Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Internasional
Duterte Perintahkan Anaknya Dibunuh Jika Terlibat Narkoba
Jumat, 22 September 2017 - 09:47:07 WIB
Presiden Rodrigo Duterte (kanan) berjanji dia takkan menjadi sosok munafik jika anak-anaknya, termasuk Paolo (kiri) terbukti terlibat narkoba. (AFP/Reuters)

SULUHRIAU, Manila- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan akan memerintahkan putranya dibunuh jika tuduhan dia terlibat perdagangan narkoba terbukti.

"Saya perintahkan kamu dibunuh jika kamu ditangkap. Dan saya akan melindungi polisi yang membunuh kamu, jika (tuduhan) ini benar," kata Duterte kepada wartawan, menirukan apa yang dia katakan kepada putranya, Paolo.

Pada awal bulan ini, Paolo Duterte dihadirkan dalam sidang Senat Filipina. Saat itu dia membantah terlibat dalam operasi penyelundupan narkoba bernilai jutaan dollar seraya menegaskan tuduhan atasnya tidak beralasan dan menolak menjawab pertanyaan.

Menantu presiden, Manases Carpio, juga hadir di sidang untuk membantah terlibat dalam pengiriman narkoba dari Cina ke Manila, yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 125 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun.

Sejak berkuasa pertengahan tahun lalu, Presiden Duterte melancarkan operasi besar-besaran untuk melawan narkoba di Filipina dengan mengizinkan aparat keamanan menembak mati para pengedar narkoba.

Sejauh ini polisi sudah menewaskan sekitar 3.800 terduga pengedar narkoba sementara ribuan lainnya tewas tidak jelas.

BACA JUGA: Dituduh Terlibat Pengiriman Narkotika asal China, Putra Presiden Filipina: Itu Kabar Angin

Duterte berjanji untuk mengundurkan diri jika ada anggota keluarganya yang terlibat dalam perdagangan narkoba.

Demonstrasi anti dan pro-Duterte

Kebijakan 'tembak di tempat' bagi pengedar narkoba dan ancaman untuk memberlakukan kembali undang-undang darurat perang yang dilontarkan Duterte memicu demonstrasi di luar istana kepresidenan.

Para demonstran mengusung poster bertuliskan 'Stop Pembunuhan' dan 'Katakan tidak untuk UU Darurat Perang'. Mereka juga membakar sebuah lukisan potret Duterte.

Wakil Presiden Filipina, Leni Robredo seorang politisi liberal yang tidak turut berkampanye bersama Duterte menyerukan kepada warga Filipina untuk mengingat masa penindasan pada era kekuasaan Ferdinand Marcos. Mantan presiden Filipina itu dikenal sebagai sosok yang pernah memberlakukan UU Darurat Perang. "Jika kita tidak mengingat masa lalu, kita akan mengulanginya," katanya.

Di lain pihak, walau Duterte dikecam, terdapat aksi mendukung presiden yang diikuti ribuan orang. Persentase popularitas Duterte di Filipina tetap tinggi, meski kebijakan-kebijakannya dan pernyataan publik yang dia lontarkan kerap kontroversial.

Sumber: BBC Indonesia, Detik.com | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat