Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
Hadir di Pekanbaru, Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Hanya untuk Anak Miskin, Titipan Dilarang Masuk
Minggu, 14 Juni 2026 - 19:45:26 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru– Di balik tingginya angka partisipasi sekolah, masih ada anak-anak yang terpaksa meninggalkan bangku pendidikan karena tekanan ekonomi keluarga. Ada pula yang bahkan belum pernah merasakan suasana belajar di ruang kelas.


Untuk kelompok inilah Program Sekolah Rakyat disiapkan pemerintah. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut ditujukan sebagai jalur penyelamat bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan.


Pesan itu disampaikan Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, saat berdialog dengan orang tua calon peserta didik dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat di Sentra Abiseka Rumbai, Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).


Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan biasa, melainkan instrumen untuk memutus rantai kemiskinan yang selama ini membuat banyak anak kehilangan akses terhadap masa depan yang lebih baik.


"Program Sekolah Rakyat ini memang digagas langsung oleh Bapak Presiden untuk menampung anak-anak dari keluarga dengan kondisi paling rentan, baik secara sosial maupun ekonomi," kata Gus Ipul.


Ia menjelaskan, sasaran utama program tersebut adalah anak-anak yang belum pernah bersekolah, berisiko putus sekolah akibat faktor ekonomi, maupun mereka yang telah lebih dahulu meninggalkan dunia pendidikan.


Karena menyasar kelompok yang sangat rentan, pemerintah menerapkan proses seleksi yang ketat berbasis data kesejahteraan masyarakat.


Tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) disebut akan melakukan verifikasi langsung ke lapangan guna memastikan calon peserta didik benar-benar berasal dari keluarga yang memenuhi kriteria.


Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga memberikan peringatan tegas terkait proses penerimaan siswa.


Ia menegaskan tidak boleh ada praktik titipan maupun pungutan dalam bentuk apa pun selama proses seleksi berlangsung.


"Saya tegaskan, tidak boleh ada praktik jual beli kursi, tidak boleh ada pungutan bayar-membayar, dan tidak boleh ada titipan dari pihak manapun. Menteri tidak boleh titip, gubernur tidak boleh titip, bupati maupun wali kota juga tidak boleh titip," tegasnya.


Menurutnya, seluruh proses penerimaan harus murni berdasarkan data kemiskinan yang valid agar program benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.


Selain menyoroti proses penerimaan, Mensos juga menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang lebih humanis bagi para siswa Sekolah Rakyat.


Ia meminta para guru dan tenaga pendidik tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membangun kepercayaan diri, karakter, dan semangat belajar anak-anak yang selama ini hidup dalam berbagai keterbatasan.


Pesan tersebut bukan tanpa alasan.
Selama hampir satu tahun pemantauan terhadap proses pembelajaran yang telah berjalan, Kementerian Sosial mengklaim melihat perubahan signifikan pada peserta didik yang mengikuti program tersebut.


Menurut Gus Ipul, banyak siswa yang sebelumnya tertutup dan kurang percaya diri kini mulai berani tampil, lebih disiplin, dan memiliki semangat yang lebih besar untuk meraih cita-cita.


"Perkembangannya sangat luar biasa. Anak-anak didik kini tampil jauh lebih percaya diri, lebih disiplin, kondisi fisiknya lebih sehat, dan yang terpenting mereka memiliki daya juang yang lebih besar untuk mengejar cita-citanya," ujarnya.


Saat berada di Pekanbaru, Mensos juga menyaksikan langsung penampilan bakat dan kreativitas siswa dari Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 3 Pekanbaru dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 31 Pekanbaru.


Bagi pemerintah, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa intervensi pendidikan yang tepat dapat membuka kembali peluang masa depan bagi anak-anak yang sebelumnya berada dalam kondisi rentan.


Di tengah berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi masyarakat berpenghasilan rendah, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak yang hampir kehilangan kesempatan belajar untuk kembali menata masa depannya melalui pendidikan. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat