Sindikat Curanmor Pekanbaru-Kampar Ditangkap Polda Riau dan Amanka 44 Motor
  • Kemenkum Riau Dampingi UMK, Empat Pelaku Usaha Berhasil Jadi Perseroan Perorangan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Harga Ayam Potong di Tembilahan Meroket ke Rp65.000 per Kg, Pedagang dan UMKM Kelimpungan
    02 Dari Jakarta untuk Desa, SMSI Luncurkan Pokja Newsroom di 5 Provinsi
    03 5 Pelaku Sindikat Curanmor Pekanbaru-Kampar Ditangkap Polda Riau dan Amanka 44 Motor
    04
    05 Kemenkum Riau Dampingi UMK, Empat Pelaku Usaha Berhasil Jadi Perseroan Perorangan
    06 Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Pengumuman Perseroan dan Yayasan, Perkuat Layanan BNRI dan TBNRI
    07 Kabut Asap Pekat di Kampar, Bupati Ahmad Yuzar: Pakai Masker Saat Keluar Rumah
    08 Kemenkum Riau dan LAN RI Bedah Kebijakan Bantuan Hukum, Dorong Rekomendasi Berbasis Data
    09 Kemenkum Riau Tindaklanjuti Rekomendasi BPK, Perkuat Tata Kelola Bantuan Hukum
    10 Residivis Gasak Rumah Warga Rumbio Jaya Subuh-Subuh, Korban Rugi Senilai Rp62 Juta
    11 Kondisi Udara Barbahaya Akibat Kabut Asap, Pemko Pekanbaru Perpajang Sekolah Daring Tiga Hari
    12 Karhutla di Rimbo Panjang Masuk Hari ke 11, Angin Jadi Kendala Pemadaman Total
    13 Kemenkum Riau ''Bedah'' 6 Ranperda Dumai, Dorong Regulasi Selaras dan Tak Tumpang Tindih
    14 Suhu Politik Memanas, SMSI Serukan Pers Daerah Sajikan Informasi Berimbang
    15 Api Belum Padam di Rimbo Panjang, Bupati Kampar Pimpin Langsung Penanganan
    16 Kemenkum Riau Genjot Posbankum Desa, Siapkan Calon Pemberi Bantuan Hukum 2028-2030
    17 Kemenkum Riau dan Polda Riau Perkuat Sinergi Pengawasan Pelanggaran Kekayaan Intelektual
    18 Saat Prabowo di Riau, Api Karhutla di Rimbo Panjang Kampar Masih Menyala
    19 Modus ''Pura-Pura Mancing'' Tersangka Karhutla Jadi Sorotan, Prabowo Perintahkan Bawa ke Jakarta
    20 Dorong UMK Naik Kelas, Kemenkum Riau Sosialisasikan Kemudahan Perseroan Perorangan
    21 Apel Pagi Digelar dalam Ruangan, Kemekum Riau Tekankan Disiplin Persiapan Penilaian WBBM
    22 Perintah Prabowo saat di Riau: Kejar Hotspot, Bor 300 Sumur Air Sebelum Api Karhutla Menyala
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat