Lestarikan Budaya, ASN Siak Diminta Pakai Tanjak Setiap Kamis
Sabtu, 04 Februari 2017 - 08:33:54 WIB
SULUHRIAU, Siak Sri Indrapura- Kabupaten Siak Sri Indrapura, berupaya melestarikan budaya tanjak. Untuk itu Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta pakai tanjak setiap hari Kamis.
Tanjak adalah ikat kepala khas budaya Melayu. Biasanya pada momen-momen tertentu ikat kepala ini masyarakat melayu menggunakan tanjak ini.
Tanjak dianggap sebagai kewibaan di kalangan masyarakat Melayu, yang digunakan untuk penutup kepala. Pada zaman dahulu, semakin tinggi dan kompleknya bentuknya akan menunjukkan status sosial si pemakainya.
Agar ini bisa dilestarikan, Bupati Siak Syamsuar Jumat (3/2/2016), menerapkan kebijakan pemakaian tanjak di kalangan ASN setempat.
"Pemakaian tanjak digalakkan untuk menghidupkan kembali identitas kebudayaan Melayu di tengah masyarakat. Kami juga sebelumnya sudah membuat gerakan berbusana dan berbahasa Melayu," Kata Bupati Siak Syamsuar.
Gerakan untuk menggunakan Tanjak adalah salah satu cara untuk mempopulerkan kembali kebudayaan Melayu pada masyarakat itu sendiri maupun luar.
Sementara itu, Erwin Wakil Ketua Komunitas Tanjak Kabupaten Siak berkomitmen akan menghidupkan kembali pemakaian tanjak di kalangan masyarakat. Terutama anak muda sebagai bentuk ciri khas Melayu. Menurutnya, tradisi memakai tanjak sudah mulai hilang di kalangan anak muda Melayu.
Dia katakan, saat ini pengrajin tanjak sudah mulai memproduksi ikat kepala tersebut dan bisa didapatkan di pasar Seni Siak. Beberapa minggu terakhir keuntungan dan jumlah permintaan sudah mulai meningkat.
Dia berencana akan berkoordinas dengan pemerintah daerah untuk memperkenalkan tanjak kepada setiap pengunjung yang datang ke istana Siak. Dengan begitu wisatawan yang datang dari luar Siak atau Riau ke daerah ini akan mengenal salah satu ciri khas kebudayaan Melayu. "Nantinya bagi pengunjung laki-laki akan menggunakan tanjak dan perempuan memakai selendang," pungkasnya. (has)
Komentar Anda :