Sabtu, 12 September 2026 Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif | Petani Inhil Kehilangan 300 Ribu Batang Kelapa, Anggota DPR Desak Pemerintah Turun Tangan | Belajar dari Jepang, Perancang Regulasi Kanwil Kemenkum Riau Asah Kompetensi di Forum Edisi 14 | Kemenkum Riau Harmonisasi 4 Ranperwako Pekanbaru, Dorong Regulasi Daerah Lebih Tertib | KPU Riau Gandeng Universitas Islam Al-Kifayah, Kampus Jadi Ruang Baru Pendidikan Demokrasi | Kemenkum Riau Bekali Calon Paralegal dengan Materi Hukum dan Demokrasi
 
 
☰ Sosial Budaya
Dari Luka Bullying ke Jerat Radikalisme, Kemenkum Riau Ingatkan Bahaya Ekstremisme Digital pada Anak
Kamis, 10 September 2026 - 19:33:50 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru— Luka di dunia nyata bisa berujung jerat di dunia maya. Kamis (10/9/2026), Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau kembali menghadirkan Podcast Bertuah. Berbicara Tuntas Urusan Hukum. 


Episode kali ini mengangkat tema "Dari Bullying ke Radikalisme: Ketika Luka Anak Menjadi Celah Ekstremisme Digital".


Pembahasan fokus pada kerentanan generasi muda terhadap paparan narasi ekstremisme di ruang digital. 
Terutama saat anak berada dalam kondisi rentan karena perundungan, keterasingan, atau butuh penerimaan sosial.


Podcast menghadirkan dua narasumber. 


Kombes Pol Sunadi, Kasatgaswil Riau Densus 88 AT Polri. Dan Frida, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Provinsi Riau. Dipandu host Melisa Rizka.


Diskusi membedah ekstremisme dari sisi keamanan. Sekaligus upaya pemerintah daerah membangun ketahanan generasi muda.


Kombes Pol Sunadi menjelaskan pola penyebaran radikalisme dan ekstremisme di masyarakat. 
Perhatiannya tertuju pada ruang digital. 


Menurutnya, platform online mudah dimanfaatkan untuk menyebar narasi ekstremisme. Sasarannya anak dan remaja yang sedang mencari identitas, dukungan, dan rasa memiliki.


"Ruang digital tidak punya batas. Jika anak merasa tidak diterima di lingkungannya, narasi yang memberi pengakuan palsu bisa masuk dengan cepat," ujarnya.


Frida menyoroti sisi lain. Penting membangun ketahanan generasi muda melalui penguatan nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, dan toleransi.


Ia menekankan, anak yang mengalami bullying, merasa terasing, atau tidak mendapat lingkungan sosial mendukung, rentan jadi target. 
Kondisi itu harus diantisipasi bersama.


Diskusi menegaskan, pencegahan tidak bisa dikerjakan sendiri. 
Keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah punya peran.


Sinergi antara Densus 88 AT Polri dan pemerintah daerah menjadi kunci. 
Tujuannya memperkuat pencegahan dan membangun daya tangkal anak terhadap narasi ekstremisme.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau Rudy Hendra Pakpahan mendukung Podcast Bertuah sebagai media edukasi hukum. 
Sekaligus ruang dialog atas persoalan yang berkembang di masyarakat.


"Perlindungan anak di ruang digital bukan hanya soal teknologi. Ini juga soal lingkungan sosial, literasi, dan penguatan nilai kebangsaan," katanya.


Melalui episode ini, generasi muda diajak lebih kritis dan bijak bermedia sosial. 
Jangan mudah percaya narasi yang mengarah pada ekstremisme. 
Bangun rasa percaya diri dan kepedulian terhadap lingkungan serta bangsa.


Kanwil Kemenkum Riau berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Agar ruang digital menjadi tempat yang aman, sehat, dan positif bagi tumbuh kembang generasi muda. (rls, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
  • Petani Inhil Kehilangan 300 Ribu Batang Kelapa, Anggota DPR Desak Pemerintah Turun Tangan
  • Belajar dari Jepang, Perancang Regulasi Kanwil Kemenkum Riau Asah Kompetensi di Forum Edisi 14
  • Kemenkum Riau Harmonisasi 4 Ranperwako Pekanbaru, Dorong Regulasi Daerah Lebih Tertib
  • KPU Riau Gandeng Universitas Islam Al-Kifayah, Kampus Jadi Ruang Baru Pendidikan Demokrasi
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
    02 Petani Inhil Kehilangan 300 Ribu Batang Kelapa, Anggota DPR Desak Pemerintah Turun Tangan
    03 Belajar dari Jepang, Perancang Regulasi Kanwil Kemenkum Riau Asah Kompetensi di Forum Edisi 14
    04 Kemenkum Riau Harmonisasi 4 Ranperwako Pekanbaru, Dorong Regulasi Daerah Lebih Tertib
    05 KPU Riau Gandeng Universitas Islam Al-Kifayah, Kampus Jadi Ruang Baru Pendidikan Demokrasi
    06 Kemenkum Riau Bekali Calon Paralegal dengan Materi Hukum dan Demokrasi
    07 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Produk Indikasi Geografis Naik Kelas, dari Sertifikat ke Pasar
    08 Kemenkum Riau Komitmen, Setiap Pengaduan Masyarakat Harus Ada Solusi
    09 Cegah Karhutla, Polsek Kampar Gandeng TNI dan Ajak Warga Teken Pakta Integritas di Wilayah Rawan
    10 Tokoh Perempuan yang Juga Ketua PW Aisyiyah Riau Dr Hikmani Tutup Usia
    11 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Implementasi KUHAP Baru
    12 Perkuat Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan, Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi MUSDA NLPA Riau
    13 Danpomdam XIX/TT Terima Kunjungan Bupati Kampar, Bahas Stabilitas Daerah
    14 JANGAN OLIGARKI Desak Kejaksaan Usut Dugaan Permainan KSO Kebun Sawit Sitaan Satgas PKH
    15 Diduga Hendak Transaksi Sabu, Sepasang Pria-Wanita di Kampar Kiri Ditangkap di Kebun Karet
    16 Kanwil Kemenkum dan Pengadilan Tinggi Perkuat Kapasitas Posbankum di Mediasi
    17 Dari Luka Bullying ke Jerat Radikalisme, Kemenkum Riau Ingatkan Bahaya Ekstremisme Digital pada Anak
    18 Kemenkum Riau Bahas Strategi Perbaiki Layanan Jaminan Fidusia
    19 KPU Kampar Verifikasi 35.591 Data Pemilih untuk Pemilu Mendatang
    20 Dibekuk di Rumah Sendiri, Jaringan Narkoba Desa Penghidupan Diamankan Polsek Kampar Kiri Hilir
    21 Perubahan RKPD Pelalawan 2026, Kemenkum Riau Tekankan Sinkronisasi Program dan Anggaran
    22 Kanwil Kemenkum Riau Dorong UMKM Dumai Naik Kelas melalui Perseroan Perorangan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat