ADVERTORIAL PEMKO PEKANBARU
Disparbud Genjot Sektor Kepariwisataan Tingkatkan Destinasi Wisata Pekanbaru
Rabu, 03 Mei 2017 - 08:15:37 WIB
|
Kadisparbud Pekanbaru Drs H Hermanius, Mpd
|
PEKANBARU, Suluhriau- Kota Pekanbaru dari sektor kepariwisataan berpotensi besar untuk lebih dikenal di secara lokal maupun seantero nusantara, bahkan hingga manca negara.
Tinggal bagaimana mengelola potensi ini sehingga benar-benar Pekanbaru menjadi tujuan (destinasi) wisata. Sebagai ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru yang masuk dalam wilayah Barat Indonesia, di sektor kepariwisataan mungkin relatif tertinggal dari provinsi tetangganya seperti Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut).
Maka saat ini Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pekanbaru tengah bekerja keras mengarahkan programnya untuk mengingkat destinasi wisata ke kota 'Bertuah' ini.
* Objek Wisata
Jika menelusuri Kota Pekanbaru, ada sejumlah objek wisata ditemukan dan sudah sangat populer seperti, Desa Okura Rumbai, kini dikenal dengan kawasan agrowisata. Bahkan, belakangan ini sudah menjadi destinasi wisata yang bukan hanya wisatawan lokal, tapi juga manca negara.
Dengan keindahan suasana alam, bahkan buah-buahan produktif yang ada di sini yang bisa dipetik langsung, di tambah adanya sungai sekitar kawasan itu, menjadi kawasan itu segar dan adem. Pihak Pemko Pekanbaru telah melakukan penataan di Agrowisata Okura, seperti jalan masuk areal perkampungan penduduk dan jembatan yang menghubungan Okura dengan Kabupaten Siak Sri Indrapura.

Agro wisata
Kemudian Danau Wisata Bandar Khayangan, setiap tahun di kawasan itu diselanggarakan Festival budaya, disamping kawasan wisata ini, akhir-akhir ini sudah menjadi salah satu tujuan wisata. Sejumlah permainan anak-anak dan keindahan alam di kawasan itu juga menjadi daya tarik saat ini. Pemko sejak beberapa tahun terkahir juga telah membangun jalan kawasan itu.
Taman Rekreasi Alam Mayang, kini tengah dibangun jadi ruang terbuka hijau (RTH). Menurut Hermanius dalam waktu dekat kawasan yang dibangun Pemrov itu juga akan dibuka. Di Pekanbaru juga ada cagar budaya (wisata religi) seperti, Mesjid Raya Senapelan dan Makam Marhum Bukit dan Makam Marhum Pekan pendiri Pekanbaru. Rumah tua ciri Melayu. Pasar Pasar Bawah dan monumen Lokomotif (tugu Pahlawan Kerja) dan lainnya.
* Pekanbaru Sebagai Kota MICE
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pekanbaru, H Hermanius, kepada suluhriau.com Selasa, (2/5/2017) mengatakan, Pekanbaru sudah masuk sebagai kota Mice (Meeting Incentive Converence Exhibition), didukung oleh fasilitas penunjang sektor kepariwisataan itu sendiri. Pada tahun 2016, jumlah seat penerbangan di Bandara Sultah Syarif Kasim (SKK) II Pekanbaru mencapai 3.200.438 penumpang. Di Pekanbaru ada 177 unit hotel berbintang, baik bintang 3, 4 dan 5 dengan jumlah kamar 8.233 kamar. Kemudian ada 358 travel agent, 19 angkutan wisata dan 602 unit taksi.
Bahkan kata Hermanius, PAD dari sektor kepariwisataan juga sangat signifikan, dimana pada tahun 2016 lalu, dari sektor kepariwisataanseperti pajak hotel, restoran dan hiburan mencapai Rp103.72 miliar lebih. "Ini membuktikan sektor kepariwisataan sangat menjanjikan di kota ini," katanya.
* Budaya
Kemudian sektor pendukung pariwisata dan kebudayaan itu, banyak event-event di Pekanbaru, yang selama ini dilaksanakan dan dapat menarik kunjungan wisata, seperti Petang Megang (petang balimau kasai memasuki bulan Ramadhan), festival lampu colok (27 Ramadhan), festival Sungai Siak, Lomba Lari 10 K, pemilihan Bujang Dara Pekanbaru dan lomba Parade tari. Untuk pemilihan bujang dan dara tahun 2017 baru saja selesai diselenggarakan.Pemenangnya menjadi duta wisata Pekanbaru dan akan dikirim sebagai peserta ke tingkat provinsi.

Salah satu situs budaya di Pekanbaru
Dikatakan, tujuan pembangunan kebudayaan dan pariwisata Pekanbaru meningkatkan peran serta masyarakat dan pelaku seni dan budaya dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya melayu. Mengembangkan kepariwisataan yang mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta Pekanbaru meningkatkan kapasitas SDM yang handal penunjang keberhasilan Bidang Kebudayaan dan Pariwisata.
Namun, Hermanius mengakui masih banyak kendala dalam upaya memajukan sektor kepariwisataan di Pekanbaru ini, pengembangan destinasi pariwisata di Pekanbaru belum optimal karena masih terbatasnya sarana dan prasarana yang ada. Strategi pemasaran destinasi pariwisata belum berkembang efektif sebagaimana mestinya.
Disparbud Pekanbarusaat ini kata Hermanius terus berupaya meningkatkan kerjasama Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan) di bidang pariwisata Diharapkan ke depan Pekanbaru akan menjadi salah satu daerah kunjung kunjungan wisata. "Di tengah susahnya pendapatan ini akibat berbagai faktor sektor wisata menjadi salah satu solusi mendatangkan income daerah," pungkasnya. [Adv-Disparbud/Diskominfo]
Komentar Anda :