SULUHRIAU ,Kampar— Kebakaran yang melanda SDN 018 Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, menyisakan pekerjaan besar bagi pemerintah dan pihak sekolah. Bukan hanya soal bangunan yang rusak, tetapi juga memastikan ratusan siswa tetap dapat belajar dengan aman.
Sehari setelah kebakaran, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., turun langsung meninjau kondisi sekolah, Senin (19/10/2026) pagi.
Dari lokasi, Ahmad Yuzar meminta kerusakan akibat kebakaran segera didata secara menyeluruh. Ia juga meminta tim teknis melakukan penghitungan kebutuhan perbaikan agar langkah pemulihan dapat dilakukan secara terukur.
“Kami minta segera dilakukan inventarisasi seluruh kerusakan dan penghitungan teknis terhadap dampak kebakaran ini. Tim teknis harus segera turun agar kebutuhan perbaikan dapat diketahui secara jelas dan ditindaklanjuti,” tegas Ahmad Yuzar.
Menurutnya, penanganan pascakebakaran tidak boleh hanya berorientasi pada pemulihan bangunan. Faktor keselamatan siswa harus menjadi pertimbangan utama sebelum kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung secara normal.
Karena itu, Bupati menginstruksikan agar sisa bangunan yang terbakar segera dibersihkan. Bagian atap yang rusak dan jaringan listrik yang terdampak juga harus dipastikan tidak lagi menjadi sumber bahaya bagi siswa maupun guru.
“Utamakan keselamatan anak-anak kita. Sisa kebakaran harus segera dibersihkan dan dipastikan tidak ada bagian bangunan maupun jaringan listrik yang membahayakan siswa. Untuk kebutuhan perbaikannya, segera dihitung dan diusulkan dalam anggaran APBD,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Yuzar tidak hanya melihat ruang yang terdampak kebakaran. Ia juga meninjau kondisi ruang belajar yang masih kekurangan meja dan kursi atau mobiler.
Persoalan itu dinilai perlu mendapat perhatian karena menyangkut kenyamanan siswa dalam mengikuti pembelajaran sehari-hari.
Kepala UPT SDN 018 Kubang Jaya, Efni Juwitay, S.Pd., mengatakan kebakaran terjadi Minggu (18/10/2026) siang. Sejumlah ruangan sekolah terdampak, termasuk ruang belajar dan ruang koperasi, sementara satu ruangan lainnya turut mengalami dampak.
Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah memperkirakan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.
Di sisi lain, sekolah saat ini harus melayani 813 siswa yang terbagi dalam 24 rombongan belajar. Keterbatasan ruang kelas membuat pengaturan proses pembelajaran menjadi tantangan tersendiri.
“Kami masih menghadapi keterbatasan ruang belajar. Selain itu, terdapat empat ruang kelas yang belum dilengkapi mobiler. Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kampar agar kebutuhan belajar anak-anak dapat terpenuhi,” ungkap Efni.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan pemulihan sekolah menjadi semakin penting. Perbaikan ruang yang terdampak kebakaran harus berjalan beriringan dengan pemenuhan sarana belajar agar aktivitas pendidikan tidak semakin terganggu.
Efni mengapresiasi kedatangan Bupati Kampar yang melihat langsung kondisi sekolah. Menurutnya, kunjungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan para siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Bupati yang telah datang langsung melihat kondisi sekolah kami. Semoga kerusakan akibat kebakaran ini dapat segera ditangani sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan baik,” harapnya.
Camat Siak Hulu, Irwansyah, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) atau perwakilannya turut hadir dalam peninjauan tersebut.
Irwansyah menjelaskan, kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 12.00 WIB pada hari Minggu tersebut.. Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.
“Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik,” jelasnya.
Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Meski demikian, pendataan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan pemulihan sekolah.
Peninjauan Bupati Kampar menjadi langkah awal untuk memetakan dampak kebakaran secara lebih konkret. Inventarisasi kerusakan nantinya diharapkan menjadi dasar dalam menentukan prioritas perbaikan.
Di tengah kondisi tersebut, keselamatan 813 siswa menjadi perhatian utama. Sekolah membutuhkan ruang belajar yang layak, aman, serta dilengkapi fasilitas yang memadai agar proses pendidikan tidak ikut terhenti akibat musibah.
Pemerintah Kabupaten Kampar selanjutnya diharapkan dapat menindaklanjuti hasil pendataan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran. Dengan begitu, pemulihan SDN 018 Kubang Jaya tidak berhenti pada perbaikan bangunan, tetapi juga memastikan anak-anak kembali mendapatkan ruang belajar yang aman dan nyaman. (rls)