Beri Kuliah Umum di UIN Suska,
Panglima TNI Ingatkan Soal Potensi Kompetensi Global yang Bisa Ancam Bangsa
Rabu, 05 April 2017 - 20:48:24 WIB
SULUHRIAU- Pekabaru- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kuliah umum di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau, Rabu, (5/4/2017).
Acara ini berlangsung di gedung PKM UIN Suska Panam, diikuti ribuan mahasiswa, civitas academica dan para undangan.
Dalam kuliah umum bertema "Mewujudkan Indonesia Menjadi Bangsa Pemenang" ini , panglima mengingatkan agar waspada terhadap kekuatan kompetensi global. Dimana, Indonesia merupakan sasaran potensial negara-negara yang sudah lama ditargetkan karena besarnya kekayaan alam yang dimiliki.
"Potensi ancaman itu ada dimana-mana. Kita negara besar dan kaya, makanya kita menjadi target utama," kata Panglima.
Dikatakan, banyak cara untuk menghancurkan negara Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, bahasa dan ragam budaya yang berbeda-beda. Namun dengan kekuatan Pancasila, negara ini masih kokoh berdiri meski dinamika tetap saja ada.
Ia memaparkan beberapa teori, seperti teori Malthus (peak oil theory). Meledaknya pertumbuhan penduduk serta semakin menipisnya persediaan bahan bakar akan menjadi sumber perpecahan di dunia.
Indonesia yang juga memiliki ladang minyak tentu saja menjadi incaran negara-negara besar. Lihat saja Cina ngotot mengawal Laut Cina Selatan dengan membangun pulau-pulau yang tidak berjauhan dengan Natuna yang kaya akan minyak.
Begitu juga Blok Masela di sekitaran Timor Leste. Lokasi yang tidak jauh dari Darwin Australia saat ini sudah ditempatkan ribuan tentara Amerika Serikat lengkap dengan perlengkapan militernya.
Begitu juga Malaysia, negara jiran yang kerap berbenturan dengan Indonesia, tetapi mereka adalah negara persemakmuran yang memiliki perjanjian, apabila diantara mereka diserang maka negara lainnya juga ikut membantu. Yakni, Inggris, Australia, Malaysia, Singapura serta Brunei Darusalam.
Selain itu, ancaman tak kalah besar kata Panglima juga narkoba. Ia mencotohkan, Macau, Hongkong dan Taiwan bisa lepas dari Cina tidak lain dihancurkan melalui narkoba.
"Karena semuanya dihancurkan melalui narkoba. Tidak hanya masyarakatnya, tetapi polisinya, tentara dan pegawai pemerintah menggunakan narkoba. Rusaknya mental inilah menyebabkan Cina lemah ditambah faktor lain," terang Panglima.
Tanam Padi di Siak
Sebelum memberikan kuliah umum, Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo bersama rombongan hadir di Siak Sri Idrapura. Panglima melakukan penanaman perdana padi dan jagung di lahan seluas 5.000 Haktare di Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya. (prt)
Komentar Anda :