SULUHRIAU, Kampar— Pagi itu, halaman SMPN 2 Tambang tak hanya dipenuhi aktivitas sekolah. Sejumlah bibit pohon ditanam bersama sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pesan kepada generasi muda agar tidak sekadar mengenal alam, tetapi ikut menjaganya.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang bersama jajaran melakukan penanaman bibit pohon di halaman SMPN 2 Tambang, Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Senin (26/10/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Kegiatan tersebut berlangsung setelah Kapolres Kampar menyelesaikan tugas pengaturan lalu lintas pagi di depan sekolah. Alih-alih langsung meninggalkan lokasi, ia bersama personel melanjutkan kegiatan bersama pihak sekolah dan para siswa.
Kepala SMPN 2 Tambang Marwardi, M.Pd.I, jajaran guru, serta ratusan siswa turut mengikuti kegiatan tersebut. Para pelajar tampak antusias ketika diajak terlibat langsung dalam proses penanaman.
Dengan peralatan sederhana, Kapolres, kepala sekolah, guru, dan siswa bergantian menggali tanah, menempatkan bibit, menutup lubang dengan tanah, hingga menyiram tanaman.
Bagi para siswa, kegiatan itu menjadi pengalaman belajar di luar ruang yang membawa pesan sederhana: menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari hal besar.
Kapolres Titip Pesan kepada Siswa
Di sela kegiatan, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengajak para siswa menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Menurutnya, tanggung jawab generasi muda bukan hanya belajar dan menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan lingkungan tetap sehat dan lestari.
“Kita tidak hanya belajar menjaga keamanan dan ketertiban di jalan raya, tetapi juga wajib mencintai dan merawat alam sekitar kita,” ujar Boby.
Ia mengatakan pohon yang ditanam di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberi manfaat dalam jangka panjang. Selain memperindah kawasan sekolah, keberadaan pepohonan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan.
“Pohon-pohon yang kita tanam pagi ini akan tumbuh besar, memberi udara bersih, dan melindungi lingkungan dari bahaya kerusakan serta perubahan iklim,” katanya.
Boby berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni penanaman. Para siswa diminta ikut merawat bibit yang telah ditanam dan membangun kebiasaan menjaga kebersihan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menanam benih kesadaran di hati adik-adik semua, agar menjadi generasi yang peduli lingkungan, rajin menjaga kebersihan, dan selalu melestarikan alam di mana pun kalian berada,” tuturnya.
Sekolah Siap Rawat Bibit Pohon
Kepala SMPN 2 Tambang Marwardi menyambut positif keterlibatan kepolisian dalam kegiatan lingkungan bersama para pelajar.
Ia menilai kehadiran Kapolres dan jajarannya memberikan contoh langsung kepada siswa bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami berterima kasih kepada Polres Kampar yang telah mengajak anak-anak kami untuk mencintai alam,” kata Marwardi.
Pihak sekolah, lanjut dia, akan mendorong siswa untuk merawat tanaman yang telah ditanam. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kepedulian yang dilakukan secara konsisten.
“Kami akan terus mendorong para siswa untuk merawat tanaman yang sudah ditanam, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah masing-masing,” ujarnya.
Antusiasme terlihat dari para siswa yang ikut terlibat selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya menyaksikan proses penanaman, tetapi juga mendapat kesempatan bekerja bersama polisi dan guru.
Dorong Gerakan Cinta Lingkungan
Polres Kampar menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial Polisi Bersama Masyarakat. Penanaman pohon diarahkan untuk membangun kedekatan antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat melalui kegiatan yang memiliki manfaat langsung.
Kegiatan serupa juga direncanakan menyasar sejumlah sekolah lain di wilayah hukum Polres Kampar.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas kesadaran lingkungan di kalangan pelajar. Sebab, pohon yang ditanam hari ini bukan hanya soal penghijauan halaman sekolah, tetapi juga tentang membangun kebiasaan merawat lingkungan sejak dini.
Dari halaman sekolah, pesan itu diharapkan tumbuh bersama para siswa: bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari tindakan kecil dan dilakukan secara berkelanjutan. (hkp)