Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Sosial Budaya
Menteri Siti: Ada Indikasi PT APSL Gerakkan Masyarakat
Selasa, 06 September 2016 - 08:16:04 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Kelompok Tani Nelayan Andalan membantah melakukan penyanderaan terhadap 7 staf Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Rokan Hulu, Riau.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyebut ada indikasi masyarakat digerakan oleh PT Andika Pratama Sawit Lestari (APSL).

"Indikasi itu ada. Indikasi di lapangan ada. Karena dari mereka kerja diikuti. Waktu disandera kan minta dihapusnya foto. Dan plang minta dicabut. Ya udah kita teliti aja," ungkap Siti.

Hal tersebut disampaikan usai Siti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Peristiwa berawal saat Tim Kebakaran Hutan dan Lahan (KLHK) Kementerian LHK mendatangi lahan yang terbakar menyusul adanya masyarakat yang mengungsi akibat kabut asap. Tim awalnya mendatangi ke lokasi yang dikuasai PT APSL.

Dari temuan di lapangan, terdapat kawasan terbakar yang berada di lahan hutan produksi atau milik negara. Setelah ditelusuri, kebun sawit yang terbakar itu dikelola oleh tiga kelompok tani yang difasilitasi oleh PT APSL sebagai 'Bapak Angkat'.

"Semua indikasi yang terbakar diperiksa aja. Kan prosedur harus dilalui. Kan gambarnya luas jelas banget itu wilayah milik PT APLS yang terbakar," kata Siti.

Pihak polisi menyebut ratusan orang yang menghalangi 7 staf Kementerian LHK merupakan korban. Mereka disebut ingin menyampaikan aspirasi kepada pihak pemerintah.

"Kalau masyarakat ngebakar kan (mereka tetap) kena juga. Tahun lalu kita sampai nggak bisa napas. Masa kita mau kaya gitu terus. Saya waktu dikabari asap pekat ke Singapura jadi nggak tenang," Siti menjelaskan.

Soal apakah Kelompok Tani korban atau bukan, Siti menyebut penyelidikan harus dilakukan. Termasuk soal izin PT APLS dan pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa itu.

"Prosedur harus ditelisik. Izinnya si perusahaan gimana, peran aparat gimana. Ada permainan apa tidak dalam pengurusan izinnya antara perusahaan dengan aparat di masyarakat," tuturnya.

Tujuh staf yang disandera ratusan orang turun ke lokasi atas perintah langsung Menteri LHK. Siti mengaku sempat kaget mendengar kabar dari media mengenai adanya masyarakat yang mengungsi akibat dampak kebakaran hutan dan lahan.

"Sekarang kebayang nggak di Dumai gelap. Masyarakat mengungsi. Makanya Minggu tanggal 28 kemarin saya suruh cek Dirjen ke lapangan," terang Siti.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan, Jefriman membantah melakukan penyanderaan. Mereka juga membantah membakar lahan.

"Kami dari kelompok tani tidak pernah menyandera staf ibu menteri (Menteri KLHK Siti Nurbaya). Kami juga tidak melakukan kontak fisik ataupun menyentuh barang-barang yang dibawa staf KLHK," aku Jefriman, Senin (5/9).

Jefriman juga mengatakan bahwa lahan yang terbakar di Desa Bonai, Kabupaten Rohul, bukanlah lahan PT APSL. Mereka menyebut kawasan yang terbakar adalah perkebunan sawit milik kelompok tani di lahan milik negara.

"Kami ini masyarakat miskin. Karenanya kami memiliki lahan lantas menggandeng PT APSL sebagai perusahaan 'Bapak Angkat' untuk membangunkan perkebunan kelapa sawit kepada kami," tandasnya.

sumber: detik.com| editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat