Senin, 19 Oktober 2026 Bermain di Tepian Sungai Siak Berujung Duka, Anak 9 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa | Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun Wafat, Jejak Dakwahnya Dikenang dari Daarul Rahman | Diikuti Ribuan Peserta, Tiga Hentakan Cokmar Fadli Zon Buka Arak-arakan Keberagaman di Riau | Naik Kelas Tak Lagi Otomatis, Mendikdasmen Siapkan Aturan dan Berlaku 2027/2028 | Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Tiadakan CFD Minggu 18 Oktober | Ribuan Warga Padati Tradisi Ikan Antau Lubuk Rangan Siberuang, Dibidik Jadi Ikon Wisata Kampar
 
 
☰ Peristiwa
Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun Wafat, Jejak Dakwahnya Dikenang dari Daarul Rahman
Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:19:31 WIB
KH Syukron Ma'mun

SULUHRIAU- Dunia pesantren dan dakwah Indonesia kembali diselimuti kabar duka. Prof KH Syukron Ma’mun, ulama kharismatik sekaligus pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta, wafat pada Minggu (18/10/2026).


Kabar tersebut disampaikan keluarga besar Pondok Pesantren Daarul Rahman melalui akun media sosial resminya. Kepergian KH Syukron Ma’mun meninggalkan duka bagi keluarga, para santri, alumni, serta masyarakat yang selama ini mengikuti kiprah dakwahnya.


"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap Keluarga Besar Pondok Pesantren Daarul Rahman turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya guru kita tercinta, Prof. KH. Syukron Ma’mun bin KH. Ma’mun Nawawi," demikian keterangan yang disampaikan Pondok Pesantren Daarul Rahman.


KH Syukron Ma’mun mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan. Ia diketahui mengalami gangguan jantung sejak pekan sebelumnya. 


Jenazah almarhum kemudian disalatkan setelah salat Zuhur dan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 


Kepergian kiai sepuh tersebut bukan sekadar kehilangan bagi sebuah lembaga pendidikan. Selama puluhan tahun, KH Syukron Ma’mun menjadi bagian dari perjalanan dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia.


Sosoknya dikenal luas melalui gaya dakwah yang tegas dan kemampuan berbicara di hadapan massa. Julukan "Singa Podium" pun melekat pada dirinya, menggambarkan kepiawaiannya menyampaikan pesan keagamaan dengan gaya yang kuat dan bersemangat.


Tumbuh dari Keluarga Santri


KH Syukron Ma’mun lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang lekat dengan pendidikan agama.


Latar keluarga tersebut menjadi salah satu fondasi perjalanan keilmuannya. Sejak usia muda, Syukron telah bersentuhan dengan dunia dakwah dan pendidikan Islam.


Ia menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Setelah menyelesaikan pendidikan di Gontor pada 1967, perjalanan keilmuannya berlanjut ketika ia pindah ke Jakarta. 


Di Ibu Kota, ia berguru kepada sejumlah ulama Betawi, di antaranya Habib Ali bin Husein di kawasan Bungur dan Habib Abdurrahman Al-Habsyi. Pengalaman belajar tersebut kemudian memperkaya kiprahnya dalam dakwah dan pendidikan.


Dakwahnya tidak hanya berpusat di Jakarta. Sejak masih muda, ia telah berdakwah di berbagai daerah, termasuk Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi dan Magetan.


Seiring waktu, jangkauan dakwahnya semakin luas. Ia mengisi majelis taklim, mengajar dan menyampaikan ceramah di berbagai wilayah Indonesia, dari Sumatra hingga Kalimantan dan Maluku. 


Dakwahnya bahkan menyeberangi batas negara. Sejumlah wilayah Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam, juga menjadi bagian dari perjalanan syiar Islam yang dilakukannya. 


Meninggalkan Daarul Rahman


Salah satu warisan terbesar KH Syukron Ma’mun adalah Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta Selatan. Pesantren tersebut menjadi tempat pendidikan sekaligus ruang pembentukan karakter bagi para santri.


Dalam perjalanannya, Daarul Rahman berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang melahirkan banyak alumni dan tersebar di berbagai daerah.


Pondok pesantren tersebut didirikan di atas tanah wakaf di kawasan Jagakarsa. Dalam perkembangannya, Daarul Rahman memperoleh pengakuan Kementerian Agama sebagai pesantren muadalah untuk jenjang Tsanawiyah dan Aliyah. 


Bagi para santri dan alumni, kepergian KH Syukron Ma’mun menjadi penanda berakhirnya perjalanan seorang guru yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk ilmu dan dakwah.


Namun, jejak seorang ulama tidak berhenti ketika ia berpulang. Ilmu yang diajarkan, pesan yang disampaikan, serta generasi yang pernah dibimbingnya menjadi bagian dari warisan yang terus berjalan.


Kini, Pondok Pesantren Daarul Rahman kehilangan sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pengasuh dan panutan. Sementara bagi dunia dakwah, nama "Singa Podium" akan tetap dikenang sebagai salah satu ulama yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan dan syiar Islam.


Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan tempat peristirahatannya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bermain di Tepian Sungai Siak Berujung Duka, Anak 9 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
  • Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun Wafat, Jejak Dakwahnya Dikenang dari Daarul Rahman
  • Diikuti Ribuan Peserta, Tiga Hentakan Cokmar Fadli Zon Buka Arak-arakan Keberagaman di Riau
  • Naik Kelas Tak Lagi Otomatis, Mendikdasmen Siapkan Aturan dan Berlaku 2027/2028
  • Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Tiadakan CFD Minggu 18 Oktober
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bermain di Tepian Sungai Siak Berujung Duka, Anak 9 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
    02 Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun Wafat, Jejak Dakwahnya Dikenang dari Daarul Rahman
    03 Diikuti Ribuan Peserta, Tiga Hentakan Cokmar Fadli Zon Buka Arak-arakan Keberagaman di Riau
    04 Naik Kelas Tak Lagi Otomatis, Mendikdasmen Siapkan Aturan dan Berlaku 2027/2028
    05 Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Tiadakan CFD Minggu 18 Oktober
    06 Ribuan Warga Padati Tradisi Ikan Antau Lubuk Rangan Siberuang, Dibidik Jadi Ikon Wisata Kampar
    07 Pagi Sabtu Kabut Asap Naik Tajam, PM2.5 dan Tembus 187,6 Mikrogram dengan Level Sangat Tidak Sehat
    08 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Ranperwako Strategi Sanitasi Kota Pekanbaru 2025–2029
    09 KPK Ungkap Dana Bencana BNPB Diduga Jadi Bancakan, Adik Mantan Kepala BNPB Tersangka
    10 Polresta Pekanbaru Sisir Kampung Dalam-Kampung Terendam, Tes Urine 3 Orang Positif Methamphetamine
    11 Tragis di Teluk Meranti, Ayah Tewas Diduga Dipukul dengan Kayu oleh Anak Kandung
    12 Suhardiman Bantah Mobil Mewah Jadi Imbalan Jabatan Zulkarnain, Hanya Dipinjamkan
    13 Kanwil Kemenkum Riau Dalami Isu Krusial Satu Data Indonesia untuk Perkuat Kualitas Regulasi
    14 Tingkatkan Kapasitas ASN Berbasis Assessment, Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Program JELAJAH
    15 Kalahkan Ratusan Daerah, BAZNAS Kampar Dinobatkan Pengelola Zakat Terbaik
    16 Kemenkum Riau Dorong Digitalisasi Evaluasi Perda Lewat Inovasi ''PASIH PERDA''
    17 Razia Tengah Malam di Tempat Hiburan Tapung, Dua Pengunjung Karoke Positif Sabu Diamankan
    18 Bupati Siak Tegas Soal Disiplin ASN, 10 Pegawai Dipecat dan 14 Lainnya Diguyur Penghargaan
    19 Syawal Pimpin PWI Kampar 2026–2029, Bawa Misi Satukan Wartawan dan Jaga Marwah Pers
    20 Kabut Asap Masih Mengintai, Siswa Pekanbaru Kembali Belajar dari Rumah 16–17 Oktober
    21 Perkuat Profesionalisme, Polres Kampar Sosialisasi UU Polri dan KUHAP Baru
    22 Perkuat Pengawasan Notaris, Kemenkum Riau Bahas Pedoman Pemeriksaan Protokol
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat