Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Menteri Siti: Ada Indikasi PT APSL Gerakkan Masyarakat
Selasa, 06 September 2016 - 08:16:04 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Kelompok Tani Nelayan Andalan membantah melakukan penyanderaan terhadap 7 staf Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Rokan Hulu, Riau.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyebut ada indikasi masyarakat digerakan oleh PT Andika Pratama Sawit Lestari (APSL).

"Indikasi itu ada. Indikasi di lapangan ada. Karena dari mereka kerja diikuti. Waktu disandera kan minta dihapusnya foto. Dan plang minta dicabut. Ya udah kita teliti aja," ungkap Siti.

Hal tersebut disampaikan usai Siti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Peristiwa berawal saat Tim Kebakaran Hutan dan Lahan (KLHK) Kementerian LHK mendatangi lahan yang terbakar menyusul adanya masyarakat yang mengungsi akibat kabut asap. Tim awalnya mendatangi ke lokasi yang dikuasai PT APSL.

Dari temuan di lapangan, terdapat kawasan terbakar yang berada di lahan hutan produksi atau milik negara. Setelah ditelusuri, kebun sawit yang terbakar itu dikelola oleh tiga kelompok tani yang difasilitasi oleh PT APSL sebagai 'Bapak Angkat'.

"Semua indikasi yang terbakar diperiksa aja. Kan prosedur harus dilalui. Kan gambarnya luas jelas banget itu wilayah milik PT APLS yang terbakar," kata Siti.

Pihak polisi menyebut ratusan orang yang menghalangi 7 staf Kementerian LHK merupakan korban. Mereka disebut ingin menyampaikan aspirasi kepada pihak pemerintah.

"Kalau masyarakat ngebakar kan (mereka tetap) kena juga. Tahun lalu kita sampai nggak bisa napas. Masa kita mau kaya gitu terus. Saya waktu dikabari asap pekat ke Singapura jadi nggak tenang," Siti menjelaskan.

Soal apakah Kelompok Tani korban atau bukan, Siti menyebut penyelidikan harus dilakukan. Termasuk soal izin PT APLS dan pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa itu.

"Prosedur harus ditelisik. Izinnya si perusahaan gimana, peran aparat gimana. Ada permainan apa tidak dalam pengurusan izinnya antara perusahaan dengan aparat di masyarakat," tuturnya.

Tujuh staf yang disandera ratusan orang turun ke lokasi atas perintah langsung Menteri LHK. Siti mengaku sempat kaget mendengar kabar dari media mengenai adanya masyarakat yang mengungsi akibat dampak kebakaran hutan dan lahan.

"Sekarang kebayang nggak di Dumai gelap. Masyarakat mengungsi. Makanya Minggu tanggal 28 kemarin saya suruh cek Dirjen ke lapangan," terang Siti.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan, Jefriman membantah melakukan penyanderaan. Mereka juga membantah membakar lahan.

"Kami dari kelompok tani tidak pernah menyandera staf ibu menteri (Menteri KLHK Siti Nurbaya). Kami juga tidak melakukan kontak fisik ataupun menyentuh barang-barang yang dibawa staf KLHK," aku Jefriman, Senin (5/9).

Jefriman juga mengatakan bahwa lahan yang terbakar di Desa Bonai, Kabupaten Rohul, bukanlah lahan PT APSL. Mereka menyebut kawasan yang terbakar adalah perkebunan sawit milik kelompok tani di lahan milik negara.

"Kami ini masyarakat miskin. Karenanya kami memiliki lahan lantas menggandeng PT APSL sebagai perusahaan 'Bapak Angkat' untuk membangunkan perkebunan kelapa sawit kepada kami," tandasnya.

sumber: detik.com| editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat