Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Advertorial
Advertorial Pelalawan
Keunikan Gelombang Bono Destinasi Wisata Alam Nan Langka yang Mendunia
Selasa, 14 November 2017 - 08:02:34 WIB
Bupati Pelalawan HM Harris, raih penghargaan

SULUHRIAU, Pelalawan- Objek wisata Bono di Desa Teluk Meranti, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, kini bukan hanya jadi destinasi wisata lokal, tetapi manca negara yang sudah mendunia.

Ombak Bono atau gelombang Bono terjadi akibat pasang laut masuk ke sungai atau muara yang sempit berbentuk corong. Energi pasang laut menciptakan ombak tinggi di sungai dan dapat berjalan sepanjang 40 kilometer. Tinggi gelombang bono tergantung musim, terutama saat menjelang purnama.

Bono merupakan gelombang sungai terbaik dari lima lokasi di dunia. Nomor dua berada di Sungai Qiantang yang membelah Provinsi Haining, China, yang diberi sebutan Naga Perak. Lalu di Sungai Araguari, Apama, Brasil; Gloucertershire di Inggris; dan Cook Inlet di Alaska, Amerika Serikat (AS).

Kini untuk menjangkau wisata ini sudah sangat mudah. Dari sisi georafis, daerah kebaradaan ombak Bono, yakni Kabupaten Pelalawan hanya berjarak sekitar 60 Kilometer ini dapat ditempuh sekitar 1,5 Jam perjalanan darat dari ibukota Provinsi Riau.

Sejak Pelalawan terbentuk menjadi daerah otonomi 1999 terus berbenah. Melalui kepemimpinan Bupati HM Harris, berbagai sektor pembangun terus digesa dengan tujuh program andalan yakni Pelalawan Cerdas, Pelalawan Sehat, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar melalui Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK), Pelalawan Makmur melalui Program Peningkatan Ketahanan Pangan dan Perkebunan, Pelalawan Eksotis melalui Pengembangan Objek Wisata Bono, dan Program Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan.


Bersilancar di gelombang Bono

Di sektor wisata ini, atau yang dikenal Pelalawan Eksotis, Pemkab Pelalawan menjadi objek wisata Bono menjadi primadona, selain objek wisata lainnya seperti Istana Sayap Pelalawan, Tugu Equator di Pangkalan Lesung, Pusat Budaya Petalangan di Betung, Taman Nasional Tesso Nilo di Ukui, serta pemandian air panas di Pangkalan Lesung, objek wisata Danau Tajwid atau Kajuid yang berlokasi di Kecamatan Langgam dan lain-lainnya.

Gelombong Bono menjadi target pengembangan karena memang wisata ini mempunyai satu keunikan yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia juga di dunia. Selain itu juga Gelombang Bono atau yang lazim disebut Bekudo Bono oleh warga masyarakat tempatan ini diduga juga mempunyai unsur magis dengan mempunyai 7 tingkat gelombang. "Seven Ghost," ujar peselancar top dunia saat menjajal kemampuannya di Gelombong Bono Sungai Kampar setiap tahunnya.

Melihat hal tersebut tentunya Pemerintah Kabupaten Pelalawan mulai memikirkan untuk dapat menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara agar dapat berkunjung sekaligus menyaksikan kemolekan dan keindahan fenomena yang terjadi di alur sungai ini.

Dengan ini Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan gelombang bono dimulai dari dalam negeri hingga ke mancanegara. Setiap ada kesempatan gelombang bono tetap menjadi prioritas pemerintah untuk ditawarkan.

Salah satu cara promosi yang dilakukan pemerintah kabupaten pelalawan dengan secara berkala menggelar even seni dan budaya guna menambah daya tarik pengunjung. Promosi yang setiap tahun dilaksanakan disaat pasang mati, dimana air laut naik menuju daratan terjadi saat bulan-bulan November dan Desember adalah dengan menggelar “Bekudo Bono”.

Acara ini meramu sejumlah kegiatan dengan ikon wisata seperti menampilkan seni dan budaya kabupaten/kota Se-Provinsi Riau, kemudian acara lomba mancing dan tentu saja lomba berselancar dengan berbagai kategori, baik tingkat lokal maupun nasional. Selain itu, ada juga lomba fotografi yang diharapkan menghasilkan momen-momen eksotik dari gelombang bono nan asri dan memukau.

Related image
Indiahnya Ombak Bono

Dengan segala usaha ini akhirnya wisata gelombang bono mendapat pengakuan dari pemerintah pusat dengan masuknya wisata bono menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang mendapat prioritas pengembangan dan promosi keseluruh mancanegara.

Hal ini dibuktikan dengan menerimanya Bupati HM Harris sebuah penghargaan dalam promosi dan pengelolaan objek wisata dari pemerintah pusat berupa penghargaan Citra Pesona Award 2013 yang termasuk dalam 10 besar terbaik pengelolaan objek wisatanya di seluruh Indonesia. "Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam mewujudkan target-target tersebut tanpa dukungan semua pihak," ujar Bupati HM Harris dir uang kerjanya belum lama ini. [Sr/Ton/Advertorial]




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat