SULUHRIAU, Pekanbaru– Hujan disertai angin kencang merusak atap sejumlah rumah di Perumahan Putri Tujuh, Kota Pekanbaru, Rabu (4/11/2026) malam. Material atap yang tercabut bahkan terbawa hingga lebih dari 100 meter.
Peristiwa itu melanda kawasan RT 05 dan RT 06/RW 03, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani. Sejumlah rumah kehilangan penutup atap, sementara rumah lainnya rusak tertimpa material dari bangunan tetangga.
Atap yang terlepas terbawa angin sejauh 50 meter hingga lebih dari 100 meter. Sebagian mendarat di rumah tetangga dan membuat atap rumah yang tertimpa ikut berlubang.
Di antara warga terdampak adalah Yet (56). Ia mengaku kaget ketika tubuhnya basah saat sedang beribadah di dalam rumah.
“Saya sedang salat Magrib,” kata Yet.
Seusai salat, ia melihat ke atas dan mendapati bagian atap rumahnya sudah terbuka cukup luas. Hujan pun langsung masuk melalui bagian yang kehilangan penutup tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan hampir 20 lembar atap rumah Yet terlepas terbawa angin. Kayu penyangga atap juga ikut terangkat dan jatuh di sejumlah titik.
Kerusakan turut dialami Masdir (63). Atap rumahnya dihantam angin hingga bocor di sejumlah bagian.
Beberapa rumah lain juga mengalami atap terlepas dan kebocoran. Air hujan yang masuk melalui bagian atap yang rusak membuat rumah-rumah terdampak tergenang.
Situasi malam itu semakin menyulitkan warga karena listrik padam. Mereka sibuk mengumpulkan kembali material atap yang berserakan setelah terbawa angin.
Ketua RT 06/RW 03 Firdaus turut memantau kondisi rumah warga pada malam kejadian.
Warga berharap kerusakan yang mereka alami mendapat perhatian pemerintah.
“Ini bencana,” ujar salah seorang warga yang berharap adanya perhatian pemerintah. (src)