Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Sosial Budaya
Wali Kota Sakai yang tak Pernah Ribut dengan DPRD
Selasa, 21 Februari 2017 - 10:23:03 WIB

SULUHRIAU, Sakai - Di Indonesia, gubernur, wali kota atau bupati tak jarang terdengar ribut dengan DPRD setempat. Tapi di Jepang, hal itu nyaris tidak ditemui dalam dinamika pembangunannya.

Hal itu terungkap dalam rangkaian regulasi training 'Study for the Amendment to the Law' di Osaka, Jepang yang dilaksanakan pada 12-22 Februari 2017. Adapun dari Jepang diikuti oleh pejabat Kementerian Kehakiman setempat serta akademisi Jepang. Seluruh dana studi riset ini dibiayai oleh Pemerintah Jepang.

Salah satu rangkaian training yaitu menemui Wali Kota Sakai Osami Takeyama di kantornya. Kepada delegasi Indonesia, Takeyama menceritakan dinamika politik antara pihaknya dengan DPRD ada, tetapi semuanya berjalan harmonis.

"Kalau menyusun Perda, kami dahulukan kepentingan dan persetujuan rakyat. Meski kewenangan saya besar, saya perhatikan dahulu keinginan masyarakat dan disetujui DPRD sehingga tidak ada konflik dengan DPRD," kata Takeyama.

Hal itu terbukti dengan periode jabatannya yang memasuki tahun ke delapan atau periode kedua. Padahal, ia adalah calon independen dan tidak diusung partai politik. Meski bukan orang parpol, tetapi DPRD Sakai tidak menggoyangnya. Takeyama dibackup 680 ribu warga Kansai yang memiliki hak pilih.

"Saya akui tanggung jawab saya cukup besar," ujar Takeyama yang terakhir mengunjungi Indonesia empat tahun lalu ke Candi Borobodur itu.

Padahal, peluang impeachment bisa saja terjadi. Berdasarkan aturan setempat, rakyat bisa meminta wali kota diganti setelah terkumpul 1/3 suara rakyat Kansai dan selajutnya dilakukan referendum.

Kansai sendiri memiliki APBD sebesar 450 miliar Yen per tahunnya. Dana itu salah satunya untuk meggaji 5 ribu PNS di lingkungan Pemkot dan 4 ribu guru di Sakai. Konflik yang sering terjadi malah persoalan dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Seperti pengelolaan jalan, apakah jalan nasional, jalan provinsi atau jalan kota. Selain itu, pengelolaan kesejahteraan rakyat sebaiknya dilimpahkan ke Pemkot, bukan Pemprov karena Pemkot yang paling tahu dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Mulai April 2017, bidang pendidikan akan dipindahkan dari Provinsi di Kota," ujar Takeyama itu.

Adapun untuk DPRD Sakai, saat ini terdiri dari 47 anggota, dari yang seharusnya 48 orang. Dari jumlah itu, 7 di antaranya perempuan. 47 orang itu duduk di lima fraksi, termasuk dari nonpartai atau indepeden.

Besaran tunjangan dan fasilitas ditentukan oleh Perda Sakai dengan dikontrol oleh Dewan Kepegawaian Negara. Fasilitas mobil dinas hanya diberikan kepada Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD. Seluruh anggota DPRD tidak mendapatkan rumah dinas atau tunjangan perumahan. Adapun staf ahli, mereka harus merogoh kocek sendiri untuk menggaji staf ahli itu.

Sumber: detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat