Badan Kesbangpol Pekanbaru Gelar Pelatihan Sosialisasi Peran Intelijen Anggota FKDM
SULUHRIAU, Pekanbaru- Mengingat Kota Pekanbaru sebagai kota heterogen, potensi konflik sosial rentan terjadi yang bisa menggangu kelangsungan pembangunan.
Untuk mengantisipasi hal itu, peran serta dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam menjaga dan memelihara kondusifitas dearah, maka perlu kewaspadaan dini dengan melakukan dekteksi dini dan cegah dini (Deni Ceni) terhadap potensi konflik sosial sangat daerah, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.
Atas pentingnya deteksi dan pencegahan dini ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) Pekanbaru menggelar Pelatihan Sosialisasi Peran Intelijen Bagi Anggota FKDM dengan tema" Optimalisasi Melalui Deteksi Dini dan Cegah Dini dalam Mengantidipasi Potensi ATHG di Kota Pekanbaru".
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat 29-30 September di Hotel Royal Asnof Pekanbaru. Acara dibuka Pj Walikota Pekanbaru diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemko Pekanbaru Drs. H. Syoffaizal, M.Si.

Dalam kesempatan itu Syoffaizal mengatakan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif penting mewujudkan kelangsungan pembangunan Kota Pekanbaru.
Maka untuk mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban itu diperlukan peran serta masyarakat yang terarah dan terpadu dan berkelanjutan, maka dibetuklah FKDM.
Ini merupakan wadah bagi elemen masyarakat untuk menjaga dan memelihara kewaspadaan.
Syoffaizal melalui amanat Pj Walikota Pekanbaru juga mengatakan, menyambut baik dan mengapresiasi pelaksaan pelatihan dan sosialisasi intelejen tersebut karena dengan ada acara itu, setidaknya para peserta pelatihan dapat mengenali dan memahami permasalahan yang terjadi di masyarakat, sehingga setiap permasalahan yang ada dapat dicarikan solusinya dengan baik.
Apalagi, menjelang Pemilu 2024 eskalasi politik mulai meningkat dan berpotensi terjadinya gesekan, ini perlu dukungan, baik antar partai politik, para pendukung dan simpatisan lainnya.

"Kita akan menghadapi pemilu 2024, diharapkan FKDM memiliki kemampuan mendeteksi dini melalui ilmu intelijen atas kemungkinan ancaman konflik di tengah masyarakat," katanya.
Menurutnya, menciptakan kondisi kondusif ini sangat penting sebuah daerah terutama daerah Pekanbaru, karena Kota Pekanbaru ini kota jasa dan perdagangan. "Kalau kondisi tidak aman dan nyaman, orang tidak mau ke Pekanbaru serta tidak mau menanamkan investasinya di daerah ini," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru Zulfahmi Adrian, AP. M.Si dalam laporan sebagai Ketua Pelaksana acara ini mengatakan, dasar pelaksanaan kegiatan ini antara lain UU No 17 tahun 2011, Permendagri Nomor 12 Tahun 2006, tentang Kewaspadaan Dini masyarakat di Daerah. Kemudian keputusan Walikota Pekanbaru No 207 tahun 2022 tentang FKDM Kecamatan Pekanbaru.
FKDM adalah salah satu organisasi masyarakat dimana anggotanya terdiri dari, tokoh masyarakat, pemuda, agama, adat. “FKDM merupakan mitra pemerintah,†katanya.
Ditambahkan Zulfahmi rakor ini, juga bermanfaat bagi anggota FKDM karena menambah wawasan dan pengetahuan tentang perkembangan situasi sosial, politik, kantibmas di wilayah Pekanbaru.

Karena tugas FKDM Kota dan Kecamatan yakni, menjaring, menampung, mengoordinasikan dan mengomunikasikan data serta informasi dari masyarakat mengenai potensi, gejala, atau peristiwa timbulnya ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) di daerah yang dapat mengancam stabilitas nasional.
Tujuan pelaksanaan kegiatan ini antara lain mening meningakatkan pemahaman anggota FKDM pentingnya mewujudkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Kemudian mengembangkan kemampuan peserta sebagai mata dan telinga Kota Pekanbaru untuk dapat melakukan deteksi dini dan cegah dini.
Dalam kegiatan ini menghadirkan sejumlah nara sumber yang kompeten dibidangnya masing masing, yakni Kejaksaan, BAIS, kepolisian dan lainya dengan memamaparkan berbagai hal yang dilengkapi modul dan makalah.
Pada pelaksanaan hari pertama ada tiga nara sumber dalam pelatihan ini dan hari berikutnya ada empat nara sumber.

Pada hari kedua pelaksanaan kegiatan ini, acar dimoderatori Kabid Wasda Kesbangpol Pekanbaru Inang Tati Dewi cukup menarik, terutama beberapa materi disampaikan sejumlah nara sumber dengan adanya ada sesi tanya jawab.
FKMD Perlu Pahami Tupoksi
Pada intinya, para nara sumber mengharapkan agar anggota FKDM dapat memahami dan menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam mendekteksi dan mencegah sedini mungkin ancaman konflik sosial di daerah ini.
Seperti disampaikan Sigit Haryono Kabinda Riau, bahwa perlunya kewaspadaan. Ia menyatakan, tentang tugas pokok dan fungsi FKDM yang harus dipahami anggota FKDM masing-masing tingkatan.
Dimana tugas pokok dan fungsi adalah menjaring, menampung, mengoordinasikan, dan mengomunikasikan data serta informasi dari masyarakat mengenai potensi terhadap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) di wilayah masing-masing, lalu memberikan laporan informasi dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah, benar-benar harus dipahami. "Jika ini benar-benar berfungsi ancaman konflik sosial dan lainnya akan bisa diatasi, daerah akan aman," kata Sigit.

Menurut sumber lain, banyak faktor pemicu konflik, seperti muncul karena mengatasnamakan agama, paham dan lainnya. Sebab, itu anggota FKDM bisa masuk dalam kelompok-kelompok sosial untuk mengetahui acaman konflik.
Adapun sebagai nara sumber pada Pelatihan Sosialisasi Peran Intelijen Anggota FKDM Adiundang Kesbangpol Pekanbaru yakni:
1. Kompol Ferizal, Kasat Bimas Polresta Pekanbaru.
2. Mayor Joni Sipahutar, Pasiter Kodim 0301 Pekanbaru
3. Jumieko Andra, CH, Kasubsi A Intelijen Kejari Pekanbaru.
4. Sigit Haryono Agen Madya Binda Riau
5. Mayor AU Rahman, dari BAIS
6. AKBP Geontoro Wisnoe Tj. SPd,
Kanit 2 Subdit Kontra Radikal Direktrat Pencegahan.
7. Iptu Putra Andin, M, Kanit Kamneo Sat Intelkam Polreata Pekanbaru. (Adv,src)
Komentar Anda :