Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Kuansing
Tradisi 'Barayo di Rumah Godang' Masyarakat di Sentajo tak Tergerus Zaman
Selasa, 01 April 2025 - 16:26:34 WIB
Kolase, suasana berayo di rumah godang Sentajo (Foto: Ade)

SULUHRIAU, Sentajo Raya- Ada tradisi unik dan menarik masyarakat di Kenegerian Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing),  Provinsi Riau yakni "Barayo di Rumah Godang" (berhari raya ke rumah godang).

Tradisi ini dirangkai dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri yang dilkasanakan setiap tahun, tepatnya hari kedua hari Raya Idul Fitri.

Berayo di Rumah Godang ini dilaksanakan di Rumah Godang yang berada di Desa Koto Sentajo Kecamatan Senatajo Raya.

Tahun ini, Idul Fitri 1446 H/2025 M, kembali dilaksanakan. Ribuan masyarakat berkumpul dari berbagai puak atau suku, terdiri dari Suku Malayu, Tanjung, Pitopang, Piliang, Piliang Lowe, Piliang Soni, Caniago.

Dari suku induk itu terbagi pula beberapa puak suku dan berkumpul di masing-masing rumah godang yang ada di Koto Sentajo sebanyak 18 rumah godang.

Rumah Godang adalah sebuah rumah adat yang menjadi simbol kebesaran dan kehormatan bagi masyarakat setempat. Rumah Godang, dengan arsitektur khas dan megah, menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar dan masyarakat untuk saling berkunjung, berbagi kebahagiaan dan mempererat tali persaudaraan.

Tradisi ini dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh penghulu Niniak Mamak atau tokoh adat setempat. Setelah itu, warga yang datang saling bersalaman, berbagi hidangan tradisional khas daerah, seperti ketupat, rendang, dan berbagai jenis kue-kue lebaran.

Tak hanya itu, acara ini juga diwarnai dengan hiburan berupa seni tradisional, seperti silek sentajo atau silat daerah menambah keceriaan suasana.

Menurut tokoh adat Kenegrian Sentajo, H Asbar, tradisi berhari raya ke Rumah Godang memiliki makna yang sangat mendalam.

"Selain sebagai ajang silaturahmi, tradisi ini sudah dilaksanakan sejak beratus tahun yang lalu dan juga merupakan cara untuk mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Rumah Godang sebagai pusat kebudayaan kita, menjadi tempat yang sangat simbolik bagi masyarakat," ujarnya.

Acara berhari raya ke Rumah Godang tidak hanya melibatkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian para perantau yang pulang ke kampung halaman.

Mereka yang tinggal di luar daerah atau bahkan luar negeri, selalu merindukan momen ini untuk kembali ke akar budaya mereka dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar.

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan perubahan zaman, tradisi ini tetap dilestarikan secara turun temurun oleh masyarakat Kenegerian Sentajo sebagai upaya menjaga identitas dan budaya lokal di tengah modernitas.

Setiap tahun, tradisi ini semakin dirayakan dengan semangat yang tinggi, hingga tahun ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang. (*)

Penulis: Ade Pandra
Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat