Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Sosial Budaya
Menkumham Bicara Soal Biaya Makan Tahanan yang Hanya Rp 4.000 per Makan
Rabu, 10 Mei 2017 - 11:07:48 WIB
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat berkunjung ke Pekanbaru beberapa waktu lalu.

SULUHRIAU, Jakarta - Jumlah total tahanan dan narapidana hingga April 2017 sekitar 220 ribu orang di seluruh Indonesia. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk makan mereka sekitar Rp 15 ribu sehari untuk 3 kali makan.

"APBN-nya itu sekitar Rp 15.000 satu hari. Kan diberikan ke pihak ketiga, berarti dia akan cari untung lagi. Katakan dia untung Rp 2.000, (sisa) Rp 13.000, kalau Rp 3.000 diambil dia, (sisa) Rp 12.000. Rp 4.000 per makan, mau jadi apa?" kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly  di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Menurut Yasonna, dengan anggaran demikian, kualitas makanan yang bisa disajikan pun tak akan memenuhi standar gizi yang cukup. Oleh karena itu banyak tahanan/napi yang berharap ada kiriman makanan dari keluarganya.

"Jadilah dia hanya kepala ikan, tempe, ubi kayu, beras sedikit. Ikan yang kualitas rendah. Sesekali telor ayam. Itulah gizinya tidak terpenuhi, maka sangat berharap sekali keluarga datang bawa makanan," tutur Yasonna.

Yasonna mengungkapkan, pihaknya sempat melarang adanya kiriman makanan dari keluarga ke rutan/lapas. Hanya saja kebijakan tersebut kemudian diprotes tak hanya oleh napi/tahanan, tapi juga oleh petugas yang dirasa tidak manusiawi.

"Kita di beberapa tempat ada kartu untuk membeli makanan di koperasi kita di situ. Pernah kita stop karena takut dimasukkan ke makanan itu narkoba atau apa. Dibuat di plastik di dalam, ditumpuk di bawah nasi atau HP dibuat di rantang, bisa masuk ke dalam," ujar Yasonna.

"Tapi dikatakan ke saya, Pak itu tidak manusiawi karena negara hanya memberikan Rp 15 ribu satu hari. Kita duduk di Starbucks minum kopi udah lewat Rp 75 ribu. Nggak mungkin juga, pasti terjadi malnutrisi, terjadi penyakit. Dengan lingkungan yang lembab, kepadatan yang tinggi, virus sesama di antara mereka, makanan tidak ada yang bergizi, wah nanti pada sakit, bahaya. Sudah sangat inhuman," jelasnya.

Sumber: detik.com



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat