Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Kuansing
Tradisi 'Barayo di Rumah Godang' Masyarakat di Sentajo tak Tergerus Zaman
Selasa, 01 April 2025 - 16:26:34 WIB
Kolase, suasana berayo di rumah godang Sentajo (Foto: Ade)

SULUHRIAU, Sentajo Raya- Ada tradisi unik dan menarik masyarakat di Kenegerian Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing),  Provinsi Riau yakni "Barayo di Rumah Godang" (berhari raya ke rumah godang).

Tradisi ini dirangkai dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri yang dilkasanakan setiap tahun, tepatnya hari kedua hari Raya Idul Fitri.

Berayo di Rumah Godang ini dilaksanakan di Rumah Godang yang berada di Desa Koto Sentajo Kecamatan Senatajo Raya.

Tahun ini, Idul Fitri 1446 H/2025 M, kembali dilaksanakan. Ribuan masyarakat berkumpul dari berbagai puak atau suku, terdiri dari Suku Malayu, Tanjung, Pitopang, Piliang, Piliang Lowe, Piliang Soni, Caniago.

Dari suku induk itu terbagi pula beberapa puak suku dan berkumpul di masing-masing rumah godang yang ada di Koto Sentajo sebanyak 18 rumah godang.

Rumah Godang adalah sebuah rumah adat yang menjadi simbol kebesaran dan kehormatan bagi masyarakat setempat. Rumah Godang, dengan arsitektur khas dan megah, menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar dan masyarakat untuk saling berkunjung, berbagi kebahagiaan dan mempererat tali persaudaraan.

Tradisi ini dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh penghulu Niniak Mamak atau tokoh adat setempat. Setelah itu, warga yang datang saling bersalaman, berbagi hidangan tradisional khas daerah, seperti ketupat, rendang, dan berbagai jenis kue-kue lebaran.

Tak hanya itu, acara ini juga diwarnai dengan hiburan berupa seni tradisional, seperti silek sentajo atau silat daerah menambah keceriaan suasana.

Menurut tokoh adat Kenegrian Sentajo, H Asbar, tradisi berhari raya ke Rumah Godang memiliki makna yang sangat mendalam.

"Selain sebagai ajang silaturahmi, tradisi ini sudah dilaksanakan sejak beratus tahun yang lalu dan juga merupakan cara untuk mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Rumah Godang sebagai pusat kebudayaan kita, menjadi tempat yang sangat simbolik bagi masyarakat," ujarnya.

Acara berhari raya ke Rumah Godang tidak hanya melibatkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian para perantau yang pulang ke kampung halaman.

Mereka yang tinggal di luar daerah atau bahkan luar negeri, selalu merindukan momen ini untuk kembali ke akar budaya mereka dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar.

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan perubahan zaman, tradisi ini tetap dilestarikan secara turun temurun oleh masyarakat Kenegerian Sentajo sebagai upaya menjaga identitas dan budaya lokal di tengah modernitas.

Setiap tahun, tradisi ini semakin dirayakan dengan semangat yang tinggi, hingga tahun ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang. (*)

Penulis: Ade Pandra
Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat