SULUHRIAU, Pekanbaru — Kabar duka menyelimuti dunia olahraga dan politik Riau. Iskandar Hoesin, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau periode 2022-2026 yang juga dikenal sebagai tokoh politik, meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026) pagi.
Iskandar mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 08.30 WIB di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Ia meninggal dunia dalam usia 77 tahun.
Kepergian Iskandar meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, serta kolega yang selama ini mengenalnya di lingkungan olahraga maupun perpolitikan Riau.
Kabar tersebut dibenarkan Sekretaris Umum KONI Riau Edi Satria saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Rabu pagi.
Edi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Iskandar telah menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar lima hari sebelum meninggal dunia.
"Almarhum dirawat di rumah sakit selama lima hari terakhir," kata Edi.
Namun, Edi mengaku belum mengetahui secara pasti penyakit yang diderita Iskandar hingga akhirnya meninggal dunia.
Informasi serupa disampaikan sopir pribadi almarhum, Boy Metrizal. Ia membenarkan kabar duka tersebut dan menyebut Iskandar sebagai sosok yang selama ini dipanggilnya dengan sebutan "bos".
"Saya tidak tahu pasti sakitnya apa, dirawat di rumah sakit," ujar Boy singkat.
Informasi mengenai kondisi kesehatan Iskandar menjelang wafat masih terbatas. Namun, terdapat informasi bahwa almarhum sempat dibawa ke rumah sakit setelah mengeluhkan pusing.
Pernah Pimpin NasDem Riau
Nama Iskandar Hoesin tidak hanya dikenal di lingkungan olahraga. Ia juga memiliki perjalanan panjang dalam dunia politik Riau.
Almarhum pernah dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Riau pada periode 2011-2019.

Selain memimpin partai, Iskandar juga pernah duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Riau. Pengalamannya di dunia politik membuat sosoknya dikenal di berbagai kalangan.
Di dunia olahraga, Iskandar kemudian dipercaya memimpin KONI Riau untuk periode 2022-2026. Di bawah kepemimpinannya, organisasi olahraga tersebut menjalankan pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga di Provinsi Riau.
Kepergiannya kini menjadi kehilangan bagi dua lingkungan yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya, yakni politik dan olahraga.
KONI Riau Tunggu Musda
Sementara itu, Edi Satria menjelaskan bahwa kepengurusan KONI Riau saat ini telah berada dalam status caretaker yang ditunjuk KONI Pusat sambil menunggu pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KONI Riau.
Kondisi tersebut membuat roda organisasi tetap berjalan di tengah proses menuju pembentukan kepengurusan baru.
Meninggalnya Iskandar Hoesin menambah suasana duka di tengah proses transisi kepengurusan organisasi olahraga tersebut.
Bagi keluarga besar KONI Riau, Iskandar bukan sekadar mantan ketua. Ia merupakan bagian dari perjalanan organisasi olahraga Riau dan pernah berada di posisi penting dalam upaya menggerakkan pembinaan olahraga daerah.
Kepergian tokoh yang dikenal luas di Riau itu pun menyisakan catatan panjang tentang kiprahnya. Dari dunia politik hingga olahraga, jejak pengabdiannya telah melewati berbagai fase perjalanan daerah.
Kini, kabar duka tersebut menyatukan ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan yang pernah bersinggungan dengan perjalanan hidup dan pengabdian Iskandar Hoesin.
Palayat dari kolega dan beberapa kalangan hadir ke rumah duka untuk melepas kepergian ke peristirahatan terakhir almarhum. Selamat jalan pak Iskandar. (sr5)