Seorang Pria Tewas di Depan Rumahnya Dikeroyok, Anak, Ayah dan 2 Pekerja Rumah Makan Diamankan
SULUHRIAU, Pelalawan- Seorang pria disebut-sebut berprofesi tukang gigi Ifan Priyadi (44), tewas dikeroyok di depan rumahnya di Jalan BTN Lama, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Selasa (9/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Korban terlibat selisih paham dengan tetangganya. Peristiwa itu kemudian berujung pengeroyokan.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara melalui Kasat Reskrim AKP Bayu Ramadhan Efendi membenarkan kejadian tersebut.
"Untuk sementara empat orang telah diamankan, guna dimintai keterangan. Setelah hasil pemeriksaan dan terpenuhi dua alat bukti, serta hasil gelar perkara akan ditetapkan statusnya," ujarnya.
Empat orang yang diamankan berinisial Zm (22) bersama ayahnya Js (52). Turut diamankan dua pegawai rumah makan berinisial ME (21) dan MS (23).
Kanit I Pidum Satreskrim Ipda Erwin Naibaho menjelaskan, awalnya Polres menerima laporan dari masyarakat melalui call center 110.
Petugas piket bersama Unit Reskrim langsung ke lokasi. Di TKP terlihat keributan antara dua tetangga.
Korban sempat dibawa ke RSUD Selasih dalam kondisi lemas dan masih bernapas.
"Ketika korban dibawa ke RSUD Selasih dalam kondisi lemas tapi masih bernapas. Tapi setelah sampai di rumah sakit, sebelum mendapat perawatan medis, dokter mengatakan korban sudah tidak bernyawa," tutur Ipda Erwin.
Polisi kemudian memeriksa saksi di lokasi. Dari keterangan awal terungkap korban diduga dianiaya beramai-ramai oleh tetangganya sendiri.
Pelaku terdiri dari ayah dan anak, dibantu dua pegawai di tempat usaha rumah makan milik mereka.
Keempatnya langsung diamankan ke Polres Pelalawan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Untuk memastikan penyebab korban meninggal akan dilakukan otopsi. Sementara hasil pemeriksaan dari empat orang yang diamankan menganiaya hanya menggunakan tangan kosong," ucap Ipda Erwin.
Jika terbukti, para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang kekerasan di muka umum yang mengakibatkan meninggal dunia. Ancamannya 12 tahun penjara.
Dari informasi di lapangan, korban sempat melawan. Namun kalah jumlah. Ia dihajar bertubi-tubi hingga terkapar di teras tempat usahanya.
Jenazah korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk otopsi. Setelah itu disemayamkan di rumah duka dan diterbangkan ke Jawa untuk dimakamkan di kampung halaman.
Ifan dikenal warga sebagai pemilik usaha Galaxy Gigi. Ia juga aktif mengikuti kegiatan binaraga di Kota Pangkalan Kerinci.
Kabar meninggalnya korban cepat menyebar di grup WhatsApp warga Pelalawan. Polres Pelalawan masih mendalami motif dan peran masing-masing pelaku. (src)
Komentar Anda :