Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Wali Kota Sakai yang tak Pernah Ribut dengan DPRD
Selasa, 21 Februari 2017 - 10:23:03 WIB

SULUHRIAU, Sakai - Di Indonesia, gubernur, wali kota atau bupati tak jarang terdengar ribut dengan DPRD setempat. Tapi di Jepang, hal itu nyaris tidak ditemui dalam dinamika pembangunannya.

Hal itu terungkap dalam rangkaian regulasi training 'Study for the Amendment to the Law' di Osaka, Jepang yang dilaksanakan pada 12-22 Februari 2017. Adapun dari Jepang diikuti oleh pejabat Kementerian Kehakiman setempat serta akademisi Jepang. Seluruh dana studi riset ini dibiayai oleh Pemerintah Jepang.

Salah satu rangkaian training yaitu menemui Wali Kota Sakai Osami Takeyama di kantornya. Kepada delegasi Indonesia, Takeyama menceritakan dinamika politik antara pihaknya dengan DPRD ada, tetapi semuanya berjalan harmonis.

"Kalau menyusun Perda, kami dahulukan kepentingan dan persetujuan rakyat. Meski kewenangan saya besar, saya perhatikan dahulu keinginan masyarakat dan disetujui DPRD sehingga tidak ada konflik dengan DPRD," kata Takeyama.

Hal itu terbukti dengan periode jabatannya yang memasuki tahun ke delapan atau periode kedua. Padahal, ia adalah calon independen dan tidak diusung partai politik. Meski bukan orang parpol, tetapi DPRD Sakai tidak menggoyangnya. Takeyama dibackup 680 ribu warga Kansai yang memiliki hak pilih.

"Saya akui tanggung jawab saya cukup besar," ujar Takeyama yang terakhir mengunjungi Indonesia empat tahun lalu ke Candi Borobodur itu.

Padahal, peluang impeachment bisa saja terjadi. Berdasarkan aturan setempat, rakyat bisa meminta wali kota diganti setelah terkumpul 1/3 suara rakyat Kansai dan selajutnya dilakukan referendum.

Kansai sendiri memiliki APBD sebesar 450 miliar Yen per tahunnya. Dana itu salah satunya untuk meggaji 5 ribu PNS di lingkungan Pemkot dan 4 ribu guru di Sakai. Konflik yang sering terjadi malah persoalan dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Seperti pengelolaan jalan, apakah jalan nasional, jalan provinsi atau jalan kota. Selain itu, pengelolaan kesejahteraan rakyat sebaiknya dilimpahkan ke Pemkot, bukan Pemprov karena Pemkot yang paling tahu dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Mulai April 2017, bidang pendidikan akan dipindahkan dari Provinsi di Kota," ujar Takeyama itu.

Adapun untuk DPRD Sakai, saat ini terdiri dari 47 anggota, dari yang seharusnya 48 orang. Dari jumlah itu, 7 di antaranya perempuan. 47 orang itu duduk di lima fraksi, termasuk dari nonpartai atau indepeden.

Besaran tunjangan dan fasilitas ditentukan oleh Perda Sakai dengan dikontrol oleh Dewan Kepegawaian Negara. Fasilitas mobil dinas hanya diberikan kepada Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD. Seluruh anggota DPRD tidak mendapatkan rumah dinas atau tunjangan perumahan. Adapun staf ahli, mereka harus merogoh kocek sendiri untuk menggaji staf ahli itu.

Sumber: detik.com



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat