Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Advertorial
Advertorial Pemkab Meranti
Jadi Skala Prioritas, Pemkab Meranti Ingin Raih Kejayaan Sektor Pertanian
Senin, 08 Juli 2019 - 07:00:55 WIB

SULUHRIAU, Meranti- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti manjadikan sektor pertanian dan peternakan. Ini dilakukan untuk meraih kejayaan dibidang pertanian, dengan cara mengingkatkan hasil produksi.

Upaya menggenjot sektor ini dilakukan Pemkab Meranti dari tahun ke tahun. Sektor ini dianggap mumpuni mengangangkat ekonomi masyarakat menunjang kesejahteraan di Meranti.

Karenda disadari, sektor ini menjadi kebutuahan mendasar untuk mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di kota sagu ini.

Untuk mewujudkan pembangunan sektor ini, instansi terkait di lingkungan Pemkab Meranti seperti Dinas Pertanian diminta untuk menjalankan program ini dan dikelola dengan baik dan benar serta tepat sasaran.

Seperti di sampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Meranti Yulian Norwis, SE MM bersama instansi terkait, menjelaskan, Pemkab akan fokus menjalankan Program dibidang Pertanian karena daerah ini memilik potensi besar.

Bahkan, ada sektor pertanian yang sangat dibanggaka daerah ini dimana daerah lain nyaris tidak memilikinya, yakni Sagu. "Pertanian sagu telah membawa nama daerah sampai ke nasional hingga mendunia," kata Norwis, Sabtu (6/7/2019).

Image result for panen raya meranti
Salah satu kegiatan panen raya di Meranti

Dikatakan, selain itu, kerja keras juga akan difokuskan kepada pertanian padi, dimana hasil pertanian ini juga sangat vital, karena beras adalah makanan pokok Indonesia umumnya.

"Memang perlu keseriusan agar program yang yang diprioritaskan tersebut bisa terwujud, instansi terkait yakni Dinas Pertanian diminta untuk menjalankan dan mengelolanya dengan baik dan benar serta tepat sasarannya," harap Norwis.

Selanjutnya Yulian Norwis memaparkan, karena program ini merupakan skala prioritas, tujuan ingin dicapai, Pemkab ingin kembali mengangkat keberhasilan sektor ini.

Dimana, sektor pertanian di Mernati Meranti pernah berhasil membanggakan nama daerah di dunia Internasional dengan pertanian Sagu dan jumlah produksinya.

Ditarget Produksi 15 Ton

Maka ke depannya pertanian padi juga bisa membawa nama Pemkab Meranti Ke dunia Internasional dengan mengedepankan program seperti tanam serentak 2019 yang telah dilaksanakan pada tahun tahun sebelumnya juga (2018).

"Ketika saya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, kita ada program Tanam Serentak, dimana program tersebut sudah dilaksanakan ditahun-tahun sebelumnya, dan ke depannya pada tahun ini kita akan targetkan hasil Produksi yang lebih meningkat dari 10.000 ton menjadi 15.000 ton per tahun, sehingga bisa membanggakan nama Pemda Meranti khususnya di bidang pertanian padi". papar mantan Kadis Pertanian ini.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri
Forkopinda Meranti ikut berperan dalam pertanian

Lebih jauh jelansya, mengenai kesediaan lahan kesediaan  lahan Dengah jumlah 3.898 hektar lahan  pertanian yang tersedia ditambah dengan bibit varian seperti Batang Piaman dan bibit unggul lainya tentu bisa menaikkan jumlah produksi padi di wilayah ini.

Tidak hanya itu, Pemkab Meranti juga telah mempersiapkan bantuan terhadap petani atau kelompok seperti insfrastruktur dasar berupa tanggul, pintu kleep agar bisa meminimalisir pengairan untuk pertanian, karena daerah ini sering terjadi banjir Rob dimana air laut yang tidak menutup kemungkinan akan naik sampai ke lahan pertanian.

Selain itu, Pemkab dengan Sektor Pertanian ditandai dengan mengadakan Program SERASI ditahun 2020 medatang.

Program SERASI tersebut adalah program yang mengoptimalkan hasil produksi padi dalam setahun bisa melakukan dua kali panen dan mengoptimalkan sekitar 4.000 hektar tambahan lahan pertanian yang berada disembilan kecamatan serta selaras juga dengan Program Pemerintah pusat dengan tema "Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani".

Dengan begitu tambah Yulian Norwis SE MM, untuk mensukseskan program tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti tentunya telah mempersiapkan tenaga Ahli atau penyuluh pertanian khususnya Pertanian Padi terbaik sebanyak 26 orang dan saat ini telah ditugaskan ke sembilan kecamatan guna untuk memberikan pemahaman, kajian, dan menggerakan kelompok para Petani guna menambah wawasan, dan lebih termotivasi untuk menyatukan pemikiran.

Penambahan Luas Lahan Pertanian

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti Jaka Insista mengatakan, sejak Dinas Pertanian dipimpin oleh Yulian Norwis pada tahun 2013 yang lalu hingga 2018 Dinas Pertanian kabupaten Kepulauan Meranti berupaya terus lakukan peningkatan luas Area Pertanian Padi yang semula ditahun 2013 lalu seluas 2.292 hektar menjadi 3.898 hektar ditahun 2016.

Selain itu, diwaktu Dinas Pertanian,  Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti masih dikomandai Yulian Norwis yang sekarang Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti tidak hanya lakukan peningkatan luas areal padi tapi juga telah sukses lakukan beberapa kegiatan salah satunya seperti:

1. Kegiatan penilaian petani, poktan, gapoktan pada hari krida pertanian tingkat kabupaten meranti.

2. Terpenuhinya tenaga penyuluh pertanian Tidak tetap.

3. Suksesnya penanaman padi Serentak dikabupaten Meranti.

4. Terlaksanakannya cetak sawah seluas 500 Hektar.

5. Terlaksanakanya optimalisasi sawah seluas 640 hektar.

6. Jaringan irigasi sawah seluas 1.250 hektar.

7. Juara 1 penyusun resep menu pangan tingkat provinsi Riau.

8. Terlaksanakanya pengadaan ternak sapi 517 ekor dan kambing 371 ekor serta ayam pedaging 104.000.100 ekor.

Image result for forkopinda panen perdana cetak sawah di meranti

"Itu semua berkat pengalaman serta program yang diciptakan Yulian saat menjabat Kadistan (Kini sekda-red), program yang telah digagas itu akan terus dikembangkan," katanya.

Suksesnya program yang dilaksanakannya itu dilihat ditahun 2013 tersebut hingga ditahun 2014 mengalami peningkatan yang signifikan, contohnya seperti luas Areal padi menjadi 3.898 hektar, pengembangan tanam bawang merah seluas 0,5 hektar, Irigasi sawah 1.000 hektar, pengadaan ternak sapi 398 ekor dan kambing menjadi 1.139 ekor.

Paling membanggakan daerah ini juga berhasil menyelenggarakan festival Pangan Sagu Nusantara Sebagai salah satu Alternatif bahan pangan Sumber daya lokal di tingkat nasional" jelas Jaka saat ditemui media di ruang kerjanya Minggu lalu.

"Banyak program dan pretasi yang saat ini terus kami prioritaskan itu berkat bimbingan dari pak Yulian Norwis yang sangat berpengalaman dalam Bidang pertanian," katanya.

Dimana, tahun 2016 lalu sukses melaksanakan teknologi tanam sawah jajar legowo 1.250 hektar, dan perluasan tanam jagung 819 hektar, perluasan tanam kedelai 200 hektar, Mendapat penghargaan Adhikarya Pengan Nusantara tahun 2016, Rekor MURI Panganan Sagu terbanyak Didunia tahun 2016, mendapat Peringkat Kelompok Tani Terbaik III Provinsi Riau,
Program UPSUS SIWAB 2017, Terbaik 1 Penyuluh teladan provinsi Riau 2018 , Harapan 1 Cipta Menu (B2S) Provinsi Riau". pungkasnya. [Adv, tmy/Sr]





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat