Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Sosial Budaya
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Bentuk Kaukus Parlemen Hijau Khusus Lingkungan di Riau
Sabtu, 12 September 2026 - 19:49:17 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru— Krisis ekologis tidak bisa lagi diselesaikan hanya di lapangan.


Sebanyak 20 organisasi masyarakat sipil di Riau resmi mendeklarasikan Koalisi Masyarakat Sipil Riau Penyokong Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau. 


Deklarasi dilakukan Johny Setiawan Mundung selaku Dinamisator Koalisi, di Pekanbaru.


Organisasi yang tergabung di antaranya Yayasan Inisiatif Bumi Swarnadwipa, Fitra Riau, Jikalahari, YMI, LPESM, Yayasan Buana Nusantara, Yayasan Kabut Riau, Perkumpulan ELANG, Yayasan Bunga Bangsa dan RWWG.


Langkah ini muncul sebagai respons terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan, serta kebutuhan integrasi kebijakan berwawasan lingkungan dalam produk legislasi di Bumi Lancang Kuning.


Melalui deklarasi, koalisi mendesak terbentuknya "KAUKUS PARLEMEN HIJAU DAERAH RIAU". 
Kaukus ini diharapkan diinisiasi dan diisi seluruh elemen legislatif, mulai dari DPRD Provinsi Riau hingga DPRD kabupaten dan kota se-Riau.


Menurut koalisi, penyelamatan lingkungan di Riau tidak cukup mengandalkan eksekutif dan penegakan hukum saja. 
Parlemen sebagai pemegang fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan harus berada di garda depan.


Ada tiga tuntutan utama yang diajukan.


Pertama, penguatan regulasi hijau daerah. 
DPRD provinsi dan kabupaten/kota diminta melahirkan Perda inovatif yang pro-lingkungan. 
Perda itu harus melindungi hak masyarakat adat dan memperketat izin korporasi berbasis lahan.


Kedua, pengawasan anggaran lingkungan. 
Koalisi ingin memastikan APBD benar-benar berpihak pada program mitigasi bencana ekologis, restorasi gambut, dan penanggulangan karhutla secara permanen.


Ketiga, fungsi kontrol terhadap korporasi. 
Parlemen harus berani menggunakan hak pengawasannya untuk mengevaluasi kepatuhan lingkungan perusahaan yang beroperasi di Riau.


Johny Setiawan Mundung menegaskan desakan ini adalah soal komitmen.


"Masa depan ekologi Riau berada di tangan kebijakan yang kita formulasikan hari ini. Kami menantang komitmen moral dan politik seluruh Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota se-Riau untuk segera melembagakan Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau," ujarnya.


Bagi koalisi, kaukus hijau bukan sekadar simbol. 
Ini ruang kerja bersama untuk memastikan setiap kebijakan daerah tidak menambah beban lingkungan.


Dengan adanya kaukus, diharapkan legislasi di Riau lebih responsif terhadap perubahan iklim, kerusakan gambut, dan dampak industri terhadap masyarakat.


Koalisi juga berharap DPRD menjadikan isu lingkungan sebagai prioritas utama dalam pembahasan anggaran dan pengawasan tahunan. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat