Reses Anggota DPRD Riau Robin Hutagalung di Pekanbaru, Banyak Terima Aspirasi Soal Pendidikan
SULUHRIAU, Pekanbaru- Anggota DPRD Riau daerah pemilihan (dapil) Pekanbaru Robin P Hutagalung menggelar reses di sejumlah titik di Pekanbaru.
Dari reses tersebut, Robin mengaku sangat banyak menerima aspirasi masyarakat, mulai dari soal infrastruktur jalan, berupa semenisasi, kesehatan dan pendidikan.
Namun tambah Robin, ada aspirasi menurutnya dominan disampaikan warga, yakni soal terbatasnya daya tampung siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di wilayah Pekanbaru ini.
Hal itu disampaikan Robin, Jumat, (7/11/2025) saat ditanya hasil reses dilaksanakannya dibeberapa titik dengan jadwal reses dewan mulai tanggal 1 hingga 8 November 2025.
Ia menambahkan, keterbatasan daya tampung SMAN di beberapa kelurahan Kota Pekanbaru merugikan para lulusan sekolah menengah pertama (SMP).
"Ini menjadi keluhan utama masyarakat yang disampaikan langsung kepada kami," ungkapnya.
Menurut Robin, keluhan tersebut antara lain di kelurahan-kelurahan Kecamatan Tangkerang Barat, di Kecamatan Rumbai hingga Tenayan Raya dan Jalan Rampai di Kecamatan Kulim.
Masyarakat di wilayah tersebut merasa kesulitan mendapatkan akses pendidikan ke jenjang SMA, terutama saat memasuki ajaran baru.
"Masuk ajaran baru membuat orang tua di awal ajaran agak frustasi. Karena daya tampung sekolah negeri sangat terbatas," ujar Robin Hutagalung.
Robin mengakui upaya mengatasi masalah ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena membangun sekolah baru sebagai solusi utama akan dihadapkan dengan masalah ketersediaan lahan.
"Untuk bangun sekolah baru diperlukan lahan. Kalau dicari lahan nanti malah jauh dari tempat tinggal mereka," jelasnya.

Oleh karena itu, Robin yang juga politisi PDI-P ini melihat, solusi terhadap masalah ini adalah dengan peningkatan kualitas sekolah swasta,
Walaupun memiliki tantangan sendiri.
Karena banyak sekolah swasta hanya menampung 20-30 murid dan kebijakan afirmasi atau bantuan untuk jalur swasta tidak menjangkau semua siswa.
"Jadi solusinya sekolah swasta yang bisa mengakomodir dengan disubsidi biayanya, jangan terlalu mahal," tegas Robin.
Ia juga meminta pemerintah memberikan penjelasan yang baik kepada masyarakat bahwa pembangunan sekolah belum bisa dilakukan karena kondisi keuangan daerah.
Robin meyakini dengan penjelasan itu, masyarakat dapat memahaminya. Karena bukan hanya sekolah yang perlu dibangun, tetapi juga infrastruktur lainnya juga sama-sama penting. (Adv)
Komentar Anda :