Abdul Wahid Tawarkan 3T Kiat Sukses ke Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau
SULUHRIAU, Pekanbaru– Gedung PKM Universitas Islam (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau ramai, Selasa (8/9/2026).
Di sana ratusan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengikuti Pembinaan Basic Keislaman dan Modernisasi Beragama.
Narasinya tidak menggurui. H Abdul Wahid, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam Kemenag Pelalawan, datang membawa pesan sederhana tapi menusuk: hidup kampus butuh kompas.
Kompas itu ia namai 3T. Tekad, Tekun, Tawakal.
Ia mengaitkan 3T dengan tiga fondasi utama dalam Islam. Akidah, Ibadah, dan Akhlak. Ketiganya menurutnya tidak bisa dipisahkan jika ingin sukses dunia dan akhirat.
Akidah ia letakkan paling awal. Itu fondasi keyakinan yang mantap di hati kepada Allah SWT dan seluruh ajaran Islam. Tanpa keraguan. Tanpa goyah saat tren dan opini datang silih berganti.

Lalu Ibadah. Bukan hanya salat lima waktu. Ibadah adalah bentuk ketundukan dan cinta, baik yang mahdhah maupun ghairu mahdhah. Dari salat, zikir, sampai kerja kampus yang diniatkan ibadah.
Terakhir Akhlak. Sistem moral yang terpancar spontan. Ke Allah dengan taat dan ikhlas. Ke manusia dengan jujur, amanah, dan sopan santun. Ke alam dengan merawat tumbuhan dan menyayangi makhluk ciptaan-Nya.
Wahid jujur soal tantangan mahasiswa hari ini. Jadwal kuliah padat, tugas menumpuk, organisasi mengejar. Akibatnya salat sering telat. Ibadah sunnah tergeser.
Ada lagi gangguan yang nyata. Gawai dan media sosial. Layar ponsel membuat fokus ibadah buyar. Interaksi dengan Al-Qur'an pun makin sedikit.
Bahkan ada yang terjebak rutinitas hambar. Ibadah berubah jadi formalitas. Dilakukan hanya untuk menggugurkan kewajiban, tanpa rasa.
Di titik inilah 3T masuk sebagai solusi.
Pertama, TEKAD. Ini bagian awal dan berkaitan dengan Akidah. Kemauan bulat jadi arah. Keraguan harus dibuang sejak awal melangkah.
Kedua, TEKUN. Ini proses dan nyambung ke Ibadah. Konsisten, kerja keras, dan bertahan. Tidak berhenti di tengah jalan walau prosesnya panjang.
Ketiga, TAWAKAL. Ini soal hasil dan berbuah pada Akhlak. Setelah ikhtiar maksimal, serahkan pada Allah. Di situ lahir ketenangan mental.

Materi itu disambut antusias. Sesi tanya jawab hidup. Mahasiswa bergantian bertanya tentang dilema kampus, manajemen waktu, hingga menjaga semangat beragama di tengah arus modern.
Wahid menjawab dengan merujuk pada konsep Islam. Ia menekankan satu pesan kunci. Mahasiswa harus menjaga integritas, jujur dalam ilmu dan amal, serta rajin mendekat kepada Allah SWT.
Kegiatan ditutup dengan suasana hangat. Pesannya ringan, tapi membekas. Di tengah tekanan akademik, 3T bisa jadi pengingat agar langkah mahasiswa Dakwah dan Komunikasi tetap lurus. (sr5)
Komentar Anda :